Tampilkan postingan dengan label Mistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mistik. Tampilkan semua postingan

Pemimpin Dunia bermata Reptil, Alien atau Iblis?


Memang ini semua tak masuk akal, tapi ternyata ada beberapa bukti konkrit, nyata, bahkan terekam oleh kamera, tak bohong dan tidak ada kerusakan pada kamera ataupun kerusakan pixel atau monitor, namun SEMUA YANG TERLIHAT ADALAH NYATA.

Walau tidak semuanya, namun misteri demi misteri tentang teori konspirasi kini semakin banyak terlihat dan terbongkar. Mungkin karena semakin canggihnya pengetahuan, luasnya media dan teknologi yang dapat merekam kejadian dimana-mana.

Mulai dari meningkatnya penampakan UFO, simbol-simbol pemuja setan bahkan hingga kehadiran makhluk asing seperti Alien atau Extra Terrestrial (E.T).

Salah satunya adalah karena kini hampir setiap individu apalagi di kota-kota besar seluruh dunia telah memiliki kamera dan video dari ponsel yang selalu dibawa individu tersebut dimana saja, kapan saja dan kemana saja.


Ada konspirasi tingkat tinggi yang baru lagi, mengenai kehadiran entah in keberadaan alien atau pemuja setan (demon/lucifer/satan) di dalam diri pemimpin-pemimpin manusia di Bumi.

Konspirasi ini terbentuk karena ada hal aneh di dalam bola mata para “manusia aneh” tersebut. Yaitu bola mata yang terlihat seperti jenis reptilia (binatang melata).

Bentuk retina mata yang oval secara horisontal seperti biasanya, justru terlihat vertikal, idihhh..! Ya, mirip reptil..! Dan ini bukanlah isapan jempol. Di youtube, video-video tentang ini sudah mulai banyak diupload.


Dan parahnya justru diantaranya para pemimpin dunia, khususnya para selebritis di dunia barat yang lebih banyak dan dominan dalam mempengaruhi tatanan dunia yang baru, ya Dunia Baru atau New World Order.

Memang tidak masuk akal, namun justru “ketidakmasukakalan” inilah yang diharapkan oleh mereka, para manusia disisi gelap ataupun para pemuja setan.

Karena dengan “tidak masuk akalan” inilah mereka para pengamat teori konspirasi tentang keberadaan mereka justru akan terbantah, diabaikan dan dicemoohkan.

Cemoohan dan juga hujatan ini bisa datang karena berbagai alasan, mulai karena peng-edit-an atau penambahan efek terhadap gambar dan video tersebut karena semakin canggihnya teknologi video dan visual dewasa ini.


Tetapi lepas dari itu, biasanya teori tetap akan menjadi teori selama belum dapat terkuak. Namun dibalik itu banyak teori yang juga diakui kebenarannya diakui kenyataannya, walau teori tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tetapi jika teori itu tetap tak bisa dibuktikan secara ilmiah, maka teori ini akan selalu terus terangkat, sangat manusiawi karena merupakan suatu sifat manusia akan rasa keingintahuan yang begitu besar akan sesuatu yang nyata namun aneh diluar nalar mereka.

Namun jika teori itu benar, maka akan banyak pertanyaan yang harus dijawab: apakah mereka? siapakah mereka? entiti? kelainan genetik? penyakit? atau mungkinkah alien yang menyusup ke badan mereka?


Atau mungkinkah mereka disusupi oleh jiwa atau raga alien berjenis reptil, seperti film Star Trek atau MIB? bisa jadi itu suatu kemungkinan dalam hal berfikir, atau hanyalah pemikiran yang bodoh?

Banyak saintis yang mempercayai memang ada suatu kemungkinan yang sangat besar bahwa alien ada yang berjenis reptil, namun itupun hanya sekedar teori.

Selama itu teori dan belum dapat dibuktikan, maka bisa jadi hanyalah isapan jempol persis seperti pada beberapa abad lalu ketika bercerita tentang motor, mobil, komputer, nuklir, kapal selam, kapal induk, pesawat terbang, satelit bahkan pesawat ulang-alik.

