Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Di Balik Dukungan Cina Terhadap Poros Maritim Jokowi


Perairan Indonesia sangat bernilai penting bagi banyak negara, sebagai salah satu chokepoint di dunia yang patut dijaga keamananannya. Jadi "wajar" mengapa Australia dan Amerika ingin agar kita membuka ALKI di Timur, itu salah satu akses utara-selatan yang cukup singkat, selain faktor-faktor intelijen lainnya. Misalnya, banyaknya pulau-pulau yang berserakan dari pulau We hingga Guam bahkan Vanuatu potensial dapat menjadi hidden submarine base. Subsnya bisa diisi siapa saja, RRC, Australia, Amerika, dan mungkin Indonesia.


Menarik jika dihubungkan dengan rencana Australia menambah/mengganti armada kaselnya dengan yang lebih besar dari Collins class dan berkemampuan menembakkan rudal. Petinggi militer Australia sendiri sudah menyatakan rencana pembaruan armada kaselnya itu untuk memonitor wilayah utara: Indonesia, Laut Cina Selatan, dan Melanesia. Belum lagi sokongan RRC dengan ide Poros Maritim kita.

Bahkan RRC menawarkan konsep Jalur Sutera Maritim pada Indonesia sejak Oktober 2014 lalu. Bahkan dalam pertemuan APEC kemarin, RRC gencar merayu Presiden Indonesia dengan konsep Jalur Sutera Maritim tersebut. Apa kepentingan RRC? Jelas dia ingin mengamankan String of Pearls yang membentang dari Afrika-TimurTengan hingga ke RRC. 30 persen suplai energi RRC melewati Selat Malaka, so wajar lah RRC menyokong ide Poros Maritim RI.

String of Pearls sendiri sebenarnya deretan military base Cina di Pakistan, Bangladesh, Myamar dan Pulau Hainan. Ini permainan geopolitik, maka pemerintah harus benar-benar cermat. Salah langkah sedikit saja, kita bisa digempur RRC juga blok Aglo-Saxon sekaligus. Persoalan chokepoint ini bisa menjadi isu internasional dan memancing kedatangan pasukan multinasional juga. Inget perang Terusan Suez antara Mesir dengan negara-negara Barat?


Quote:
RRC sendiri punya alternatif jika Selat Malaka ditutup. Ada 3 scenario SLOC (Sea Lines of Communication) Cina:

1. Kapal migas Cina melalui Selat Melaka
2. Jika Selat Melaka tutup, alternatif melalui Selat Sunda
3. Jika Selat Melaka dan Sunda tutup melalui Selat Lombok
Dapat dimengerti jika kemudian Australia-Amerika pun latah ngotot minta dibukanya ALKI di Timur. Karena mereka pun khawatir andai Selat Malaka ditutup dan Cina melewati Selat Lombok, maka izinkanlah Australia-Amerika pun memantau armada Kuning.

Kepentingan Asing Menyusup ke Indonesia

Masa transisi antara presiden rentan dimanfaatkan oleh kepentingan politik sesaat yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Pasal keharusan izin Majelis Kehormatan DPR buat memeriksa anggota parlemen dalam UU MPR DPR DPD dan DPRD serta klausul pemilihan kepala daerah via DPRD dalam UU Pilkada menjadi contohnya.

Kebijakan dan peraturan “colongan” dalam masa transisi itu ternyata sudah terjadi sejak perpindahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Presiden Suharto. Saat itu muncul undang-undang yang menguntungkan Amerika Serikat dan bisnisnya, terutama perusahaan tambangnya.

Bradley R. Simpson, research fellow di National Security Archive menemukan lobi Amerika dalam penyusunan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1960-an itu ketika memimpin proyek mendeklasifikasi dokumen AS berkaitan dengan Indonesia dan Timor-Timur selama masa pemerintaha Suharto (1965-1998).



Peneliti hubungan luar negeri dan sejarah internasional AS di University of Maryland, itu menuangkannya ke dalam buku Economists with Guns. Berikut ini nukilan buku tersebut:

Laporan soal tanah Papua yang kaya tembaga itu sampai ke tangan para geolog Freeport Sulphur pada 1959. Mereka mencoba mendapatkan akses ke daerah itu, namun Belanda yang masing menguasainya menolak mentah-mentah permintaan perusahaan asal New Orleans, Amerika Serikat tersebut.

Setelah Papua diambil Indonesia, Freeport Sulphur minta izin ke sana tapi mentok. Tapi mereka tak menyerah hingga akhirnya pada April 1965 mendapat kesepakatan awal dengan Menteri Pertambangan RI buat mengolah tembaga dan nikel di sana.


Namun pada bulan yang sama Presiden Sukarno menutup pintu terhadap penanaman modal asing. Soekarno juga menasionalisasi perusahaan asing.

Setelah peristiwa G30S, Freeport Sulphur mulai melobi jenderal di kubu Suharto. Setelah Soekarno meneken Surat Perintah 11 Maret 1966 alias Supersemar, teknisi Freeport Sulphur berhasil mendapat kesempatan masuk ke Papua dari pantai selatannya.

Mereka harus bergegas karena perusahaan pertambangan Mitsui dari Jepang juga mengincar kandungan tembaga di sana. Akhirnya setelah perjalanan sejauh 95 kilometer, teknisi Freeport Sulphur tercengang saat menemukan Ertsberg, begitu sebutan mereka buat gunung setinggi 182 meter yang mengandung biji tembaga berkualitas tinggi.

Freeport Sulphur langsung melobi Presiden Lyndon B. Johnson. Freeport Sulphur memang punya kontak ke Gedung Putih karena mantan Direktur Iklan dan Informasi Freeport, James Moyer, sebelumnya bergabung jadi staf Gedung Putih mengikuti jejak saudara lelakinya, Bill Moyer.

Forbes Wilson dan Robert Duke dari Freeport menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bahwa mereka butuh tiga hal buat menjalankan bisnis di Papua. Tiga hal itu: perjanjian perlindungan penanaman modal, iklim investasi yang baik, dan hak konsesi yang jelas tanpa bagi hasil. Freeport Sulphur hanya satu dari banyak perusahaan Amerika yang meminta itu kepada pemerintahnya.

Pada saat yang sama di Indonesia, Suharto sebagai pemegang kendali pemerintahan sehari-hari kesulitan menghadapi krisis ekonomi. Berbagai cara sudah dicoba, seperti menaikkan suku bunga dan memangkas semua impor kecuali kebutuhan pokok demi menyelamatkan kas negara.

Suharto pada akhir 1966 mencoba melobi negara kreditor agar menjadwalkan ulang pembayaran utang Indonesia. Para kreditor ketika bertemu di Paris tak terlalu semangat menanggapinya.

Kala itu CIA menyusun laporan bahwa ekonomi Indonesia sangat bergantung pada bantuang asing. Jika bantuan dari pemerintah asing seret seperti saat itu, maka swasta berpeluang besar bisa masuk.

Duta Besar Marshall Green menemui Suharto pada Mei 1966 buat menyampaikan bahwa bantuan negara asing kepada Indonesia akan sangat terbatas sekali. Sedangkan, kata dia, bantuan swasta akan lebih menguntungkan buat menjalankan industri di Indonesia.

Tapi tentu saja buat masuknya modal asing, Suharto perlu mengabaikan kebijakan larangan modal asing yang dibuat Soekarno. Perusahaan Amerika Serikat yang dinasionalisasi juga perlu dikembalikan.

Ali Budiarjo, pejabat yang kemudian bekerja di Freeport, menceritakan saat itu di pemerintahan tak ada ada yang tahu cara menerima modal asing itu. “Tidak ada instansi yang mengurusinya dan tidak ada undang-undang soal penanaman modal asing,” kata Ali.

Masalahnya, saat menyusun aturan penanaman modal asing buat mengakomodir Freeport, Kepala Direktorat Kerjasama Ekonomi Multilateral Dr. Jusuf Ismail malah memintan bantuan kepada Kedutaan Amerika. Ia minta contoh aturan dan saran buat undang-undang penanaman modal asing.

Pengaruh Amerika dalam penyusunan undang-undang itu, kata Bradley Simpson, sangat besar. Bahkan konsultan dari Van Sickle Association dari AS, membantu ekonom Widjojo Nitisastro buat menyusunnya.

