Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

6 Fenomena Cuaca yang Aneh



Perubahan cuaca semakin sulit diperkirakan. Banjir kerap terjadi di mana-mana, meski sudah tak musim penghujan. Kebakaran hutan dan kekeringan akibat cuaca panas ekstrem pun terjadi di mana-mana tak terkecuali Indonesia.
Berikut beberapa kejadian metereologi alam langka yang patut diketahui, seperti yang dikutip dari liputan6.com

1. Hujan Katak

Hujan yang tetesannya bukan air tapi hewan, pernah terjadi di bumi ini. Pada abad pertama Anno Domini (A.D) atau masehi, seorang filsuf Romania bernama Pliny The Elder menjadi saksi terjadinya hujan katak. Kejadian serupa kemudian terulang Prancis pada tahun 1794.

2. Hujan Ikan

Tak hanya hujan kodok, sebuah kota di Honduras, Yoro pernah diguyur hujan ikan. Hal itu diyakini sebagai peristiwa yang sekali terjadi dalam satu abad. Orang-orang di daerah itu menyebutnya fenomena Lluvia de Peces. Sejumlah ilmuwan mencoba menjelaskan penyebab fenomena aneh tersebut. Mereka meyakini bahwa ikan kemungkinan disedot ke awan oleh waterspout atau tornado, yang dibawa oleh awan, dan kemudian jatuh seperti hujan.

3. Tornado Api

Tornado api atau firenado mungkin yang paling mengerikan, fenomena alam ini merupakan perpaduan antara dua unsur yang sangat mematikan, tornado dan api. Ia bisa menggulung apa saja di hadapannya, sekaligus membakarnya hingga menjadi abu. Sebab, temperatur di pusat inti tornado api ini bisa mencapai hingga 1.000 derajat Celsius, cukup panas untuk membakar debu yang terhisap oleh tornado. Salah satu contoh tornado api paling mematikan terjadi pada tahun 1923 di Jepang, firenado ini terjadi pasca gempa besar berkekuatan 7.9 SR, menyapu dan membunuh ribuan orang.

4. Petir Catatumbo

Mungkin anda pernah mendengar istilah ‘The Perfect Storm’. Seperti namanya, badai petir yang dikenal dengan Catatumbo ini sangat-sangat mengerikan. Catatumbo ini hanya terjadi di hulu Sungai Catatumbo, Venezuela yang bermuara ke Danau Maracaibo. Kondisi campuran hangat dan dingin merupakan kondisi yang amat berpeluang menciptakan badai Catatumbo. Ditambah lagi dengan gas metana yang ada di sekitarnya meningkatkan daya hantar listrik dari awan. Badai petir Catatumbo ini biasanya terjadi sebanyak 140-160 kali dalam setahun.

5. Aurora

Fenomena langka lain yang tak terdengar asing yakni Aurora Borealis. Fenomena sangat luar biasa ini kerap terjadi di kutub magnet utara bumi. Benar-benar pemandangan yang luar biasa indah Aurora terjadi akibat partikel gas dari atmosfer bumi bertabrakan dengan partikel muatan dari matahari. Warna yang dihasilkan Aurora berwarna-warni namun warna hijau dan merah yang paling mendominasi.

6. Lubang dan Cahaya Aneh di Langit

Lubang besar di langit yang dikenal dengan Fallstreak Hole ini sangat langka terjadi. Fallstreak Hole terjadi akibat awan cirrocumulus atau altocumulus.

Virus Flu Paling Mematikan di Dunia Dibuat di AS?

Dalam versi terbaru “seni mendahului realita”, Hollywood memprediksikan berjangkitnya virus yang mengharuskan karantina sebuah kota di Amerika dalam film tahun 1995, Outbreak, dibintangi Dustin Hoffman. Dalam film itu, virus berasal dari seekor monyet yang diselundupkan dari Zaire. Film itu membahas kemungkinan lebih besar berjangkitnya virus seperti Ebola dibanding virus influenza H5N1 yang menyeramkan yang kini sedang membawa dunia ke dalam cengkeraman histeria. Meskipun begitu, Outbreak membahas mutasi virus, yang menjadikannya lebih cocok untuk ancaman virus terbaru masa kini – virus influenza yang bermutasi, mungkin dari flu burung.



Dunia sedang diperingatkan bahwa virus flu mungkin bisa bermutasi setiap saat dan membuat planet ini tak berdaya menghadapi penyebarannya. Rakyat Amerika tak perlu menunggu sebuah virus flu bermutasi. Spesialis-spesialis penyakit menular, yang bekerja di laboratorium setengah-aman di sebuah universitas Midwestern, sudah melakukannya mendahului alam. Para periset Amerika ini mendapatkan partikel-partikel virus dari virus flu H5N1 Spanyol, yang telah membunuh jutaan orang di seluruh dunia, dan mengganti salah satu dari 10 gen-nya, menjadikannya jauh lebih berbahaya dan mematikan daripada virus influenza di alam. Ide awalnya adalah untuk mencari cara bagaimana membuat vaksin guna melawannya. Tapi ide tersebut, sekalipun virus semacam itu eksis, membuat sebagian besar orang menggigil.

Bila Anda ingin tahu lokasi virus yang bermutasi ini (teroris biologis potensial bisa memecahkan ini dengan menggunakan jasa pemetaan dan mencari eksperimen ini), kami sengaja memperkecil ukuran dan mengaburkan peta lokasinya.