Banyak saintis beranggapan bahwa alien sudah mengunjungi Bumi jutaan tahun lalu, ya jutaan tahun lalu. Dan hingga kinipun, mereka masih tetap memantau kemajuan, perkembangan dan keadaan di Bumi.


Mungkinkah alien berjenis reptil ingin menguasai Bumi dengan cara menyusupi raga para pemimpin-pemimpin dunia yang berpengaruh?

Namun ironisnya, mereka yang tersusupi belum tentu merasa tersusupi. Karena jika terasa, maka mereka yang tersusupi akan berontak atau tingkah lakunya pasti aneh dan justru akan mencurigakan banyak orang disekelilingnya.

Lalu apakah kemungkinan yang lain? mungkinkah jiwa setan bermata reptil yang menyusup dan merasuki ke dalam badannya? Mengingat hampir semua dari para pemimpin-pemimpin negara yang bermata reptil tersebut adalah mengikut dan pemuja setan seperti anggota freemasonry, masonic dan illuminati serta skull and bone.

[IMG]http://indocropcircles.files.wordpress.com/2011/06/reptilian-with-dinosaurs-walk-****ther.jpg?w=300&h=199[/IMG]

Kadang, mereka memang mengikuti ritual-ritual pemanggilan setan dan iblis secara khusus yang sangat dirahasiakan, bisa juga melalui ujian mirip hipnotisasi dan cuci otak yang membuat mereka tidak sadarkan diri dalam beberapa saat mirip kerasukan ataupun kesurupan. Pada saat itulah ada “sesuatu” yang dapat memasuki raga mereka, seakaan mereka menjadi “zombie” dan dapat “disetir”.

Mengingat kebanyakan dari mereka justru para pemimpin-pemimpin negara besar dan berpengaruh di muka Bumi. Sangatlah berbahaya karena mereka sangat berpengaruh bagi ratusan juta umat manusia serta mereka dapat mengatur tatanan hidup milyaran orang banyak. Maka tidak menutup kemungkinan… mereka adalah incaran kedua makhluk tadi, alien atau iblis..!


Beberapa diantara pemimpin atau mantan pemimpin dunia tersebut adalah George Bush Senior, George Bush Junior, juga PM Australia mantan Kristen yang kini atheis, Julia Gillard.

Bahkan presiden Barack Obama juga diisukan telah menganut aliran kelompok ini atau bisa juga “dicekoki” atau diwajibkan mengikuti ritual dari kelompok hitam ini sebagai “kurikulum wajib” untuk menjadi presiden Amerika.

Pemujaan terhadap iblis dan setan sudah ada di Bumi dari ribuan tahun yang lalu seiring adanya manusia. Seperti yang tertulis di dalam kitab-kitab suci agama samawi atau juga dikenal sebagai agama Abrahamic (Judaisme, Kristen dan Islam) bahwa setan telah terbukti, selalu terbukti dan akan selalu terbukti untuk menjerumuskan manusia ke dalam jurang kebiadaban, ketidak tenteraman, kerusakan, kehancuran dan semua jenis kegelapan dan semua hal yang bersifat negatif.


Mereka para alien jahat ataupun para pemuja setan bahkan iblisnya itu sendiri selalu ingin menguasai, mempengaruhi dan mendominasi planet Bumi. Agar mudah, mereka ingin mengatur hanya dengan satu acuan dan satu pemimpin jahat (New World Order).

Mereka itulah para makhluk jahat yang selalu ingin manusia di muka Bumi ini untuk mempersoalkan masalah perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (S.A.R.A.) untuk selalu saling bermusuhan, saling membenci, saling perang, saling balas dendam, iri, dengki, unmoral dan lainnya selama ribuan tahun lalu, hingga kini dan hingga ke masa yang akan datang hingga akhir zaman. Maka itulah kenapa Tuhan menurunkan kitab-kitab melalui “para Nabi” namun selalu dikotori oleh orang-orang dari golongan mereka.