Pada September 1966 draf aturan itu rampung. Anehnya, draf malah dikirim ke kedutaan Amerika buat meminta masukan dari investor negara itu.

Departemen Luar Negeri AS mengirim revisi baris demi baris. Mereka mengeluhkan kewenangan pemerintah yang terlalu besar dan area yang dikuasai pemerintah justru yang diincar oleh perusahaan Amerika.

Undang-undang itu dianggap mengecewakan oleh investor. Simpson menulis, Widjojo lantas merevisinya sesuai masukan dari Amerika sehingga klausulnya berisi “liberalisasi maksimum”.

Situasi mendadak jadi gawat buat Amerika karena pada November 1966, Uni Soviet bersedia menjadwalkan ulang pembayaran utang Indonesia. Maka Amerika Serikat perlu mempercepat usaha agar masuknya investor dari negara mereka tak terbendung lagi, apalagi tersaingi oleh rival utamanya: Uni Soviet.

Pada akhir 1966, Marshall Green melaporkan ke Washington DC bahwa masih ada satu ganjalan: Soekarno. Presiden Soekarno berusaha menghalangi pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing dan menentang langkah kubu militer yang dipimpin Suharto.

“Suharto sekarang telah mengambil keputusan bahwa ia harus menyingkirkan Soekarno dalam beberapa bulan mendatang,” kata Green. Simpson mengatakan, penyingkiran Soekarno berarti penghilangan terakhir hambatan yang merintangi bantuan penuh dari Amerika Serikat.

Dari kawat-kawat diplomatik yang dikirimkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, diketahui para pejabat militer rajin bertandang dan menjelaskan rencana mereka menekan Sukarno dengan melibatkan MPRS, kelompok pemuda, berbagai front, dan petinggi Angkatan Darat.

Yang terjadi setelahnya, agaknya semua orang Indonesia sudah mafhum. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut pelengseran itu sebagai, “Orang tua yang menyedihkan itu diubah dari perwujudan bangsa Indonesia menjadi peninggalan sejarah.”

Amerika Siap Investasi US$ 61 Miliar di Indonesia!!

Sejumlah investor asal Amerika Serikat menyatakan siap berinvestasi di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Amerika sudah menyiapkan dana sebesar US$ 61 miliar untuk investasi pada semua sektor bisnis di dalam negeri.



"Mereka (Amerika Serikat) siap investasi sebesar US$ 61 miliar hingga 5 tahun ke depan," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, usai acara ‘US - Indonesia Investment Summit’ di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut Indroyono, ada beberapa sektor potensial bagi investor Amerika untuk berinvestasi di Indonesia. Peluang investasi ini terkait rencana pemerintah, diantaranya pembangunan 24 pelabuhan, pembangunan jalur kereta api di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Pembangunan listrik, pengembangan sektor maritim dan kelautan, serta pariwisata.

Dalam acara tersebut, pemerintah menawarkan beberapa peluang investasi ke pengusaha Amerika Serikat (AS). Wakil Menteri Luar Negeri Abdurahman M. Fachir mengatakan kalau pemerintah siap bekerja sama dengan para pelaku usaha.

Pemerintah, kata dia juga akan memfasilitasi para pengusaha Amerika Serikat yang ingin berinvestasi di Indonesia. Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah berjanji akan menyederhanakan proses perijinan.

"Presiden Jokowi akan sederhanakan prosesnya, dalam bentuk semacam layanan satu pintu," ujar Fachir saat member sambutan dalam acara tersebut. Dia berharap pengusaha Amerika dapat berinvestasi di sektor infrastruktur, khususnya pelabuhan, jalan, jalur kereta api.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) porsi investasi Amerika terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia masih di bawah 6 persen. Namun, saat ini Amerika mengaku menaruh minat investasi yang cukup besar pada Indonesia

Perwakilan Departemen Perdagangan Amerika Serikat Arun Kumar menganggap Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar. Untuk itu dia berharap kerjasama di bidang ekonomi dapat ditingkatkan.

"Masa depan Amerika Serikat tergantung masa depan Indonesia," ujarnya.

Kontroversi Faktor Keamanan Data Pelaksanaan Program E-KTP

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menandaskan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik Indonesia belum terjamin kerahasiaannya. Menyusul server yang menyimpan data penduduk Indonesia masih berada di luar negeri.



"Walaupun alasan kuncinya ada di Indonesia, tetapi kalau server di luar, faktor kemanan dan kerahasiaan tidak terjamin," kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan seusai membuka 'Rapat Kerja Nasional Pencatatan Sipil Tahun 2014' di Yogyakarta, Ahad (16/11) malam.

Karena itu, Tjahjo Kumolo memutuskan untuk menghentikan pembuatan e-KTP hingga Desember 2014 mendatang. Penghentian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan mengecek kembali kerahasiaan data penduduk Indonesia.


Tjahjo mengaku menemukan ada jutaan e-KTP Indonesia dipalsukan yang dicetak Cina dan Paris. "Hologram yang ada di e-KTP palsu, sah," katanya.

Untuk kasus ini, Tjahjo Kumolo menyerahkan pengusutannya kepada Polisi. Menurutnya hal ini harus diusut tuntas agar jangan sampai data kependudukan dan rahasia pemilik identitas ini yang mempunyai akses ke bank, paspor dan lain-lain dimonitor orang lain.

Karena itu, penghentian pembuatan e-KTP dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kerahasiaan identitas penduduk Indonesia. "Secara umum, ini merupakan tanggung jawab negara, negara ya Kemendagri," tandasnya.


Quote:
"Kemendagri perlu evaluasi dan merancang strategi baru atau perbaikan sistem e-KTP mulai 2011," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulisnya kepada VIVAnews.

Setidaknya, ia melanjutkan, dengan penghentian sementara proses pembuatan e-KTP itu Kementerian Dalam Negeri dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas dan kuantitas data e-KTP yang sudah dihimpun. Evaluasi juga bisa dilakukan terhadap sistem teknologi, sistem administrasi kependudukan, serta sistem keamanan data e-KTP. Pemerintah pun perlu menginventarisasi ulang ketersediaan perangkat dan blanko.

Tjahjo menjelaskan, aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan e-KTP yang berbeda melahirkan dua database atau basis data yang terpisah. Basis data SIAK adalah data operasional administrasi di daerah. Sedangkan basis data e-KTP merupakan data awal dan hanya sekali update.

Aplikasi ini indikasinya masih dikelola oleh pengembang dari luar negeri. "Pengembangan aplikasi dilakukan secara remote dari luar sehingga muncul potensi data kependudukan diambil pihak yang tidak berhak," kata Tjahjo.
E-KTP, Untungkan Intelijen AS

Kasus bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks bisa menjadi contoh. Namun pemerintah tetap yakin. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sang pemilik proyek, mengklaim e-KTP ala Indonesia tidak akan dapat ditembus serta disalahgunakan. Keyakinan itu mereka wujudkan dengan melibatkan bantuan dari 15 lembaga seperti BIN, BPPT, ITB, dan Lembaga Sandi Negara.

Pertanyaannya kini, bagaimanakah jika penyalahgunaan data e-KTP dilakukan negara? Satu hal yang mungkin belum menjadi concern publik dalam kaitan dengan e-KTP adalah keterlibatan L-1 Identity Solutions sebagai penyuplai perangkat perekam sidik jari atau AFIS (Automated Fingerprint Identification System) dalam proyek e-KTP di Indonesia. Perhatian publik selama ini tertuju pada dugaan adanya kolusi dan korupsi dalam tender pengadaan e-KTP. Seperti pernah dilaporkan secara khusus oleh sebuah media nasional, pemenang tender sudah dirancang sedari awal.

Sejumlah rapat, yang dihadiri pihak penawar (yang kemudian menjadi pemenang), sejumlah vendor (termasuk perwakilan L-1), dan pemilik tender (pemerintah) terjadi jauh sebelum pemenang tender diumumkan. L-1 IDENTITY SOLUTIONS TERLEPAS dari semua itu, ada baiknya kita mencermati keberadaan L-1 dalam proyek e-KTP (L-1 mengutus seorang Lead Solution Architect ke Indonesia selama pengadaan e-KTP), bukan dalam konteks kolusi proyek tapi keamanan nasional.