Virus influenza super yang bermutasi dan tidak bisa ditanggulangi oleh sistem imun rakyat Amerika tersebut terdapat di laboratorium universitas Midwestern ini.


Setengah aman
Majalah New Scientist mencatat bahwa lab di mana virus flu super itu berada mempunyai level biosekuriti (BLS) lebih rendah dibanding beberapa lab lain yang mempunyai potensi level pencegahan tertinggi. Level tertinggi adalah BSL-4. Lab yang dipertanyakan itu mempunyai level BSL-3Ag, atau 3-plus. Perbedaan utama antara BSL-4 dan BSL-3Ag adalah kurang kerasnya tindakan pencegahan yang menjamin para pekerja tidak akan tertular: sementara BSL-4 mengharuskan pemakaian setelan yang menutup tubuh secara penuh, mereka yang bekerja di lab-lab BSL-3Ag umumnya mengenakan setengah setelan. Majalah New Scientist mencatat bahwa “perjangkitan virus SARS di Asia baru-baru ini adalah dari lab BSL-3Ag.”

Bagaimana jika salah seorang pekerja lab membawa serta virus itu secara tak sengaja saat pulang ke rumah? Populasi manusia di dunia akan tersapu bersih. Seorang spesialis penyakit menular di lab di mana virus super itu berada mengatakan: “Jika H5N1 menyebar pada skala masif, itu akan mendatangkan malapetaka. Itu akan membebani sistem perawatan kesehatan di hampir setiap negara….akan menjadi wabah besar.” Saya menahan nafas. Saya terguncang oleh kemungkinan tersebut. Jelas ada bahaya yang lebih besar jika virus super ini lepas dari laboratorium dibanding mutasi dan penyebaran ke seluruh dunia.

Mempertinggi kepanikan
Sepertinya seseorang sedang berusaha mempertinggi kepanikan seputar prediksi epidemi influenza. Periset di Universitas Hokkaido, Jepang, mulai bertanya-tanya bagaimana burung-burung di dekat peternakan terkena flu burung. Mereka memeriksa susunan genetik virus itu dan ternyata “sangat mirip dengan susunan genetik virus flu burung yang ditemukan di Amerika Selatan, terlalu jauh untuk dibawa oleh burung migrasi ke Jepang.” Ini membuat para penyelidik menduga bahwa seseorang membawa vaksin ke Jepang dan menyuntikkannya ke beberapa burung, menulari binatang-binatang di sekitarnya [Japan Times 3 September 2005]. Kemunculan misterius avian flu pada burung-burung di seluruh dunia bisa dijelaskan oleh vaksin avian yang terkontaminasi!

Masih belum ada penjelasan mengenai virus influenza manusia yang bermutasi yang ditemukan pada seekor babi di Korea Selatan. Seseorang sengaja memasukkan virus manusia ini ke dalam hewan tersebut. (Untuk lebih jelas tentang ini, lihat laporan sebelumnya yang berjudul Influenza Intrigue di arsip LR.) Jika menulari manusia, hal itu akan memperjelas bahwa virus tersebut “melompat” dari hewan ke manusia.

Menyimpang jauh dari bidang keahliannya, Charlene Porter dari Washington File, sebuah terbitan Bureau of International Information Programs Departemen Luar Negeri AS, menulis bahwa sebuah spesies virus flu yang dahulu dianggap unik pada kuda kini telah menulari anjing dan dapat melompat dari hewan ke manusia [30 September 2005]. Mengerikan, kita mungkin akan mengurangi sebagian populasi anjing peliharaan di Amerika sebagaimana burung di Asia. Sebaiknya saya menyembunyikan Fido. Kurang lebih terdapat 50 juta anjing peliharaan di AS. Ini adalah propaganda dan media berita telah mencetaknya ulang secara luas tanpa mempertanyakan. Orkes teror sedang datang dari semua penjuru pemerintahan.

Julie Gerberding, kepala Centers for Disease Control, mengatakan bahwa lembaganya siap untuk kemungkinan pandemi tahun depan [Associated Press, 22 Februari 2005]. Otoritas kesehatan publik dan politisi begitu percaya pada ketidak-terelakkan pandemi flu, seakan-akan tak ada cara untuk mencegah ini.
Quote:
Berikut adalah segmen lain dari naskah film Oubreak:

May. Casey Schuler: Saya benci virus ini.

Letkol. Sam Daniels: Ayolah, Casey. Kau pasti suka kesederhanaannya. Ukurannya semiliar kali lebih kecil dair kita, dan ia dapat mengalahkan kita.

May. Casey Schuler: Lantas, apa yang hendak kau lakukan, membawanya makan malam?

LetKol. Sam Daniels: Tidak.

May. Casey Schuler: Kalau begitu apa?

LetKol. Sam Daniels: membunuhnya.
Masalahnya adalah, virus tersebut sedang disembunyikan oleh orang-orang tertentu. Untuk membunuh virus itu, seperti membunuh burung yang tertular, Anda harus menyapu bersih semuanya. Itulah yang dipertimbangkan oleh film ini. Petugas militer dalam film ini berencana menggunakan bom fuel-air untuk menyapu bersih kota yang tertular. Film tersebut tentu saja mengeset skenario ini. Publik Amerika yang ketakutan berharap kepada pejabat federal, bukannya pejabat lokal, untuk menyelamatkan dunia. Adakah cara yang lebih baik untuk mengumumkan marshal law sambil memperoleh persetujuan masyarakat?