Tetapi itu semua kembali kepada umat manusia di seluruh muka planet Bumi, yang memiliki kepercayaan akan benarnya keberadaan Tuhan.

Dialah yang telah menciptakan jagat raya beserta isinya yang maha luas tak terbatas dan tak terkira ini agar seluruh ciptaannya yang memiliki iman dan “nur” cahaya hati untuk selalu merapatkan barisan untuk melawan mereka yang ada di sisi kegelapan.

Tuhan telah jelas-jelas memperingatkan kita semua, bahwa musuhmu adalah NYATA. Namun semua tergantung umat manusianya selama masih mempersoalkan S.A.R.A. maka tujuan melawan kekuatan iblis takkan pernah selesai…….. mau bersatu atau tidak..?

Berikut beberapa video hasil investigasi beberapa orang tentang teori ini dan penampakannya:

Misteri Penampakan Makhluk Halus di Istana Presiden

Kawan,, hantu itu bisa muncul di mana saja. Di dalam Istana Presiden di Indonesia pun menyimpan banyak cerita misteri serta cerita penampakan makhluk halus. Benarkah ada "penunggu" di setiap ruangan Istana Presiden? Berikut ini sejumlah penampakan makhluk misterius yang sempat membuat heboh selama beberapa waktu lalu:

Istana Bogor
Cerita ini berasal dari sekelompok peserta penataran yang suatu waktu datang ke Istana Bogor. Ada seorang peserta yang berbuat jahil. Saat melihat sebuah patung perunggu berwujud wanita tanpa busana, peserta yang satu ini tertawa-tawa terbahak-bahak sambil meletakkan bulu-bulu wol di bagian intim patung tersebut.

Ternyata keesokan harinya dia mendapati kejadian yang sangat mengejutkan. Bulu-bulu wol serupa dengan yang dia letakkan di patung itu sudah ada di di dalam kantung celananya. Dia pun mengeluarkan komentar yang kasar, karena saat itu mengira ada teman yang jahil padanya.

Kemudian pada saat makan terjadi kejadian serupa. Peserta yang satu ini tersedak hingga terbatuk-batuk. Tapi ketika dia memuntahkan benda yang menyangkut di tenggorokannya, baru diketahui bahwa itu adalah bulu-bulu wol yang digunakan ketika ia jahil. Bukannya kapok, peserta ini malah menantang pengganggunnya.

Sampailah pada saat makan , tanpa sebab yang jelas ia tersedak , hingga terbatuk-batuk. Anehnya begitu dikeluarkan dari tenggorakan yang tertelan adalah bulu-bulu karpet. Benar saja pada malam hari terdengar ia berteriak-teriak ketakutan. Menurut pengakuannya, ia akan diterkam makhluk misterius yang sangat mengerikan.

Ibu Hartini Soekarno pun dulu sempat berucap bahwa di istana Bogor ada "penghuninya". Ia pernah melihat seorang tamu yang tak kasat mata saat memasuki Ruang Presiden.


Istana Cipanas

Istana Kepresidenan Cipanas terletak di kaki Gunung Gede. Istana ini termasuk bangunan tua yang didirikan oleh arsitek Belanda bernama Van Heots. Pembangunannya dilakukan pada 1740 di atas areal seluas 26 hektar dengan luas bangunan 7.760 meter persegi.

Karena bangunan lama, istana ini cukup seram dan menakutkan. Masyarakat sekitar mengatakan sering terjadi penampakan di sekitar lingkungan Istana.

Istana Negara Yogyakarta


Seorang paranormal (yang tidak disebut namanya) pernah diminta tolong oleh Paspampres untuk mengatasi gangguan mahluk halus yang sangat misterius. Setelah dilihat oleh si paranormal tersebut, gangguan itu ternyata berasal dari kekuatan kitab stambul yang sering berpindah secara ghaib di sekitar istana.

Istana ini zaman dulunya merupakan Gedung Agung bernama Loji Kebon. Bangunannya bergaya Eropa dan didirikan pada 1824. Selain soal gangguan mahluk halus, pada saat-saat tertentu juga sering terdengar suara misterius prajurit yang baris-berbaris, namun tak berwujud.