L-1 Identity Solutions Inc., perusahaan besar dengan nama besar, tapi kredibilitas meragukan. L-1, yang berbasis di Stamford, Connecticut, AS, adalah salah satu kontraktor pertahanan terbesar. Perusahaan, yang berdiri pada Agustus 2006 ini mengambil spesialisasi dalam bidang teknologi identifikasi biometrik (seperti sidik jari, retina, dan DNA). L-1 juga menyediakan jasa konsultan dalam bidang intelijen. Pendapatan L-1 per tahun diperkirakan mencapai angka US$1 miliar pada 2011.

Stanford Washington Research Group, dalam lapoannya, menyebut L-1 sebagai pemimpin pasar internasional proyek identitas biometrik yang diperkirakan bernilai US$14 miliar selama periode 2006-2011.
L-1 menebar proyek hingga ke lebih daripada 25 negara. Di AS, L-1 digandeng Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dalam proyek visa, paspor, dan SIM. Sejumlah kalangan menyebut L-1 kian memonopoli bisnis identitas di AS, dan secara global, apalagi setelah mereka diakuisisi Safran Morpho, perusahaan keamanan multinasional asal Prancis, pada Juli 2011. Jika melihat siapa di balik L-1, maka kita tak perlu heran melihat prestasi “bebas-hambatan” di atas. Manajemen puncak L-1, secara khusus, memiliki sejarah hubungan dekat dengan CIA, FBI, dan organisasi pertahanan AS lainnya. Mereka, pada umumnya, memiliki latar belakang dan rekam jejak yang seharusnya membuat kita tidak nyaman. L-1 mencatat nama George Tenet, mantan Direktur CIA, dalam dewan direktur.

Pada 2006, CEO L-1 Robert V LaPenta pernah berujar, “Anda tahu, kami tertarik dengan CIA, dan kami memiliki Tenet.” Tenet terkenal berkat kemahiran berdusta. Dia terungkap memberi informasi intelijen palsu kepada diplomat AS soal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, yang kemudian berujung pada invasi Irak 2003. Quote: Ada nama lain, seperti Laksamana James M Loy sebagai direktur. Karir Loy merentang dari komandan US Cost Guard (1998-2002), wakil menteri untuk Keamanan Transportasi (2002-2003), dan wakil menteri keamanan dalam negeri (2003-2005). Robert S Gelbard, salah satu anggota dewan direktur, pernah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden AS untuk Balkan pada masa pemerintahan Bill Clinton.

Yang lebih menarik, mantan wakil menteri luar negeri 1993-1997 itu pernah bertugas di Indonesia sebagai duta besar pada 1999-2001. Nama direktur lainnya adalah BG (Buddy) Beck, bekas anggota Dewan Sains Pertahanan (DBS), yang memberi rekomendasi perkara iptek kepada militer AS. Lalu, Milton E Cooper, mantan kepala Dewan P


Dan Louis H Freeh, mantan direktur FBI (1993-2001). Safran Morpho, pemilik baru L-1 juga tak terlalu ‘bersih’ dalam urusan figur kontroversial. Di sana duduk Michael Chertoff, mantan menteri Keamanan Dalam Negeri AS pada masa pemerintahan George W Bush, sebagai penasehat strategis. Chertoff adalah salah seorang perancang USA PATRIOT Act, undang-undang yang menumbuhsuburkan pengawasan dan penyadapan oleh FBI terhadap telepon, e-mail, dan data pribadi lainnya. Chertoff juga pendukung maniak pemindaian seluruh tubuh (full body scanning) (teknologi pemindai “full body” yang diterapkan AS mampu menunjukkan permukaan telanjang kulit di bawah pakaian, termasuk lekuk payudara dan kemaluan.

Bahkan, versi terbaru dilaporkan bisa menghadirkan image “full color”). Nama di atas tentu saja tak bisa secara langsung dihubungkan dengan potensi ancaman e-KTP terhadap keamanan nasional Indonesia. Namun, kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Paman Sam sudah seharusnya menjadi perhatian.


Quote:
Quote: ...kedekatan mereka dengan intelijen dan militer negara Paman Sam sudah seharusnya menjadi perhatian... Di AS sendiri, muncul gerakan publik “Stop Real ID”. Gerakan itu menolak proyek “Real ID” (semacam e-KTP). Demikian pula di India. Koalisi LSM pemerhati hak sipil membentuk gerakan yang menolak proyek Unique Identity Number (UID) yang disebut “Aadhaar”. Gerakan itu mereka sebut “Say No to Aadhaar”. Baik Real ID di AS maupun Aadhaar di India melibatkan L-1 Identity Solutions sebagai vendor dan konsultan.

Quote:
Pakar: Kalau Server E-KTP di Negara Lain, Sama Saja Jual Seluruh Data Bangsa kepada Pihak Asing
Pakar teknologi informasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Deddy Syafwan, menyesalkan server basis data kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP seluruh penduduk Indonesia ternyata berada di luar negeri.

"Pada awalnya, saya kira server-nya ada di Indonesia, tetapi ternyata di Belanda. Jika demikian, maka ada kepentingan luar yang bermain pada E-KTP ini," ujar Deddy di Jakarta, Minggu (16/11/2014), seperti dikutip Antara.

Data E-KTP, kata dia, sangat penting dan berharga bagi bangsa Indonesia, meskipun masih banyak penduduk yang datanya bermasalah atau belum terdata.

"Dengan dasar apa pun, kalau server-nya berada di negara lain, sama saja menjual seluruh data bangsa ini ke (pihak) asing," ucapnya.

Data kependudukan adalah data dasar terpenting di sebuah negara. Data tersebut terkait kelahiran, agama, pendidikan, alamat, nomor induk kependudukan, dan yang terpenting, sidik jari.

"Semua ini adalah data prinsipiil kita. Buat apa kita hidup, kalau kerahasiaan data kita sudah tidak ada? Pihak asing akan sangat mudah memetakan kondisi demografi kita, dan yang terpenting E-KTP sudah tidak aman lagi," ujar dia.

Ia mempertanyakan mengapa Kementerian Dalam Negeri begitu mudah menaruh server-nya di Belanda. Padahal, di dalam negeri banyak lokasi yang aman untuk server.

Sejarah Politik Minyak Amerika di Timur Tengah


Intervensi Amerika di Timur Tengah bertolak dari masa kemunculan Amerika, sebuah masa di mana pemikiran imperialisme terbentuk dalam benak para politikus dan boss-boss perusahaan di Amerika yang saling mendukung dan membutuhkan. Okupasi Timur Tengah sebagai sebuah kawasan yang kaya dengan sumber daya alam merupakan kunci bagi terwujudnya impian ini. Salah-satunya demi penguasaan bahan-bahan mentah yang nantinya untuk “menghidupi” industri dan, tentu saja, demi membiayai Amerika itu sendiri, selain demi memperkuat politik dan ekonomi.


Jadi, intervensi yang seringkali menggunakan kedok demokratisasi dan kebebasan tersebut hanya merupakan “cara” atau "modus operandi" untuk meraih target material: sumber daya alam dan minyak. Jika kita sejenak saja mereview dari sisi historis, serangan-serangan perang, pengeboman, pembunuhan massal dan seluruh intervensi dalam masalah Timur Tengah oleh Amerika atau negara-negara perantara, berkaitan dengan dekade yang sangat jauh. Setidak-tidaknya, politik Amerika yang menjelmakan dirinya sebagai imperialis (Ordo Novus Empirium/ sebagaimana kata ONE dalam mata uang dollar mereka), sesuai dengan simbol dan lambang Amerika itu sendiri, Elang Laut sang pemangsa yang rakus.

1920-1928

Keinginan Amerika untuk menguasai Timur Tengah telah membuat negara ini menekan Inggris untuk menandatangani sebuah kesepakatan bernama Kesepakatan Garis Merah. Berdasarkan kesepakatan ini, program perminyakan di kawasan berada di bawah pengawasan kedua negara ini, tanpa memberikan sedikitpun kesempatan bagi kekuatan lain untuk hadir di dalamnya.

1932-1934

Kompani-kompani minyak Amerika menemukan kilang-kilang munyak di Bahrain, Saudi Arabia dan Kuwait.