Hanya terapi tak efektif yang ditawarkan
Perhatikan bagaimana otoritas kesehatan publik hanya menyodorkan vaksin, yang suplainya kurang, yang seringkali tidak bekerja karena tidak menangani strain spesifik virus yang beredar, dan yang kini mampu dilawan oleh virus. Sebuah vaksin flu, flu mist, sebenarnya menggunakan virus flu hidup yang dapat menyebar dari vaksin ke keluarga, teman, atau rekan kerja. Atau mereka menawarkan obat anti flu yang sudah bisa dilawan oleh virus flu dan juga suplainya kurang. (Catatan khusus: Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld kemungkinan besar akan mendapat keuntungan dari pengumuman pemerintah atas pembelian Tamiflu, obat yang dikembangkan oleh Gilead Sciences ketika Rumsfeld menjadi presidennya, senilai $3 miliar. Dia dikabarkan memegang saham mayoritas di Gilead.)

Publik tak diberi opsi selain vaksin dan obat

Tidak ada upaya untuk meningkatkan imunitas alami, yang bisa dilakukan dengan [mengkonsumsi] sebanyak mungkin vitamin C, vitamin E, selenium, dan zinc. Selenium bahkan menghalangi mutasi yang menyebabkan sebagian besar kematian akibat flu [J American College Nutrition 20: 384–88S, 2001; FASEB Journal 15: 1846–48, 2001; Journal Nutrition 133: 1463–67S, 2003]. Sambucus simpsonii, nama tumbuhan untuk kapsul dan sirup elderberry (semacam murbei-penj), terdokumentasi dalam literatur medis sebagai obat flu yang efektif [J International Med Research 32:132–40, 2004; Israeli Medical Assoc Journal 4:919–22, 2002; European Cytokine Network 12:290–6, 2001; J Alternative Complement Medicine 1:361–9, 1995]. Dalam keadaan darurat, tidak ada satu virus pun yang mampu bertahan terhadap allicin, bahan aktif yang dihasilkan ketika sesiung segar bawang putih dilumatkan [Planta Medica 58:417–23, 1992].

Penutup
Council on Foreign Relations dalam laporan jurnal terbarunya mengatakan, jika pandemi global flu terjadi: “Dengan segera ekonomi global akan mati. Vaksin tidak berdampak terhadap jalannya virus di bulan-bulan pertama dan kemungkinan besar akan memainkan peran amat terbatas di seluruh dunia selama 12 hingga 18 bulan berikutnya. Dengan kapasitas produksi sekarang yang terbatas, itu berarti kurang dari 500 juta orang – sekitar 14 persen dari populasi dunia – akan divaksinasi dalam setahun pandemi.” [Foreign Affairs, Juli/Agustus 2005].

Apa mereka sedang membuat naskah film, ataukah ini realita?

Sinyal Mobile dan Wireless Eksperimen Biologis Berbahaya Terbesar

Cukup sulit untuk membayangkan sebuah dunia tanpa komunikasi mobile. Akses internet nirkabel dipasang menyelimuti planet ini, persis seperti halnya jaringan ponsel. Terdapat perkembangan eksplosif – praktisnya selama tiga dekade terakhir – yang membawa [teknologi] mobile ke pelosok-pelosok terjauh bumi. Tapi teknologi ini bukannya tanpa bahaya. Gelombang mikro yang mengangkut bit dan paket data juga membawa kuman pemusnah. Beberapa orang – sebanyak 120.000 warga California, dan 1 juta orang Amerika – betul-betul tak bisa bekerja karena mengalami incapacitating influence (efek yang melumpuhkan-penj) dari bunyi hiruk-pikuk di ether ini.


Kita mungkin mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang tak beruntung yang menderita atas kemajuan yang berjalan – tapi pernahkah Anda mendengar tentang “canaries in the mines” (tanda bahaya-penj)? Mereka adalah orang pertama yang akan mati manakala akumulasi “gas tambang” yang berpotensi mematikan tapi tak terdeteksi mengancam nyawa penambang yang sedang bekerja di bawah tanah. Bagaimana jika 120.000 warga California itu dan 1 juta orang Amerika itu dan 10 juta orang di seluruh dunia ekuivalen maknanya dengan burung kenari di pertambangan? Bukankah kita mengabaikan keadaan buruk mereka sambil mempertaruhkan resiko kita sendiri?

Arthur Firstenberg, penderita [penyakit] yang oleh Rusia disebut “microwave sickness”, telah mengumpulkan fakta-fakta penting mengenai eksperimen biologis terbesar yang pernah ada ini, dalam sebuah artikel menarik yang dipublikasikan di Eldorado Sun.

Pada 2002, Gro Harlem Brundtland, kala itu pimpinan WHO, berkata kepada seorang jurnalis Norwegia bahwa ponsel dilarang di kantornya di Jenewa karena dia pribadi menjadi sakit apabila sebuah ponsel dibawa mendekat dalam radius 4 meter (13 kaki) dengan dirinya. Nyonya Brundtland adalah seorang dokter medis dan bekas Perdana Menteri Norwegia. Kabar sensasional ini, dipublikasikan 9 Maret 2002 di Dagbladet, diabaikan oleh surat kabar lain di seluruh dunia. Minggu berikutnya, Michael Repacholi, bawahannya dalam urusan Proyek EMF (electromagnetic field) Internasional, merespon dengan sebuah pernyataan publik yang menganggap kecil kerisauan bosnya. Lima bulan kemudian, atas alasan yang menurut dugaan banyak pihak terkait dengan keadaan ini, Nyonya Brundtland mengumumkan akan mengundurkan diri dari pos kepemimpinannya di WHO setelah sekali masa jabatan saja.