Istana Presiden Jakarta


Istana Negara di Jakarta ini juga tak lepas dari cerita misteri. Sejumlah penampakan dan kejadian misterius sempat terjadi. Salah satunya adalah yang dialami oleh Inayah, putri mendiang Gus Dur.

Putri mendiang Gus Dur sudah biasa mendengar suara-suara aneh yang muncul di Istana. Malah seringkali TV yang dalam posisi off bisa mendadak hidup sendiri.

Kemudian di wilayah sayap kiri Istana Negara, dekat kantor staf kepresidenan sering terdengar suara musik tanpa wujud. Suara musik itu tepatnya berada di kamar mandi, di depan dapur Istana.

Kejadian paling mengejutkan adalah soal meja marmer yang tiba-tiba pecah berkeping-keping ketika dipindahkan oleh Paspamres. Padahal marmer tersebut mestinya semakin kuat seiring makin tua.

Meja marmer tersebut pecah berantakan sesaat setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani dokumen pengangkatan Albert Hasibuan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk bidang HAM menggantikan Jimly Assidiqie. Peristiwa ini membuat Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono kaget. Begitu juga para tamu dan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang hadir dalam acara tersebut.

Misteri Mantra dalam Naskah-Naskah Keraton


PUSAKA Inadonesia terhampar luas dari puncah gunung, pusat-pusat kota tua, pedesaan, candi, hingga pulau-pulau dan lautan beserta isinya, termasuk juga seni budaya. Keanekaragaman alam dan budaya yang ada di Nusantara ini merupakan”Pusaka Bangsa” yang dapat memperkuat semangat “Bhinneka Tunggal Ika”. Salah satu sumber informasi kebudayaan daerah yang sangat penting artinya dalam upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional adalah naskah-naskah kuna. Pada dasarnya naskah-naskah lama itu merupakan dokumen budaya yang berisi data dan informasi tentang pikiran, perasaan, dan pengetahuan dari suatu etnik atau kelompak sosial budaya tertentu, sekaligus sebagai unsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat yang melahirkan dan mendukung naskah-naskah tersebut.

Karena itu, peninggalan suatu kebudayaan berupa naskah, termasuk dokumen yang paling menarik bagi para peneliti kebudayaan lama. Artefak sebagai peninggalan sejarah berbentuk puing bangunan seperti candi, istana raja, pemandian suci, dan lain sebagainya, bisa memberi kesan mengenai keagungan budaya lama. Namun, peninggalan berbentuk sisa bangunan itu belum sanggup memberi informasi langsung yang mencukupi mengenai kehidupan sosial budaya masyarakat yang membangunnya. Karena hal itu hanya dapat kita ketahui lebih mendalam melalui peninggalan dalam bentuk naskah.

Pada masanya naskah-naskah itu mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai pegangan kaum bangsawan untuk naskah-naskah yang berisi silsilah, sejarah leluhur, dan sejarah daerah mereka, sebagai alat pendidikan untuk naskah-naskah yang berisi pelajaran agama dan etika, sebagai media menikmati seni budaya seperti naskah-naskah yang berisi cipta sastra atau karya seni, dapat menambah pengetahuan untuk naskah-naskah yang berisi berbagai informasi ilmu pengetahuan, dan sebagai alat keperluan praktis kehidupan sehari-hari untuk naskah-naskah yang berisi primbon dan sistem perhitungan waktu serta doa-doa yang bisa disebut mantra.

Seminar Nasional yang mengetengahkan masalah naskah-naskah kuna Nusantara ini, diharapkan dapat mempublikasikan kandungan isi naskah-naskah Nusantara, khususnya mantra, dalam upaya mengungkapkan kekayaan budaya bangsa. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki warisan kekayaan khazanah manuscript yang tergolong terbesar di dunia (tercatat di Perpustakaan Nasional mendekati angka 10.000 eksemplar 2), yang dituangkan melalui tulisan tangan sejak berabad-abad silam. Lewat tulisan tangan itu, masyarakat mengungkapkan ide-ide relegiusnya mengenai manusia dan semesta alam. Di dalam naskah yang tersebar di seantero Nusantara itu, terdapat teks yang mengandung nilai-nilai kebenaran” kebajikan dan keindahan.