1944

Pemerintah Amerika Serikat memandang minyak Timur Tengah sebagai sebuah strategi kekayaan yang kuat dan merupakan salah satu sumber moneter dunia yang paling bisa diandalkan. Pada sepanjang negosiasi Amerika dan Inggris mengenai pengontrolan minyak kawasan, Rossefelt, Presiden Amerika mempersiapkan sebuah rencana bagi minyak Timur Tengah, kepada Inggris.Ia mengatakan, “Minyak Iran adalah milik Anda, sedangkan minyak Irak dan Kuwait akan kita bagi.Sementara itu, minyak Saudi Arabia adalah milik kami.” Pada tanggal 8 Agustus 1944 dilakukan penandatanganan minyak antara Inggris dan Amerika.

1948-1960

Ibu kota Barat menghasilkan 12,8 milyar dolar dari penggunaan minyak di Timur Tengah. Padahal investasi tetap keduanya hanya berjumlah total 1,3 milyar dolar.

1945-1955

Alih Kekuasaan dan Perang Bebas Nasional

1946

Harry Truman, Presiden Amerika mengabarkan penyerangan super bom ke Uni Soviet dan mengancam negara ini supaya segera keluar dari selatan Iran dan Azerbaijan.

November 1947

Amerika memberikan sebuah rencana kepada PBB untuk membagi Palestina kepada dua pemerintahan Israel dan Arab, dan Israel memiliki 54 persen dari tanah negara ini, sementara pada masa ini jumlah populasi Yahudi hanyalah 1,3 persen.

14 Mei 1948

Terjadi perang antara Israel, Mesir, Irak, Yordania dan Suriah yang bertolak dari keinginan Israel yang ingin mengerahkan kekuatannya dengan dibantu oleh Amerika, untuk mengeluarkan rakyat Palestina dari perbatasan.

Menurut laporan Information Kliring House, serangan Israel telah membuat 800 ribu warga Palestina terpaksa melarikan diri ke arah Lebanon, Yordania, Suriah dan Gaza. Israel berpencar pada 77 persen tanah Palestina, dan Amerika mengakui pemerintahan Yahudi sebagai sebuah pemerintahan yang resmi.


29 Maret 1949

CIA mendeklarasikan keinginannya untuk meruntuhkan pemerintah Suriah kemudian mendudukkan seorang diktator militer di negara ini.

1952

Amerika melakukan penyerangan ke negara Turki dan memperluas pangkalan militernya dan NATO di Timur Tengah.

1953

CIA terlibat dalam peristiwa jatuhnya pemerintahan Mishdaq di Iran, setelah itu Inggris mengembangkan keuntungan minyaknya di negara ini.

Syah Pahlavi menduduki tahta kerajaan, dan memulai program 25 tahun ke depan dalam melakukan penyiksaan, pembunuhan dan penahanan rakyat dengan dalih sanksi dan kejahatan politik.

1955

Amerika menempatkan sistem intelejensi yang kuat di Turki untuk mengawasi Rusia

1956-1958

Keruntuhan dan Perancangannya di Mesir, Irak, Yordania, Suriah, dan Lebanon

Juli 1956

Gamal Abdul Naseer, pemimpin Nasionalis Mesir mengambil persenjataan dari Uni Soviet, dan ini membuat Amerika mengkonsentrasikan kepentingannya di Aswan. Pada bulan Oktober, Inggris, Prancis dan Israel menyerang Mesir untuk mengambil kembali Kanal Suez. Presiden Amerika pada masa itu mengancam, jika Uni Soviet bergabung dengan Mesir, maka Amerika akan menyerang Uni Soviet dengan senjata atom, keberhasilan Amerika dalam memaksa Israel, Inggris dan Prancis untuk keluar dari Mesir, telah membuat Amerika mendeklarasikan keunggulannya di kawasan.

Oktober 1956

CIA merancang sebuah rencana untuk menjatuhkan pemerintahan kiti Suria, dan pada saat yang sama juga membuat rencana untuk menyerang Inggris, Prancis dan Israel.

9 Maret 1957

Kongres Amerika memutuskan program Izan Howard yang berdasarkan program ini Amerika memiliki izin untuk memutuskan diri melakukan intervensi politik dan militer pada setiap program yang berkaitan dengan keamanan bangsa-bangsa Timur Tengah.

April 1957

Setelah terjadi pergolakan anti pemerintah di Yordania, Amerika untuk keenam kalinya memasukkan kapal militernya ke perairan Mediterania untuk melakukan intervensi dengan urusan-urusan internal Lebanon. Pada tahun ini juga, CIA memberikan bayaran-bayaran rahasia kepada Raja Yordania selama satu tahun.

September 1957

Dalam menjawab kebijakan-kebijakan pemerintah Suriah Nasionalis dan para pendukung Uni Soviet, sekali lagi kapal militer Amerika memasuki kawasan perairan Mediterania dan mempersiapkan pasukannya di Yordania, Irak, Turki dan Saudi Arabia.

1958

Bergabungnya Suriah dan Mesir ke Uni Arab, runtuhnya kerajaan kedua Irak dukungan Amerika oleh militer nasionalis, dan pemberontakan rakyat anti Amerika di Lebanon, telah menyebabkan Amerika kembali mengirimkan 70 buah kapal militer lainnya untuk mengontrol kondisi di kawasan.

1957-1958

Rosevelt, Ketua intelejen CIA mempersiapkan paket kegagalan lain dalam menjatuhkan Nasher di Mesir. Pada masa ini media-media Suriah dan Mesir mengumumkan kegagalan rencana spionase di negera-negara ini untuk menjatuhkan Nasher.

1960

Amerika mengubah kebijakan, menjauh dari pemerintahan baru Irak dan bergabung dengan para pemberontak serta berusaha untuk meneror putra Abdulkarim Qasim karena bergabungnya Irak dengan Uni Soviet.

1963

Rezim Qasim di Irak digulingkan untuk mendudukkan Saddam Husain, dan Partai Ba’ath terbentuk dengan dukungan Amerika.

1966

Amerika menjual Persenjataan Atom dan Militer ke Israel.

Juni 1967

Israel dengan bantuan Amerika melakukan perang 6 hari dengan Palestina yang dimulai dari Gaza Timur dan Mesir.

17 September 1970

Dengan dukungan dari Amerika dan Israel, Yordania menyerang Palestina dengan menggunakan perlengkapan militer yang tercanggih, dan menyatakan kesiapannya untuk menyerang perbatasan-perbatasan Lebanon. Amerika mengancam Rusia dengan serangan atom. Dalam konflik ini 5 ribu warga Palestina tewas dan 20 ribu lainnya terluka. Pembantaian ini terkenal dengan julukan September Kelabu.

1973

Amerika memberikan bantuan militer darurat sejumlah dua milyar dolar kepada Israel untuk menyerang Mesir dan Suriah.

Rusia mengecam penyerangan Amerika ke Mesir dan melakukan latihan perang atom untuk menghancurkan serdadu Amerika.

1973-1975

Untuk memperkuat Iran, Amerika mendukung suku Kurdi Irak dan melemahkan penggabungannya dengan Rusia, saat Iran dan Irak bersatu, Amerika menyangkal dukungannya terhadap Kurdi dan menghalangi permintaan suaka Kurdi kepada Iran.

1979 – 1984

Amerika mentarget Yaman Selatan dengan serangan militernya.

Tergulingnya Syah Iran dan Serangan Rusia ke Afghanistan 1978

Dengan bangkitnya revolusi rakyat Iran menentang Syah, Amerika menekannya untuk menekan rakyat, seperti dengan melakukan pembantaian massal di bioskop Raks Obodon dan pembunuhan rakyat di Lapangan Zaleh Teheran

1979

Amerika gagal menyelamatkan Syah dan revolusi Islam Iran dengan kepemimpinan Ayatullah Khomeini mencapai kemenangannya yang menyebabkan Syah melarikan diri.

Jimmy Carter, Presiden Amerika menyatakan Teluk Persia sebagai kawasan utama untuk Amerika dan mengabarkan penyerangan militer untuk mengambil minyak.