Tak ada yang lebih baik dalam mengilustrasikan schizophrenia kolektif kita ketika berpikir tentang radiasi elektromagnetik. Kita merespon mereka yang khawatir akan bahayanya – oleh sebab itulah ada Proyek EMF Internasional – tapi kita mengabaikan dan memarjinalisasi mereka, seperti Nyonya Brundtland, yang sudah benar-benar tidak tahan terhadap efeknya.

Sebagai konsultan mengenai efek kesehatan teknologi nirkabel, saya mendapat panggilan telepon yang secara umum bisa dibagi ke dalam dua kelompok utama: panggilan dari mereka yang khawatir belaka, yang akan saya sebut kelompok A, dan dari mereka yang sudah betul-betul sakit, yang akan saya sebut kelompok B. Saya terkadang berharap bisa mengadakan conference call besar dan mengajak kedua kelompok ini berbicara satu sama lain – perlu ada pemahaman yang lebih timbal-balik sehingga kita semua akan mencoba memecahkan masalah yang sama. Penelepon A, yang khawatir, umumnya bertanya pelindung jenis apa yang harus dibeli untuk ponselnya atau headset jenis apa yang harus dikenakan bersamanya. Terkadang ia ingin tahu berapa jarak yang aman dari menara ponsel. Penelepon B, yang sakit, ingin tahu pelindung jenis apa yang harus dipasang pada rumahnya, pengobatan medis seperti apa yang harus diperoleh, atau, semakin sering, pelosok negeri yang mana yang bisa ia pindahi untuk melarikan diri dari radiasi demi menyelamatkan hidupnya.

Yang berikut dirancang sebagai semacam permulaan: pertama, bantu setiap orang kurang lebih mencapai halaman yang sama, dan kedua, memecahkan beberapa kebingungan sehingga kita dapat membuat keputusan rasional menuju dunia yang lebih sehat.


Radio-wave Sickness
Sayangnya, pengguna ponsel bukan satu-satunya yang terluka, kita tak boleh hanya khawatir tentang otak. Ringkasan berikut disarikan dari banyak literatur ilmiah mengenai efek-efek gelombang radio (spektrum lebih besar yang mencakup gelombang mikro), bersama dengan pengalaman-pengalaman ilmuwan dan dokter di seluruh dunia yang pernah menjalin kontak dengan saya.

Organ-organ yang sudah terbukti rentan terhadap gelombang radio meliputi paru-paru, sistem syaraf, jantung, mata, testis, dan kelenjar tiroid. Penyakit yang telah bertambah luar biasa dalam beberapa dekade terakhir, dan ada alasan bagus untuk mengaitkan dengan peningkatan radiasi secara masif di lingkungan kita, meliputi asma, sulit tidur, perasaan gelisah, attention deficit disorder, autisme, multiple sclerosis, ALS, alzheimer, epilepsi, fibromyalgia, sindrom keletihan kronis, katarak, hypothyroidism, diabetes, malignant melanoma (tumor kulit menular), kanker testis, serangan jantung, dan stroke pada kalangan muda. Radiasi dari menara gelombang mikro juga diasosiasikan dengan kematian satu per satu pohon hutan, kegagalan reproduksi dan penurunan populasi banyak spesies burung, dan kesehatan yang buruk dan cacat lahir pada hewan-hewan ternak. Literatur yang menunjukkan efek biologis radiasi gelombang mikro betul-betul banyak, mencapai puluhan ribu dokumen, dan saya heran para juru bicara industri berlepas diri dengan mengatakan bahwa teknologi nirkabel telah terbukti aman atau – menggelikan – tak ada bukti bahaya.

Saya telah melewatkankan satu penyakit dari daftar di atas: penyakit yang diderita Penelepon B dan juga saya. Sejarah singkat layak diceritakan di sini. Pada 1950-an dan 1960-an, para pekerja yang membangun, mengujicoba, dan memperbaiki peralatan radar mulai menderita penyakit ini, dalam jumlah besar. Begitu pula operator heater dan sealer gelombang mikro industri. Uni Soviet menyebutnya, memang pantas, radio wave sickness, dan mempelajarinya secara luas. Di Barat, eksistensinya disangkal sama sekali, tapi bagaimanapun para pekerja mulai mengidapnya. Pada 1981 diadakan rapat dengar pendapat saksi di kongres, dipimpin oleh Al Gore yang kala itu anggota Majelis Rendah, mengenai efek kesehatan heater dan sealer radio-frequency, episode lainnya dalam “Lihat, kami sedang melakukan sesuatu terkait hal ini”, meski tak ada yang dperbuat.

Hari ini, dengan perkembangbiakan masal transmiter pribadi dan menara radio, penyakit tersebut telah menyebar ke populasi umum seperti wabah. Estimasi privalensinya (kemerataannya) mencapai sampai 1/3 populasi, tapi jarang diakui hingga ia melumpuhkan seseorang sehingga tak bisa lagi berpartisipasi dalam masyarakat. Anda mungkin mengenali beberapa gejala umumnya: insomnia, pening, mual, sakit kepala, lelah, hilang ingatan, sulit konsentrasi, depresi, sesak dada, telinga mendenging. Pasien juga mungkin mengalami masalah medis seperti infeksi pernafasan akut, heart arrhythmias, fluktuasi mendadak pada tekanan darah, gula darah tak terkendali, dehidrasi, dan bahkan serangan jantung serta pendarahan internal.