Memang tidak semua komunitas masyarakat Nusantara memiliki dan menyimpan khazanah pernaskahan tersebut. Tidak semua kelompok etnis di Nusantara memiliki peninggalan tradisi tulis berupa naskah. Di Indonesia ada sekitar 500-an suku, etapi yang memiliki naskah tradisional, antara lain suku Jawa, Sunda, Bali, Sasak, Batak, Madura, Rejang Lebong, Aceh, Melayu dan Bugis.

Ada ribuan naskah tradisional yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang memerlukan penanganan serius. Lewat Seminar ini diharapkan menjadi bukti usaha memelihara, mengembangkan dan meneruskan warisan budaya bangsa. Naskah tradisional sebagai peninggalan sejarah dan intelektual bersama nilai-nilai ultural dan religius masyarakat, untuk dapat bangkit menjadi bangsa yang cendekia, erbudaya dan arif di hadapan tantangan globalisaisi.

NASKAH KUNA DI DALAM KERATON

BANYAK naskah kuna di dalam Keraton yang disebut kawruh, piwulang atau pitutur-Iuhur dari para leluhur yang dikemas dalam pelbagai naskah yang tersimpan sebagai pus aka. Naskah itu bisa berupa Babad, Serat, Sastra pewayangan, Sastra Suluk dan sejenisnya

Babad umumnya berisi tentang sejarah kerajaan atau tokohnya, Serat berisi tentang ajaran-ajaran atau piwulang atau kisah dalam dunia pewayangan, khususnya kisah Mahabarata dan Ramayana, Suluk berisi ajaran mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, ajaran moral, dan lain-lain. Babad bukan sejarah dalam arti historis kronologis, tetapi lebih sebagai alat tutur-luhur yang berisi petuah dan nasihat.

Sastra pengaruh India mendominasi Jawa dalam waktu yang cukup lama, karena baru pada jaman Majapahit muncul pembaharuan sastra Jawa dengan lahirnya Kitab Negarakertagama. Sastra ini mereformasi mitologi India yang sudah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat Jawa, yang tokoh-tokohnya kemudian diganti dengan tokoh-tokoh Majapahit secara riil.

Setelah agama Islam masuk, muncullah kitab Suluk Seloka, berisi ajaran serta tuntunan bersatunya makhluk dengan Tuhannya. Berbeda dengan pandangan Jawa-Hindu, seseorang hanya bisa berhubungan dengan Tuhan, kalau dia itu pendeta, raja dan. pujangga. Mereka inilah yang dapat bersatu dengan dewa. Sedangkan kitab-kitab Suluk Seloka mengajarkan seseorang dapat berhubungan dengan Tuhannya tanpa perantara, dan ini berarti suatu penghargaan individu yang sangat tinggi.

Pada jaman Islam ini, muncul naskah-naskah berisi mantra-mantra yang berciri mitologi Islam, seperti Kitab Ambiya Jawi, Serat Anggit Kidung Berdonga, Serat Puji, yang masih tersimpan di Keraton Yogyakarta. Lahir pula Sastra Piwulang, seperti Serat Nitisruti, Serat Nitipraja, dan Serat Sewaka, yang ketiganya berisi petunjuk cara mengabdi kepada raja dan cara memerintah.

Bentuk metrum macapat juga muncul dalam karya sastra sejarah seperti Babad Giyanti, Babad Pakepung, Babad Prayut dan sebagainya. Pada jaman itu muncul karya futuristik yang digubah barangkaii kita dapat bercemrin diri akan keberadaan kita sekarang. Tatkala Pangeran Mangkubumi bergerilya di kawasan Kedu dan Kebanaran pernah berujar secara bersahaja, yang dikutip dalam Babad Giyantl: “Satuhune Sri Narapati Mangunahnya Brangti-Wljayanti”‘. Ucapan itu menunjukkan keprihatinan beliau, bahwa kultur Barat sebagai akses gencamya politik kolonialisme Belanda yang mencekik, akan membuat raja-raja Jawa terkena demam asmara dan lemah-lunglai tanpa daya.