Amerika memperkuat Mujahidin di Afghanistan dan selama sepuluh tahun sepakat untuk membantu persenjataan Raja Saudi Arabia dan Mujahidin dengan menghabiskan dana sebanyak 3 milyar dolar.



4 November 1979

Para pengikut Ayatullah Khomeini kepada Kedutaan Amerika mendesak dikembalikannya Syah Pahlavi ke Iran untuk diadili. 55 aktivis di Kedutaan Amerika dipenjara selama 444 hari. Reply With Quote




1980

Amerika mempersiapkan persenjataan terbesar militer di kawasan dan memperkuat moneter negara-negara seperjanjian seperti Turki dan Saudi Arabia.

22 September 1980

Irak menyerang Iran dengan dukungan taktik Amerika. Dengan memberikan dukungan moneter dan militer kepada Irak ini Amerika terlibat dalam perang menentang Iran.

1981

Pemerintahan Reagen secara sembunyi-sembunyi mendorong sekutunya Israel, Korea Selatan dan Turki untuk mempersiapkan militernya menyerang Iran.

1982

Setelah mendapatkan konfirmasi dari Amerika, Israel menyerang Lebanon untuk menekan pasukan-pasukan anti Israel, anti Amerika dan Palestina. Selatan Lebanon hingga tahun 2000 menjadi tanah pendudukan Israel.

14 September 1982

Tercatatnya pembunuhan besar-besaran di Shibra dan Syatila, pendudukan barat Beirut dan tewasnya ribuan warga Palestina di Lebanon di tangan Israel.

1983

Amerika mengerahkan pasukannya ke Lebanon dengan dalih untuk menciptakan perdamaian.Akan tetapi, pada hakikatnya ingin mempertahankan kepentingannya.Namun, dengan hancurnya salah satu dari kapal Amerika, akhirnya pasukan militer ini mundur ke belakang.

CIA melakukan penteroran terhadap Ahmad Dalami, militer Maroko yang berupaya menentang pemerintahan kerajaan negara ini.

Musim Semi 1983

Amerika mentarget dan meledakkan dua buah pesawat milik Iran di perairan Teluk Persia.

1985-1986

Peluncuran sistem spionase baru dalam militer Amerika termasuk teknologi terbaru dalam rudal-rudal anti radar dan rudal-rudal rudal suara anti Iran. Kasus-kasus spionase Amerika anti Iran diungkap dalam surat kabar Asy-Syari’ah Lebanon.

1985

Amerika merancang teror untuk Syeikh Muhammad Syeikh Fadhlullah, pemimpin Syiah Lebanon, yang telah mengakibatkan tewasnya 80 orang.

1986

Saat sebuah bom di salah satu cafe di Berlin meledak dan dua orang Amerika tewas, Amerika menuduh Qadafi dan Libya sebagai dalangnya. Dalam penyerangan balas dendamnya, Amerika melakukan pengeboman udara dan penyerangan ke pangkalan-pangkalan militer Libya, dan mengakibatkan tewasnya 101 orang.

1987

Kapal-kapal militer Amerika memasuki Teluk Persia untuk mencegah pengiriman minyak Irak ke Iran. Amerika melakukan penyerangan ke sebuah pesawat Iran, sebuah peristiwa yang menewaskan 290 orang.

1988

Rezim Irak menyerang Kurdi dengan menggunakan bahan atom. Sejumlah pedesaan dirusak dengan buldozer, Amerika berdiri di samping Irak dalam aksi ini.

Juli 1988

Gencatan senjata antara Iran dan Irak. Lebih dari satu juta warga Irak dan Iran terbunuh.

1989

Pasukan terakhir Uni Soviet meninggalkan Afghanistan. Perang antara Amerika dan Rusia telah memporak porandakan Afghanistan, satu juta warga Afghanistan telah menjadi korban dalam peperangan ini, dan sepertiga penduduk negara ini telah menjadi pengungsi, sementara itu pasukan yang menjadi korban berjumlah 15 ribu personil.

Juli 1990

Duta Amerika di Irak bertemu dengan Saddam Husain dan ia mengancam untuk melakukan penyerangan melawan Kuwait karena persoalan perbatasan minya. Perang karena minyak telah memperburuk hubungan kedua negara ini.

Agustus 1990

Irak menyerang Kuwait. Amerika memasuki Teluk Persia dengan kebencian lamanya terhadap Rusia. Irak dituduh telah menghindar dari penyelesaian-penyelesaian diplomati, Amerika menerapkan sanksinya pada Irak dan bersiap-siap memasuki penyerangan atom kepada Irak.

16 Januari 1991

Setelah enam bulan melakukan penguatan militer, Amerika bersama para sekutunya memulai operasi Badai Sahara. Selama 42 hari penuh Amerika meluncurkan 88 ribu ton bom secara sistematik dari langit Irak. Instalasi listrik dan air di Irak, terputus.

22 Februari 1991

Para sekutu Irak menciptakan 100 jam perang di tanah Irak. Amerika menysup ke selatan Irak. Secara keseluruhan terdapat 100 ribu hingga 200 ribu warga Irak yang terbunuh.

Musim Semi 1991

Muslim Syiah di selatan dan Kurdi di utara bangkit untuk menentang pemerintahan Saddam Husain. Amerika tidak mendukung para pemberontak karena khawatir akan menemui kegagalan, namun pada hakikatnya memberikan ijin kepada pemerintah untuk menekan mereka dari udara.

1991

Irak keluar dari tanah Kuwait dan PBB memerintahkan gencatan senjata, akan tetapi Amerika dan Inggris tetap mendesak dilanjutkannya snksi-sanksi. Amerika melakukan pelarangan terbang di sebagian besar kawasan selatan dan utara Irak.

1991 hingga sekarang

Kehadiran pasukan Irak masih terus berlanjut di Irak. Jumlah personil pasukan yang ada di negara ini sekitar 17 hingga 22 ribu orang.

Maret 1992

Kementrian Pertahanan Amerika dengan bersandar pada penyerangan ke Rusia, mengeluarkan proyek baru dengan nama Tuntunan Rencana Pertahanan, “Tujuan akhir kami di Timur Tengah dan Asia Selatan adalah menetap dan memperkuat kekuasaan di luar negeri dan terjangkaunya perminyakan kawasan di tangan Amerika dan Barat.”

1993

Para politikus Amerika berkumpul di Oslo, Norwegia untuk merancang perdamaian antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina. Kesepakatan berasas pada keunggulan Amerika dan Israel. Bangsa Palestina hanya berhak terhadap sebagian kecil wilayah negara, sementara yang lainnya dikuasai ole Israel dan sama sekali tidak ada susunan rencana untuk 4 juta pengungsi Palestina.

1993

Serangan Udara Amerika ke Irak dengan Dalih Penyerangan dan Teror yang Gagal Terhadap Bush

1995

Dimulainya sansi-sansi perekonomian, bisnis dan minyak terhadap Iran sebagai kelanjutan sansi-sansi yang telah ada sebelumnya sejak kemenangan revolusi. Dengan dalih karena Iran tengah berupaya untuk meraih persenjataan atom.

1995


Turki menyerang Kurdi di selatan Irak dengan dukungan Amerika, penyerangan ini telah menewaskan 35 orang.

1998

Kongres Amerika menyatakan program pembebasan Irak dengan memberikan hadiah 100 juta dolar untuk menggulingkan Saddam Husain.

Agustus 1998

Setelah menyerang Kedutaan Amerika di Tanzania, Bush, Presiden Amerika, di Kenya memutuskan untuk menghancurkan Bin Laden dan mengirimkan 75 senjata militer berat ke Afghanistan.

Pada tahun ini juga, Amerika mengebom sebuah pabrik pembuat obat di Sudan, dengan dalih karena memproduksi bahan kimia, kemudian mengumumkan bahwa tindakannya ternyata salah.

16-19 September 1998

Dimulainya rencana penyerangan Amerika dan Inggris ke Irak dalam operasinya yang bernama Serigala Sahara, alasan dari operasi ini adalah ditemukannya persenjataan pemusnah massal biologi dan cemikal di negara ini. setiap hari Amerika dan Inggris melakukan pengeboman dan penyerangan udara.