Yang membuat penyakit ini begitu sulit diakui, dan semakin sulit ditanggulangi, adalah bahwa tidak terdapat penyembuhan yang kemungkinan berhasil kecuali jika seseorang bisa menghindari paparan dari penyebabnya – dan penyebabnya sekarang ada di mana-mana. Sebuah survey tahun 1998 oleh California Department of Health Services mengindikasikan bahwa pada waktu itu 120.000 warga California – dan 1 juta rakyat Amerika – tak mampu bekerja gara-gara polusi elektromagnetik.[4] Barisan orang yang disebut sensitif listrik ini membengkak di hampir setiap negara di dunia, dimarjinalisasi, distigmatisasi, dan diabaikan. Dengan level radiasi di setiap tempat hari ini, mereka hampir tak pernah sembuh dan terkadang memakan korban nyawa.

“Mereka menjadi peringatan bagi kita semua,” kata Dr. Olle Johansson mengenai orang-orang berpenyakit ini. “Memapar seluruh populasi dunia dengan radiasi seluruh tubuh, 24 jam sehari, boleh jadi merupakan kekeliruan besar.” Dr. Johansson, seorang ilmuwan syaraf di Karolinska Institute, Stockholm, yang terkenal itu, memimpin sebuah tim riset yang mendokumentasikan pemburukan permanen dan signifikan atas kesehatan publik yang dimulai persis ketika ponsel 1800 MHz generasi kedua diperkenalkan di Swedia pada akhir 1997.[5][6] Setelah turun selama satu dekade, jumlah pekerja Swedia yang cuti sakit mulai meningkat pada akhir 1997 dan lebih dari dua kali lipat selama lima tahun berikutnya. Pada periode yang sama, penjualan obat anti-depresan juga meningkat dua kali lipat. Jumlah kecelakaan lalu lintas, setelah turun selama bertahun-tahun, mulai merangkak naik kembali pada 1997. Jumlah kematian akibat penyakit alzheimer, setelah turun selama beberapa tahun, meningkat tajam pada 1999 dan hampir dua kali lipat pada 2001. Kelambatan selama dua tahun ini bisa dimengerti bilamana seseorang memperhatikan bahwa penyakit alzheimer butuh waktu untuk berkembang. 
 
Perkembangbiakan Tak Terkendali
Jika ponsel dan menara ponsel memang mematikan, apakah menara radio dan TV yang telah hidup bersama kita selama seabad aman? Pada 2002, Örjan Hallberg dan Olle Johansson menulis sebuah paper berjudu “Cancer Trends During the 20th Century”, yang menyelidiki satu aspek pertanyaan tersebut.[7] Mereka menemukan, di AS, Swedia, dan lusinan negara lain, bahwa tingkat kematian pengidap kanker kulit (skin melanoma), kandung kemih, prostat, usus besar, payudara, dan paru-paru sejajar erat dengan derajat pemaparan publik oleh gelombang radio selama ratusan tahun belakangan. Ketika siaran radio meningkat di lokasi tertentu, bentuk-bentuk kanker ini ikut bertambah; ketika menurun, bentuk kanker ini ikut berkurang. Dan, sebuah temuan sensasional: di setiap negara – dan setiap kabupaten di Swedia – mereka menemukan, scara statistik, bahwa paparan gelombang radio tampil menjadi faktor yang sama besarnya dengan merokok sebagai penyebab kanker paru-paru!


Ini mendorong saya menangani miskonsepsi yang tersebar luas. Perbedaan terbesar antara menara ponsel sekarang dengan menara radio masa silam bukanlah keamanannya, tapi jumlahnya. Jumlah stasiun radio biasa di AS sekarang ini masih kurang dari 14.000. Tapi jumlah menara ponsel dan Wi-Fi mencapai ratusan ribu, dan ponsel, komputer nirkabel, telepon cordless, dan radio dua arah mencapai ratusan juta. Fasilitas radar dan jaringan komunikasi darurat juga berkembang biak tak terkendali. Sejak 1978, ketika Environmental Protection Agency terakhir kali mensurvey lingkungan frekuensi radio di AS, rata-rata pemaparan penduduk urban oleh gelombang radio meningkat 1.000 kali lipat, sebagian besar peningkatan ini terjadi dalam 9 tahun terakhir saja.[8] Dalam periode yang sama, polusi radio telah menyebar dari kota ke tempat lain seperti kabut yang menyebar ke seluruh pelosok planet ini.

Konsekuensi besar terhadap manusia dari semua ini tengah diabaikan. Sejak akhir 1990-an, seluruh golongan baru pengungsi lingkungan telah dihasilkan di sini di AS. Kami menjumpai semakin banyak orang yang sakit, mati, mencari pertolongan atas penderitaan kami, meninggalkan rumah kami dan lingkungan kami, tinggal di mobil, trailer, dan tenda di tempat-tempat terpencil. Tak seperti korban badai dan gempa bumi, kami tidak mendapat upaya pertolongan. Tak ada yang mendonasikan uang untuk membantu kami, untuk membelikan kami tempat pengungsian yang terlindungi; tak ada yang bersukarela menghentikan penggunaan ponsel, komputer nirkabel, dan telepon cordless sehingga kami dapat sekali lagi menjadi tetangga mereka dan hidup di antara mereka.