Keadaan ini harus dihadapi dengan “wijayanti”, untuk bisa berjaya dan tampil sebagai pemenang. Maka dianjurkannya: ‘puwarane sung awerdi, gagat-gagat wijayai”’, untuk menjadi pemenang, seorang Raja haruslah meneladani sikap tulus tanpa pamrih, agar bisa menyambut cerahnya hari esok yang laksana biru nirmala.

Ungkapan ini rasanya ada paralelisme sejarah dengan keadaan sekarang, di saat menghadapi hantaman derasnya arus globalisasi mengharuskan kita bersiap diri untuk meningkatkan kualitas dalam semua aspek kehidupan. Selain harus “eling Ian waspada” menghadapi berbagai godaan dan cobaan di zaman Kala-Tida ini, di mana banyak hal yang diliputi oleh keadaan yang serba “tida-tida” –penuh was-was, keraguan clan

 MANTRA KONSEPSI HINDU

KONON, mantra berasal dati kata “man”, yang berarti pikiran, dan “tra”, yang berarti alat. Jadi “mantra” berarti “alat dari pikiran”. Pengertian mantra menurut Mantra Yoga adalah sebagai berikut :


Quote:
“Mantras (or mantrams) are words, phrases, or syllables, which are chanted thoughtfully and with growing attention”

["Mantra/mantram adalah kata-kata, ungkapan atau suku-kata yang secara khusuk dilagukan berulang-ulang dengan konsentrasi yang semakin meningkat"].


Mantra adalah suatu idiom atau kata khusus yang mempunyai arti tersendiri. Bahkan, menyimpan kekuatan dahsyat yang terkadang sulit diterima akal sehat. Dan menurut ajaran agama Hindu, mantra adalah kata- kata yang diyakini sebagai wahyu yang diterima oleh manusia pilihan, sebagai alat komunikasi khusus dengan Tuhan atau dewa-dewa yang merupakan manifestasi dari kekuatan-Nya. Karena itu tidaklah mengherankan kalau mantra begitu dikeramatkan, dan tidak boleh sembarang orang mengucapkannya sebelum pemah mewinten (disucikan secara ritual). Selain itu, tidak boleh pula diucapkan di tempat-tempat yang tidak pantas. Demikianlah konsep mantra menurut Hindu.

Dalam bahasa Latin kita mengenal kata alpha dan omega. Alpha berarti awal dan omega, akhir. Dalam agama Hindu kedua kata ini disingkat dengan kata “Om” (awal-akhir), yang berasal dari kata Aum atau semangat Sabda Allah yang menciptakan melestarikan dan mentransformasikan mantra Hindu: “Asato Ma Sat Gamayo”, yakni “Bimbinglah aku dari dunia maya ke dunia Nyata”.

Aum terdiri dari tiga huruf yakni A, U, dan M. A adalah simbol Dewa Brahmana, wujud Tuhan dalam waktu menciptakan alam semesta ini. Konon, pada waktu mengucapkan huruf “A” itu, bentuk mulut mulai terbuka. Kemudian huruf “u” adalah simbol Dewa Wisnu, manifestasi Tuhan dalam waktu memelihara dan melindungi alam. Saat mengucapkan huruf ini, bibir dipanjangkan seperti sikap melindungi bagian dalam dari mulut itu sendiri. Ada pun huruf “M” adalah simbol Dewa Siwa, manifestasi Tuhan yang mengembalikan segalanya ke asalnya. Pada waktu mengucapkan huruf ini, bibir kelihatan terkatup rapat kembali sebagaimana asalnya sebelum terbuka.