Januari 2001

Kesepuluh tahun perang Amerika di Irak, dan sanksi-sanksi yang terus berlanjut. PBB mengabarkan kematian 28 ribu penduduk dan 4500 anak-anak dalam sepanjang tahun-tahun penyerangan ini. 

Pemimpin Dunia bermata Reptil, Alien atau Iblis?


Memang ini semua tak masuk akal, tapi ternyata ada beberapa bukti konkrit, nyata, bahkan terekam oleh kamera, tak bohong dan tidak ada kerusakan pada kamera ataupun kerusakan pixel atau monitor, namun SEMUA YANG TERLIHAT ADALAH NYATA.

Walau tidak semuanya, namun misteri demi misteri tentang teori konspirasi kini semakin banyak terlihat dan terbongkar. Mungkin karena semakin canggihnya pengetahuan, luasnya media dan teknologi yang dapat merekam kejadian dimana-mana.

Mulai dari meningkatnya penampakan UFO, simbol-simbol pemuja setan bahkan hingga kehadiran makhluk asing seperti Alien atau Extra Terrestrial (E.T).

Salah satunya adalah karena kini hampir setiap individu apalagi di kota-kota besar seluruh dunia telah memiliki kamera dan video dari ponsel yang selalu dibawa individu tersebut dimana saja, kapan saja dan kemana saja.


Ada konspirasi tingkat tinggi yang baru lagi, mengenai kehadiran entah in keberadaan alien atau pemuja setan (demon/lucifer/satan) di dalam diri pemimpin-pemimpin manusia di Bumi.

Konspirasi ini terbentuk karena ada hal aneh di dalam bola mata para “manusia aneh” tersebut. Yaitu bola mata yang terlihat seperti jenis reptilia (binatang melata).

Bentuk retina mata yang oval secara horisontal seperti biasanya, justru terlihat vertikal, idihhh..! Ya, mirip reptil..! Dan ini bukanlah isapan jempol. Di youtube, video-video tentang ini sudah mulai banyak diupload.


Dan parahnya justru diantaranya para pemimpin dunia, khususnya para selebritis di dunia barat yang lebih banyak dan dominan dalam mempengaruhi tatanan dunia yang baru, ya Dunia Baru atau New World Order.

Memang tidak masuk akal, namun justru “ketidakmasukakalan” inilah yang diharapkan oleh mereka, para manusia disisi gelap ataupun para pemuja setan.

Karena dengan “tidak masuk akalan” inilah mereka para pengamat teori konspirasi tentang keberadaan mereka justru akan terbantah, diabaikan dan dicemoohkan.

Cemoohan dan juga hujatan ini bisa datang karena berbagai alasan, mulai karena peng-edit-an atau penambahan efek terhadap gambar dan video tersebut karena semakin canggihnya teknologi video dan visual dewasa ini.


Tetapi lepas dari itu, biasanya teori tetap akan menjadi teori selama belum dapat terkuak. Namun dibalik itu banyak teori yang juga diakui kebenarannya diakui kenyataannya, walau teori tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tetapi jika teori itu tetap tak bisa dibuktikan secara ilmiah, maka teori ini akan selalu terus terangkat, sangat manusiawi karena merupakan suatu sifat manusia akan rasa keingintahuan yang begitu besar akan sesuatu yang nyata namun aneh diluar nalar mereka.

Namun jika teori itu benar, maka akan banyak pertanyaan yang harus dijawab: apakah mereka? siapakah mereka? entiti? kelainan genetik? penyakit? atau mungkinkah alien yang menyusup ke badan mereka?


Atau mungkinkah mereka disusupi oleh jiwa atau raga alien berjenis reptil, seperti film Star Trek atau MIB? bisa jadi itu suatu kemungkinan dalam hal berfikir, atau hanyalah pemikiran yang bodoh?

Banyak saintis yang mempercayai memang ada suatu kemungkinan yang sangat besar bahwa alien ada yang berjenis reptil, namun itupun hanya sekedar teori.

Selama itu teori dan belum dapat dibuktikan, maka bisa jadi hanyalah isapan jempol persis seperti pada beberapa abad lalu ketika bercerita tentang motor, mobil, komputer, nuklir, kapal selam, kapal induk, pesawat terbang, satelit bahkan pesawat ulang-alik.

Banyak saintis beranggapan bahwa alien sudah mengunjungi Bumi jutaan tahun lalu, ya jutaan tahun lalu. Dan hingga kinipun, mereka masih tetap memantau kemajuan, perkembangan dan keadaan di Bumi.


Mungkinkah alien berjenis reptil ingin menguasai Bumi dengan cara menyusupi raga para pemimpin-pemimpin dunia yang berpengaruh?

Namun ironisnya, mereka yang tersusupi belum tentu merasa tersusupi. Karena jika terasa, maka mereka yang tersusupi akan berontak atau tingkah lakunya pasti aneh dan justru akan mencurigakan banyak orang disekelilingnya.

Lalu apakah kemungkinan yang lain? mungkinkah jiwa setan bermata reptil yang menyusup dan merasuki ke dalam badannya? Mengingat hampir semua dari para pemimpin-pemimpin negara yang bermata reptil tersebut adalah mengikut dan pemuja setan seperti anggota freemasonry, masonic dan illuminati serta skull and bone.

[IMG]http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/06/reptilian-with-dinosaurs-walk-****ther.jpg?w=300&h=199[/IMG]

Kadang, mereka memang mengikuti ritual-ritual pemanggilan setan dan iblis secara khusus yang sangat dirahasiakan, bisa juga melalui ujian mirip hipnotisasi dan cuci otak yang membuat mereka tidak sadarkan diri dalam beberapa saat mirip kerasukan ataupun kesurupan. Pada saat itulah ada “sesuatu” yang dapat memasuki raga mereka, seakaan mereka menjadi “zombie” dan dapat “disetir”.

Mengingat kebanyakan dari mereka justru para pemimpin-pemimpin negara besar dan berpengaruh di muka Bumi. Sangatlah berbahaya karena mereka sangat berpengaruh bagi ratusan juta umat manusia serta mereka dapat mengatur tatanan hidup milyaran orang banyak. Maka tidak menutup kemungkinan… mereka adalah incaran kedua makhluk tadi, alien atau iblis..!


Beberapa diantara pemimpin atau mantan pemimpin dunia tersebut adalah George Bush Senior, George Bush Junior, juga PM Australia mantan Kristen yang kini atheis, Julia Gillard.

Bahkan presiden Barack Obama juga diisukan telah menganut aliran kelompok ini atau bisa juga “dicekoki” atau diwajibkan mengikuti ritual dari kelompok hitam ini sebagai “kurikulum wajib” untuk menjadi presiden Amerika.

Pemujaan terhadap iblis dan setan sudah ada di Bumi dari ribuan tahun yang lalu seiring adanya manusia. Seperti yang tertulis di dalam kitab-kitab suci agama samawi atau juga dikenal sebagai agama Abrahamic (Judaisme, Kristen dan Islam) bahwa setan telah terbukti, selalu terbukti dan akan selalu terbukti untuk menjerumuskan manusia ke dalam jurang kebiadaban, ketidak tenteraman, kerusakan, kehancuran dan semua jenis kegelapan dan semua hal yang bersifat negatif.


Mereka para alien jahat ataupun para pemuja setan bahkan iblisnya itu sendiri selalu ingin menguasai, mempengaruhi dan mendominasi planet Bumi. Agar mudah, mereka ingin mengatur hanya dengan satu acuan dan satu pemimpin jahat (New World Order).

Mereka itulah para makhluk jahat yang selalu ingin manusia di muka Bumi ini untuk mempersoalkan masalah perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (S.A.R.A.) untuk selalu saling bermusuhan, saling membenci, saling perang, saling balas dendam, iri, dengki, unmoral dan lainnya selama ribuan tahun lalu, hingga kini dan hingga ke masa yang akan datang hingga akhir zaman. Maka itulah kenapa Tuhan menurunkan kitab-kitab melalui “para Nabi” namun selalu dikotori oleh orang-orang dari golongan mereka.


Tetapi itu semua kembali kepada umat manusia di seluruh muka planet Bumi, yang memiliki kepercayaan akan benarnya keberadaan Tuhan.