Yang khawatir dan yang sakit belum saling membuka hati, tapi mereka mengajukan pertanyaan. Untuk menjawab Penelepon A: Tak ada pelindung atau headset yang akan melindungi Anda dari ponsel atau telepon portabel. Tak ada jarak aman dari menara ponsel. Bila ponsel Anda atau komputer nirkabel Anda berfungsi di tempat Anda berada, Anda sedang diradiasi 24 jam sehari.

Untuk Penelepon B: Melindungi rumah adalah sulit dan jarang berhasil. Hanya ada segelintir dokter di AS yang berupaya mengobati radio wave sickness, dan tingkat keberhasilan mereka rendah – sebab hanya ada sedikit tempat yang tersisa di Bumi di mana seseorang dapat pergi untuk melepaskan diri dari radiasi ini dan memulihkan diri.

Ya, radiasi dimulai dari satelit, pula; mereka adalah bagian dari masalah, bukan solusi. Sederhananya, tak mungkin membuat teknologi nirkabel aman.

Masyarakat kita telah menjadi tergantung secara sosial dan ekonomi, dalam satu dekade yang singkat saja, kepada sebuah teknologi yang tengah berbuat kerusakan besar pada struktur dunia kita. Semakin berurat akar kita membiarkan diri kita terlibat di dalamnya, semakin sulit kita mengubah arah hidup kita. Sekarang adalah waktunya untuk melepaskan diri kita, baik secara individu maupun kolektif – meski sudah sulit. 

10 Bencana Alam Paling Aneh




Dibawah ini ada 10 Bencana Alam yang Paling Aneh di Dunia seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com

Danau Nyos, Kamerun, 1986

Dokter dan ilmuwan bingung ketika pada bulan Agustus 1986 hampir 1.800 orang ditemukan tewas, serta ribuan ternak dan binatang liar. Tubuh mereka tidak menunjukkan tanda-tanda trauma lahiriah, penyakit, atau racun yang dapat menyebabkan kematian. Dengan bantuan dari para ilmuwan dari seluruh dunia, ditetapkan bahwa danau setempat yang bernama danau Nyos yang terbentuk di kawah gunung berapi punah adalah penyebab yang paling mungkin dari kematian ribuan manusia dan binatang ternak tersebut Danau Nyos.

Ledakan Tunguska, Rusia, 1908

Di pagi hari bulan Juni 1908, sebuah ledakan mengguncang padang gurun Siberia, membakar dan meratakan ribuan mil area hutan. Namun, meskipun intensitas ledakan, diperkirakan 1.000 kali kekuatan bom yang jatuh di Hiroshima, tidak ada bukti dari apa yang menyebabkannya. Para ilmuwan menduga sebuah komet atau asteroid memasuki atmosfer yang harus disalahkan, tetapi tidak ada kawah dampak dan tidak ada fragmen dari komet atau asteroid yang pernah ditemukan, sehingga sulit untuk membuktikan secara definitif teori mereka. Namun akhir tahun 2001 para ilmuwan akhirnya mampu memecahkan misteri ledakan ini. Sebuah tim ilmuwan Italia menggunakan catatan seismik, literatur publik dan laporan saksi mata untuk dapat menentukan orbit yang mungkin untuk objek yang meledak, yang menyebabkan mereka meyakini bahwa obyek tersebuk kemungkinan adalah asteroid low-density yang meledak di udara, tidak pernah mencapai tanah tetapi mengirimkan gelombang kejut mematikan sebagai gantinya.

Tahun tanpa musim panas, Eropa, Amerika dan Kanada, 1816

Pada hari ini dimana pemanasan global dan gelombang panas terjadi, mungkin akan sulit untuk membayangkan musim panas di mana salju masih jatuh pada bulan Juni, tetapi bagi mereka yang tinggal di Amerika Serikat timur laut, Kanada dan Eropa pada tahun 1816, itu adalah kenyataan. Masalah dimulai pada awal Mei ketika salju membuat banyak tanaman termasuk tanaman pangan yang seharusnya tumbuh, menjadi mati dan pada gilirannya menyebabkan kekurangan pangan terutama di Eropa di mana kelaparan menyebabkan kerusuhan. Dua badai salju besar menyelimuti Kanada dan New England pada bulan Juni, yang menyebabkan kerugian besar pada kehidupan, dan cuaca dingin bertahan sampai Juli dan Agustus, meskipun suhu sering berganti-ganti antara dingin dan panas bahkan dalam hari yang sama. Gelombang dingin aneh ini terutama disebabkan oleh letusan gunung berapi (tambora, indonesia) yang terjadi pada tahun sebelumnya, menyebabkan apa yang dikenal sebagai musim dingin vulkanik. Jadi hati-hati apa yang Anda inginkan pada saat Anda ingin hari-hari musim panas Anda menjadi dingin.

Letusan Krakatau, Indonesia, 1883

Krakatau adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia, dan pada tahun 1883 meletus dan menjaadi salah satu peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam sejarah, menewaskan puluhan ribu dengan abu, lava, dan tsunami besar. Gunung berapi meletus setiap saat, jadi mengapa letusan krakatau ini aneh? Keanehannya pada ledakannya. Suara letusan ini tercatat sebagai suara paling keras yang pernah dilaporkan sepanjang sejarah dan terdengar hampir 2.000 mil jauhnya di Perth, Australia. Masuk akal bahwa letusan krakatau sangat keras, karena letusan itu juga menghancurkan dua pertiga dari pulau Krakatau serta menghancurkan pulau-pulau kecil lainnya disekitarnya. Dampak ledakan itu dirasakan di seluruh dunia, dengan gelombang, debu dan gelombang kejut yang bepergian jauh dari situs. Juga menarik untuk dicatat adalah bahwa debu dari ledakan menyebabkan apa yang disebut “bulan biru” terus-menerus selama hampir dua tahun.