Setelah masuknya Islam, pemantraan masih tetap dikenal dalam khasanah mistik kita. Mungkin, hanya istilah-istilah saja yang berbeda, misalnya ajian, jampi dan lain sebagainya, seperti dalam Kitab Mujarobat. Sebenarnya istilah-istilah tersebut tetap mengandung arti sama, yang (dipercaya) menyimpan tuah tertentu. Berkaitan penggunaan kata “Om”, dalam mantra-mantra bemafaskan Islam umumnya lalu diganti dengan “Bismillahirrohmanirrohim”, yang hakikatnya sama.



MANTRA DI LINGKUNGAN KERATON


Quote:
“MUHAMMAD kang mengku Rasa”, demikian bunyi mantra kaligrafis (rajah penolak bala) di bangsal Kencana Keraton Yogyakarta. Dari sini menjadi jelas, bahwa pengertian dan penerapan mantra tidak hanya diucapkan atau dinyanyikan, tetapi dapat pula “dimantrakan” pada berbagai medium, seperti bangunan (disebut rajah, tertulis dalam aksara Jawa/Arab), pusaka, azimat, gamelan, kereta, bedhaya (misalnya bedhaya Semang), sesaji dengan segala uba-rampe-nya (Gunungan Sekaten, berbagai kakawin, kitab, primbon, babad, serat, yang segala uba-rampe-nya ( Gunungan Sekatenlabuhan), serta benda-bendalain.
Mantra yang awalnya merupakan doa (donga) yang bersifat privat dan vertikal-spiritual –karena diyakini sebagai wahyu Tuhan (dalam pemahaman agama Hindu)– telah berkembang ke sifatnya yang horisontal-kuItural. Dalam pengembangan sifatnya yang kedua ini, mantra dapat menjadi media defensif atau agresif sebagai kanuragan untuk pertahanan diri atau guna-guna, yang keduanya bisa mengandung tujuan positif atau pun negatif.

Mantra di lingkungan Keraton banyak tersebar di berbagai kakawin, kitab, primbon, babad, serat, yang umumnya diselipkan di dalam isi naskah yang beraksara Jawa dengan aksara Arab (pegon). Selain itu, ada yang sudah melekat (built-in) pada pusaka Keraton karena terbawa oleh sejarah pembuatan atau perolehan pusaka itu sendiri.

Sebagai contoh Kumbang Ali-ali yang berbentuk cincin, pusaka Keraton Kasultanan Yogyakarta. Pusaka ini memang kurang diketahui masyarakat umun. Bentuknya sederhana tetapi punya nilai historis tinggi. Sebab cincin itu pemah digunakan Pangeran Mangkubumi ketika masih muda untuk menempa diri. Bersama pendherek-nya, beliau mesu-raga dan olah-kebatinan di sepanjang Kali Pepe, Surakarta. Sesungguhnya latihannya sederhana, cincin dilepas dan dilemparkan ke dalam sungai. Kemudian Pangeran Mangkubumi menyelam mencari cincin tersebut sampai mendapatkannya kembali.

Mengapa Pangeran Mangkubumi gemar berlatih menyelam di Kali Pepe? Kalau dicermati mengandung ajaran yang sangat dalam. Bukankah sungai merupakan sumber hidup bagi semua makhluk di dunia? Air dalam pemahaman Jawa berkaitan dengan rasa. Dengan demikian sebenarnya Pangeran Mangkubumi melakukan olah-rasa untuk menemukan sumber hidup sejati, yang tiada lain adalah Sang Maha Pencipta sendiri sebagai sumber kehidupan adikodrati.

Nama sungainya adalah Kali Pepe. Pepe merupakan perwujudan protes anak manusia menantang sinar matahari. Ini merupakan perlambang niat dan tekad yang kuat untuk ‘maneges’ mencari kehendak Allah yang sejati. Mencari cincin di dalam sungai merupakan sebuah perlambang pencarian sekaligus membentuk raga, agar siap diri sebagai sosok pemimpin dalam menghadapi segala cobaan.