Dialah yang telah menciptakan jagat raya beserta isinya yang maha luas tak terbatas dan tak terkira ini agar seluruh ciptaannya yang memiliki iman dan “nur” cahaya hati untuk selalu merapatkan barisan untuk melawan mereka yang ada di sisi kegelapan.

Tuhan telah jelas-jelas memperingatkan kita semua, bahwa musuhmu adalah NYATA. Namun semua tergantung umat manusianya selama masih mempersoalkan S.A.R.A. maka tujuan melawan kekuatan iblis takkan pernah selesai…….. mau bersatu atau tidak..?

Berikut beberapa video hasil investigasi beberapa orang tentang teori ini dan penampakannya:

Gaya Nyentrik Tatto dan Rokok Menteri Susi Pujiastuti Kabinet Jokowi

Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-M. Jusuf Kalla mengangkat wanita yang tak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Siapa dia?

Dikutip Bisnis dari laman resmi Maskapai Penerbangan Susi Air, Minggu (26/10/2014), disebutkan Susi Pudjiastuti merupakan pemilik sekaligus CEO Susi Air.



Susi Pudjiastuti lahir pada 15 Januari 1965, pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Wanita ini adalah pemilik dan Presdir Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan PT ASI Pudjiastuti Aviation.

PT ASI Pudjiastuti Marine product adalah perusahaan yang bekerja dalam bidang eksportir hasil-hasil perikanan. Sedangkan PT ASI Pudjiastuti Aviation adalah perusahaan operator penerbangan Susi Air yang berasal dari Jawa Barat.

Susi AIR memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Jenis-jenis pesawat tersebut yaitu Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Sebagian besar pesawat ini dioperasikan di daerah luar Jawa seperti Papua dan Kalimantan.


Maskapai Susi Air ini menjelajah ke sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan, menjelajah wilayah yang jarang terjamah, seperti Cilacap, Pangandaran, Nusa Tenggara, Ambon, Papua, Kalimantan dan lain-lain.

Susi yang lahir dan besar di Pangandaran ternyata hanya memiliki ijasah SMP. Dia memang sempat mengenyam pendidikan SMA di Yogyakarta, namun dikeluarkan pada saat kelas II SMA. Susi Pudjiastuti hanya mengenyam pendidikan hingga SMA. Bahkan, pada saat ia berusia 17 tahun, ia sudah memutuskan untuk berhenti sekolah.

Ia memutuskan berhenti sekolah pada saat kelas II SMAN Yogyakarta. Alasannya, karena Susi aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Dengan alasan tersebut, Susi pun dikeluarkan dari sekolah. Setelah itu, ia mulai bekerja berbagai macam pekerjaan dengan hanya modal ijazah SMP.

Susi sudah mengalami tiga kali pernikahan. Suami terakhirnya adalah Christian von Strombeck. Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara). Dari suami terakhir inilah, Susi mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan.
==============================

Tercatat, Susi mengawali bisnis maskapai penerbangan pada 2004 setelah sebelumnya dia menjadi eksportir perikanan dengan memiliki 2 unit pesawat. Pada 2013 lalu, Susi Air telah berkembang dengan memiliki 49 unit pesawat yang menghubungkan ratusan rute penerbangan di kota-kota terpencil di Tanah Air.

Pada 2012 lalu, Susi Air meraup pendapatan mencapai Rp300 miliar dan telah melayani lebih dari 200 penerbangan perintis di Indonesia.

Pada 1983, Susi mengawali bisnis sebagai pengepul ikan di Pantai Pangandaran. Perkembangan bisnisnya terbilang pesat sehingga dia mendirikan pabrik pengolahan ikan pada 1996 dengan nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product.

Pesawat yang dibeli seharga Rp20 miliar tadinya hanya untuk mengangkut produk lobster dan ikan segar kemudian berubah setelah terjadi Tsunami Aceh pada 2004.

Cessna Susi tercatat menjadi pesawat pertama yang mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di wilayah terisolir. Akhirnya, istri dari mekanik pesawat asal Jerman Christian Von Stombeck itu mengubah arah bisnis dengan mendirikan maskapai penerbangan.

Quote:
Berikut jabatan yang diduduki Susi Pudjiastuti:

1. CEO of PT. ASI Pudjiastuti (Marine).
2. CEO of PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
3. CEO of PT ASI Pudjiastuti Flying School (Susi Flying School).
4. CEO of PT ASI Geosurvey.
5. Board of Advisor of HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia).
6. Independent Environmental Activist.
7. Ketua Komite Pembangunan UKM Kadin Indonesia

Berikut penghargaan yang diterima Susi Pudjiastuti:

1. People of The Year 2013; by MNC Group Newspaper (Koran Sindo), 2014.
2. Award For Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy; APEC Women and the economy summit (WES),
3. U.S; by APEC, 2011.
4. Ganesha Widya Jasa Aditama Award; by Institut Teknologi Bandung, 2011.
5. The Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award; by Ministry of Cooperative & SMEs, 2010.
6. Sofyan Ilyas Award, by Ministry of Marine Affair and Fisheries, 2009.
7. The Best Indonesia Berprestasi Award; by PT. Excelcomindo Pratama, 2009.
8. Saudagar Tatar Sunda, by KADIN of West Java, 2008.
9. Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, by Governor of West Java, 2008.
10. Award for Economics, Inspiring Woman Award for Economics; by Metro TV, 2006.
11. Pelopor Ekspor Ikan Laut; by Governor of West Java, 2005.
12. Young Entrepreneur of the Year; by Ernst and Young Indonesia, 2005.
13. Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise; by President of RI, 2005.
14. Pelopor Wisata; by West Java Department of Culture & Tourism, 2004.
15. Purwa Citra Priangan, Peningkatan Kehidupan Nelayan; by Pikiran Rakyat, 2004.
Merokok, Susi Jadi Contoh Buruk Bagi Anak


Susi kemudian ramai juga diperbincangkan di Twitter karena terlihat diwawancarai oleh wartawan TV dengan rokok di tangannya. Ada yang mengkritik penampilan Susi dengan rokoknya namun banyak juga yang membela.

Perilaku merokok di depan umum yang ditunjukkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dinilai bisa memberi efek buruk bagi sosialisasi kesehatan bagi anak Indonesia.

"Menteri harus menjadi figur panutan hidup sehat bagi semua anak Indonesia, termasuk tidak menjadi perokok," ujar anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, Senin (27/10).

Susanto menjelaskan, menteri seyogyanya tidak merokok karena akan menjadi contoh buruk. "KPAI berharap kabinet kerja mampu mengatasnamakan perlindungan anak di setiap kebijakan pembangunan serta menjadi indikator figur ramah anak," jelas dia.

Dia juga berharap para menteri tidak menjadi pelaku kekerasan atau pengabaian terhadap anak. Sebagian besar netizen mengkritik penampilan Susi saat diwawancarai TV. Saat itu, tangannya memegang rokok.

Quote:
Ini Tato Bergambar Burung Phoenix di Kaki Bu Menteri Susi Pudjiastuti


Gambar seni di betis Susi tersebut bergambar burung phoenix. Ini adalah burung api mitologi dari Mesir kuno dimana digambarkan sebagai burung yang mati oleh api dan dilahirkan kembali dari api.
Bos Susi Air itu ramai dibicarakan karena hobi merokok dan memiliki tato di kaki. Bahkan, Susi nekat merokok di halaman Istana usai Jokowi mengumumkan nama-nama menteri.

Quote:
"Setop dulu dong, biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” kata Susi saat hendak diwawancarai wartawan di halaman Istana Merdeka, Minggu 26/10/2014) malam.
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product yang kini menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan itu tampil nyentrik dibandingkan dengan 33 menteri lainnya. Rambutnya berwarna coklat.
Quote:

Gaya bicaranya ceplas ceplos. Dia tak sungkan duduk di tangga Istana saat akan diwawancarai media massa. Susi gemar menghisap cerutu Kuba.

Kenaikan BBM 1 November, Kado Pertama Pemerintahan Jokowi?


Di tengah penyusunan kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014. Dengan begitu, harga baru BBM berlaku mulai 1 November.