Hailstorms Mematikan, Bangladesh, 1986

Hailstorm atau Hujan es bukanlah kejadian yang langka, tetapi sebagian besar hujan es hanya membawa es-es berukuran kecil dan relatif tidak berbahaya. Namun sesekali dalam kondisi yang tepat, es yang dihasilkan dapat mencapai lingkar yang jauh lebih besar. Hujan es terbesar yang pernah tercatat adalah hujan es yang jatuh di kota Gopalganj, Bangladesh pada musim semi 1986, mencapai ukuran lebih dari 2 kilogram, menewaskan lebih dari 92 orang dan ternak, kerusakan pada pohon-pohon, menghancurkan tanaman, dan meratakan tempat tinggal. Meskipun Anda mungkin pernah menemukan hujan es dengan ukuran besar dalam hidup Anda, tapi hujan es itu tidak menyebabkan kematian. Inilah yang merupakan bagian dari apa yang membuat hujan es di bangladesh ini begitu aneh.

Gempa di New Madrid, Missouri, 1811-1812

Sementara bagian Barat Amerika Serikat lebih dikenal rentan gempa, sebagian besar Midwest juga berada disepanjang garis patahan, dan sementara tidak sangat aktif, namun saat patahan itu bertingkah, ia melakukannya dalam skala besar. Untungnya, pada saat itu, daerah terburuk yang terkena gempa itu, jarang penduduknya, begitu sedikit orang meninggal, namun dampak geologinya cukup aneh dan meluas. Celah-celah besar membagi tanah, dan getaran dari gempa menyebabkan sungai Mississippi mengalir mundur (meskipun sementara). Namun ada efek permanennya juga, yang merubah lanskap Midwest. Tebing-tebing sepanjang sungai hancur, sungai mengering dan teralihkan, dan aliran sungai berubah dengan terciptanya Kentucky Bend. Beberapa danau langsung diisi dengan tanah seiring naiknya daratan, dan lainnya seperti Reelfoot Lake di Tennessee terbentuk ketika tanah tiba-tiba tenggelam. Dan bukan hanya midwest yang merasakan gempa, kerusakan juga dilaporkan di New England, dengan lonceng gereja berbunyi sendiri di Boston dan trotoar retak di Washington DC. Banyak proses geologi yang lambat dan mengambil jutaan tahun untuk terjadi, sehingga jarang untuk melihat seperti pembentukan kembali yang dramatis sebuah lanskap selama suatu periode waktu yang singkat.

Serbuan Ular, St Pierre, Martinique, 1902

Kombinasi fenomena geologi dan fenomena alami menyebabkan kejadian aneh terjadi pada tahun 1902. Aktivitas vulkanik di “Bald Mountain” (mount Pelee) di Martinique mengalami peningkatan, begitu sedikit orang yang memperhatikan ketika tremor dan vent-holes mulai terjadi pada bulan April. Pada bulan Mei, bagaimanapun, hujan abu turun dan bau mengerikan belerang meresap di udara, memaksa ribuan ular fer-de lance turun gunung. Ular-ular berbisa ini menyerbu masuk e kota st pierre, menewaskan lebih dari 50 orang dan hewan yang tak terhitung jumlahnya sebelum sebagian besar dihancurkan oleh tentara. The Guerin Sugar Works, dua km sebelah barat laut dari St Pierre, juga terpengaruh ketika diserang oleh kawanan semut berbintik-bintik dan lipan kaki panjang yang menyebabkan kemalangan pada kuda-kuda. Sayangnya, menenangkan dan mengamankan hewan dan manusia dari serangan serangga tidak akan membuat banyak perbedaan, 2 hari kemudian gunung berapi mengirim awan piroklastik ke seluruh kota dan membunuh semua, kecuali dua dari 30.000 penduduk St Pierre.

Tri State Tornado, Missouri, Illinois, Indiana, 1925

Tornado regular saja cukup berbahaya, namun tornado yang melewati tiga negara bagian amerika serikat ini pada bulan Maret 1925 membuat tornado-tornado lainnya lainnya menjadi kurang mengerikan. Tornado ini ber’wisata’ lebih dari 219 mil (352 km) dan merupakan salah satu yang terkuat yang pernah tercatat, menetapkan standar untuk level 5 pada skala Fujita. Teori tentang tornado dan badai supercell menunjukkan bahwa perjalanan tornado sejauh ini tidaklah mungkin, tetapi laporan mengkonfirmasi bahwa tornado ini ternyata memang melintasi tiga negara bagian yang berbeda tanpa henti, menewaskan hampir 700 orang, melukai lebih dari 2.000 orang dan kerugian materi pada saat itu diperkirakan sebesar $ 16.500.000.

Serbuan Gajah-Gajah Hutan Chandka, India, 1972

Musim semi 1972, memperpanjang kekeringan di kawasan hutan Chandka. Keadaan menjadi lebih buruk karena kawasan itu kemudian dilanda gelombang panas yang membakar. Hal ini menyebabkan gajah lokal, biasanya jinak dan tidak menjadi ancaman bagi manusia di daerah itu, mengamuk karena kekurangan air dan makanan, menjadi bahaya bagi petani lokal, begitu banyaknya gajah sehingga banyak orang yang takut untuk meninggalkan rumah mereka. Situasi bertambah buruk di musim panas dan gajah-gajah yang kepanasan akhirnya mengamuk dan menyerbu serta menghancurkan lima desa yang berbeda, menyebabkan 24 kematian dan menghancurkan segala sesuatu di jalan mereka. Yang cukup menarik, daerah ini, yang hari ini cukup basah, sekarang menjadi cagar gajah di mana wisatawan bisa melihat gajah dari jarak dekat di kawasan itu.

Great Smog, London, 1952

Smog adalah smoke (asap) + Fog (kabut). Meskipun ini bukan peristiwa yang sepenuhnya alami, lingkungan memang memainkan peran besar dalam rantai peristiwa ini. Pada awal Desember 1952, kabut tebal dan dingin melanda daerah London. Karena dinginnya, untuk menghangatkan suhu, penduduk London mulai membakar batubara untuk menghangatkan rumah mereka.

Misteri Harta Karun yang Diangkat Dari "Titanic Purba"


Patung-patung marmer yang diangkat dari reruntuhan kapal karam Antikythera yang berusia 2.000 tahun di Yunani. Kapal itu disebut "Titanic dari Zaman Kuno." (Return to Antikythera WHOI)
Barang pecah belah, jangkar timbal dan tombak perunggu ditemukan dalam ekspedisi ke kapal karam berusia 2.000 tahun bernama Antikythera, yang disebut "Titanic dari Zaman Kuno", di Yunani.


Quote:
Titanic kuno ini tenggelam lebih dari 2.000 tahun lalu karena menabrak tebing pulau saat menghadapi badai besar. Diyakni kapal komersial milik bangsa Romawi tersebut membawa kargo mewah milik Yunani. Kapal itu akan mengantarkan harta karun itu dari pantai Asia Kecil di sebelah barat menuju Roma.
Kapal berisi harta karun itu pertama kali ditemukan lebih dari satu abad lalu. Para penggali bawah laut yang kembali mengunjungi kapal yang telah hancur itu mengatakan kapal tersebut menutupi lebih banyak area dibandingkan perkiraan sebelumnya.


"Bukti menunjukkan bahwa ini adalah kapal karam terbesar yang pernah ditemukan," kata Brendan Foley, ahli arkeologi laut dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) di Massachusetts, Amerika Serikat.

"Ini Titanik dari zaman kuno," katanya dalam pernyataan yang dikutip laman LiveScience.

Dalam beberapa pekan terakhir Foley dan koleganya menggunakan peralatan berteknologi tinggi--mereka bahkan menguji Exosuit semirobotik untuk menyelam--guna menjelajahi Antikythera.

Kapal yang penuh dengan barang-barang mewah itu diduga tenggelam antara tahun 70 SM dan 60 SM dalam perjalanan dari Asia Minor ke Roma.

Nelayan karang menemukan kapal itu tahun 1900 di lepas pantai Antikythera, satu pulau kecil bertebing di Yunani yang berada di jalur pelayaran kapal kuno.


Barang-barang yang diselamatkan pada penyelam awal sangat sensasional: patung kuda dan pahlawan berbahan perunggu dan marmer, perhiasan, furnitur, barang pecah belah dan mekanisme Antikythera, sebuah penghitung astronomis kompleks.

Tapi ketika itu eksplorasi situs pada kedalaman sekitar 55 meter di bawah permukaan laut terbukti berbahaya. Satu penyelam meninggal dunia dan dua lumpuh menurut WHOI.

Jacques Cousteau kembali menggunjungi kapal Antikythera beberapa puluh tahun kemudian dan menarik lebih banyak objek yang menggiurkan.

Untuk mencari tahu barang apa lagi yang mungkin terkubur di dasar laut, Foley dan mitranya di Kementerian Budaya Yunani meluncurkan misi yang disebut "Kembali ke Antikythera."

Musim penggalian pertama mereka dalam misi itu berlangsung 15 September sampai 7 Oktober.

Peta tiga dimensi beresolusi tinggi situs itu yang dibuat menggunakan kendaraan bawah laut otonom dilengkapi kamera menunjukkan bahwa reruntuhan kapal tersebar dalam rentang 984 kaki atau sekitar 300 meter di dasar laut.

WHOI menduga panjang kapal itu 164 kaki atau 50 meter.

Para penyelam kemudian menggunakan teknologi selam yang memungkinkan mereka berada di situs sampai tiga jam dalam sekali waktu dan menggali sejumlah artefak.

Mereka kembali menemukan banyak jangkar perunggu dan cincin tali temali kapal dengan sedikit sisa kayu--barang-barang yang menurut para ilmuwan menjadi petunjuk bahwa banyak bagian kapal yang bertahan di bawah pasir.

Satu kendi utuh, potongan hiasan kaki tempat tidur dan 6,5 kaki atau dua meter tombak perunggu juga terkubur di bawah sedimen.

Tombak itu tampaknya merupakan bagian dari patung prajurit atau dewa-dewi Athena- atau mungkin bagian dari patung prajurit dan kereta yang lebih besar, kata Foley.

Para penyelam menemukan empat patung marmer raksasa di reruntuhan kapal itu seabad lalu. Tim berencana kembali tahun depan untuk penggalian lebih lanjut karena masih banyak rahasia yang harus diungkap dari situs itu.