Quote:
Jelas ini "kado" pahit dari pemerintah baru pimpinan Jokowi-Kalla. Jokowi-JK akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter. "Ini seperti rencana semula, naik Rp 3.000 per liter," ujar salah satu sumber tersebut, Kamis (23/10/2014). Ini artinya, BBM bersubsidi akan naik 46,1 persen, dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per liter. Kenaikan ini akan menghemat anggaran Rp 20 triliun.
Bersamaan dengan kenaikan harga BBM, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin. Ada 20 juta keluarga miskin yang akan mendapatkan "guyuran" dana dari pemerintah. Jumlah ini naik dari jumlah orang miskin penerima kompensasi kenaikan harga BBM dua tahun lalu yang hanya 15,5 juta kepala keluarga.

Berkaca pada masa itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan langsung sementara sebesar Rp 150.000 per bulan per rumah tangga miskin. Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 per liter, bantuan berlangsung selama empat bulan kepada 15,5 juta orang. Dengan skema sama, pemerintah baru harus menyediakan dana bantuan sosial Rp 9,3 triliun. Padahal, APBN-P 2014 cuma mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk cadangan sebagai antisipasi kenaikan BBM.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, APBN-P 2014 tak bisa memberikan bantuan seperti 2013 jika harga BBM naik Rp 3.000 per liter. "Dana yang ada hanya bisa memberikan kompensasi 2-3 bulan saja," Rabu (22/10/2014).

Dengan penerima bantuan lebih besar, dapat dipastikan dana kompensasi harus bertambah. Pemerintah Jokowi harus meminta tambahan anggaran baru ke parlemen. Ini belum tentu mulus, mengingat kubu oposisi menguasai parlemen. Di DPR, Koalisi Merah Putih menguasai 353 kursi atau 63 persen suara, sedangkan Jokowi-JK yang didukung Koalisi Indonesia Hebat hanya 207 kursi atau 37 persen. KIH pasti harus menyerah jika harus voting untuk menambah dana kompensasi.

Ecky Awal Mucharam, anggota DPR dari Fraksi PKS (anggota KMP) menegaskan, partainya sejak awal menolak kenaikan harga BBM karena ini akan mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Satya Yudha, anggota DPR dari Partai Golkar, mengatakan, kenaikan harga BBM hak pemerintah. Namun, pemerintahan Jokowi harus cermat menghitung penghematan anggaran dan alokasinya untuk kegiatan produktif.

Minyak Indonesia Paling Ditakuti Dunia

Salah satunya yang paling berpotensi adalah minyak nabati Indonesia bersama Malaysia menjadi dua negara yang beruntung dikaruniakan lahan-lahan subur yang sangat mendukung tumbuh kembangnya produk-produk minyak nabati seperti kelapa sawit dan kelapa. Utamanya kelapa sawit, kedua negara ini telah menjelma menjadi dua raksasa pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Posisi bergengsi ini mengancam Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menjadi penguasa minyak nabati berbahan kedelai, kanola, dan bunga matahari. Mereka begitu takut minyak sawit akan mengandaskan lahan-lahan maha luas milik mereka yang selama ini memasok kebutuhan bio-diesel dunia. Solusi jangka pendeknya adalah,




"Hancurkan sawit Indonesia dengan berbagai cara."

Strategi licik teranyar yang dilakukan AS adalah mengeluarkan surat peringatan dari Enviromental Protection Agency (EPA) yang menyatakan bahwa emisi minyak sawit (CPO) Indonesia kurang dari 20% emisi minyak fosil. Pemilik lahan dan eksportir CPO di Indonesia dan Malaysia pun kelabakan dengan surat itu, ekspor CPO akan terancam di seluruh dunia karena EPA juga banyak dijadikan acuan di negara-negara lain. Bahkan di Eropa, mereka menetapkan minimum emisi adalah 35%. Tak heran Indonesia dan Malaysia pun menuduh AS dan Eropa sudah menetapkan kebijakan proteksi membabi buta dan sudah melanggar ketentuan WTO yang mengharamkan negara-negara anggotanya mempersulit masuknya produk dari negara anggota lainnya.

Ketakutan : Terancam!

Quote:
Tak heran jika melihat tingkah laku AS dan Eropa yang begitu ketakutan dengan minyak nabati Indonesia dan Malaysia. Satu-satunya alasan kuat mengapa mereka melakukan proteksi itu adalah karena selama ini produk minyak nabati mereka berasal dari kedelai, kanola, dan bunga matahari. Bayangkan, sawit hanya membutuhkan lahan seluas 5% namun memberika kontribusi produksi dunia sebesar 32%. Sementara, kedelai menggunakan lahan seluas 42% namun hanya memberikan kontribusi produksi dunia hanya 25%. Produksi sawit 10 kali lebih besar dari pada kedelai, 6 kali lebih besar dari pada kanola, dan 8 kali lebih besar dari pada bunga matahari. Singkat kata, sawit bisa menjadi pembunuh minyak nabati AS dan Eropa.

Siasat pun dilakukan oleh otoritas AS dan Eropa dengan menggandeng LSM Internasional, termsuk Green Peace, untuk mengkampanyekan kerusakan lingkungan akibat tanaman sawit. Meskipun pejabat Green Peace di Indonesia membantah bahwa mereka menjadi kaki tangan untuk menghancurkan sawit Indonesia. Namun, setidaknya laporan dari The Taxpayers Alliance (sebuah lembaga pengawasan penggunaan dana pajak di Inggris) mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Di laporan itu terungkap bahwa uang pajak rakyat Inggris dan negara-negara Eropa mengalir ke 10 LSM Internasional, termasuk Green Peace. Uang pajak itu digunakan untuk mengkampanyekan isu deforestasi di kawasan Asia dengan tujuan untuk melemahkan daya saing industri sawit Asia terhadap minyak nabati Eropa.

Di Indonesia sendiri, gerakan Green Peace dikecam oleh banyak pihak termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Majelis Ulama Indonesia, DPR dan banyak pihak yang peduli dan muak terhadap kongkalikong LSM Internasional dengan pemilik-pemilik kepentingan kapitalis barat.

Sebenarnya, sebelum serangan terhadap minyak sawit Indonesia, produk minyak kelapa (kopra) sudah lebih dulu babak belur dihajar konspirasi dagang AS dan Eropa. Jika pada sawit isu yang dihembuskan adalah masalah lingkungan hidup, untuk minyak kelapa adalah pada bahaya kolestrol. Motifnya tetap sama, yaitu melindungi minyak kedelai, bunga matahari dan minyak jagung mereka yang merajai pasar minyak goreng. Padahal, minyak kelapa Indonesia sudah dipakai ratusan tahun, dan secara ilmiah sudah terbukti bahwa orang-orang Indonesia zaman dahulu yang mengkonsumsi minyak kelapa justru jauh dari kolestrol, obesitas (kegemukan) dan penyakit kardiovaskular. Bandingkan dengan warga AS yang menempati urutan pertama di dunia yang memiliki warga obesitas! Orang-orang Indonesia dan Asia justru baru belakangan terserang wabah kolestrol dan obesitas setelah banyak produk-produk pangan AS dan Eropa yang kaya kandungan kolestrol menyerbu masuk ke pasar Asia.

Terus Membabi Buta


Citra buruk kelapa dibangun secara berkelanjutan, bertahap, meluas, menakut-nakuti masyarakat dengan hasil-hasil penelitian sepihak oleh lembaga-lembaga yang diduga kuat telah dibiayai oleh industrialis minyak goreng AS dan Eropa. Pangkalnya, sejak perang dunia kedua selesai, penjualan minyak kelapa sudah jauh melampaui minyak kedelai produksi AS sendiri.

Era 1960-an pun diramaikan dengan hasil riset yang menyatakan bahwa di dalam minyak kelapa terkandung kolestrol jahat dan memicu penyakit kardiovaskuler. Saat yang sama, asosiasi produsen minyak kedelai AS berkampanye besar-besaran dengan mendompleng pada hasil-hasil riset tersebut. Semua industri di AS kompak menyerang minyak kelapa. Industri farmasi dan pelangsing tubuh sepakat memberika label "bebas minyak tropis (kelapa)" untuk menunjukkan citra bahwa minyak kelapa sangat berbahaya. Ironisnya, saat yang sama AS justru mengekspor merek-merek junk foot (cepat saji) ke seluruh dunia, yang jelas-jelas mengandung kolestrol tinggi. Ini politik dua muka AS yang sangat menjijikan.