Penyelaman yang demikian lama ketika mencari harus menahan nafas, menutup ‘babahan hawa sanga’ atau berkonsentrasi, bertujuan menemukan cincin yang merupakan tanda ikatan antara Manusia dengan Tuhan Sang Maha Pencipta-Nya. Ikatan batin ini perlu dijaga, sebab dalam pemahaman Jawa huruf pertama aksara Jawa: ‘Ha’ mengandung makna: “Hananira wahananing Hyang”. Bahwa manusia itu ada, sebenarnya merupakan gambaran dari Allah sendiri. Oleh karena itu manusia wajib menjaga citra Allah di dalam dirinya.

Ketika menjalankan laku ini Pangeran Mangkubumi mencoba menyelami substansi makna pitutur-luhur yang termuat dalam tembang lama, seperti ini:

“Urip iku pindha pesate warastra saka gandewa tang pinenthang. Lamun mleset siikii Lesane mbilaeni”.

[Hidup ibarat anak panah yang melesat dari busur yang direntangkan. Jika tidak mengenai sasaran, bisa berbahaya].


Konon, pernah terjadi perdebatan tentang berbagai Kitab Jawa Kuna: Arjuna Wiwaha, Bima Suci, Ramayana, dan ayat-ayat Al-Qur’an yang direkam dalam Serat Cebolek. Dalam forum itu, Pangeran Mangkubumi datang terlambat karena baru berperang melawan ama-menthek (setan anak kecil yang dipercaya menyebabkan kerusakan tanaman padi). Dengan berpegang pada ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai mantra, beliau dapat mengalahkan raja menthek, yang kemudian mengabdikan diri kepadanya.

Apabila di kemudian hari Mangkubumi dalam kedudukannya sebagai Sultan Hamengku Buwono I bertapa di tengah air di kompleks Taman Sari, baginya air bukanlah sekadar tempat among-suka, melainkan tempat menunaikan laku demi masyarakat petani. Tradisi pembuatan kolam di sekitar istana, juga sudah terlihat di Keraton Plered yang dibangun Sultan Agung pada bagian akhir pemerintahannya dengan membendung Sungai Opak dan Winanga. Sesungguhnya Taman Sari adalah bangunan irigasi dalam konteks peradaban kota pra-industri dalam membangun oriental despotisme yang membuat ketergantungan kaum tani kepada para elite kerajaan.

Mengingat pada zaman Serat Cebolek, Mangkubumi dimitoskan sebagai penakluk raja menthek, kiranya pada waktu pembangunan Taman Sari 25 tahun kemudian, mitos ini masih tetap melekat. Masjid kecil di Taman Sari yang hanya dapat dimasuki lewat lorong bawah air Sumur Gumuling, diperkirakan berfungsi sebagai tempat samadi beliau untuk menjinakkan raja menthek yang telah ditundukkan olehnya.

Menurut hemat saya, deskripsi dan analisis Prof. Dr. Alexander Sudewa dalam Pidato Pengukuhannya itu, perlu kita cermati bersama saat akan melakukan renovasi kompleks Taman Sari dalam rangka kerjasama dengan Pemerintah Portugal.

Dalam konteks mantra lainnya, dapat diilustrasikan dari Kitab Wedha- Mantra, yang masih tersimpan di Museum Sanabudaya. Kitab itu memuat ngelmu kebatinan Kangjeng Sunan Kalijaga. Pada bab “Masaalah Dhikir” yang ada kemiripannya dengan cara penulisan puisi “Tamba Ati’” karya Sunan Bonang, seperti di bawab ini:

Quote:
“Iki bab masaalah dhikir, iku ana nem prakara. Kang sapisan iku dhikir Suwul arane, tegese dhikir iya anteng ing napas. Kang kapindho iku dhikir Suwul- istilah arane, dhikir iya tegese anyipta gurune, angadeg ana netrane alise. Kang taping telu iku dhikir Istilah -ruk-iyat arane, tegese dhikir iya ilange ‘ilmune. Kang kaping pat iku dhikir Suwul ngeski arane, tegese ilang birahine.Kang kaping lima iku dhikir Suwul- ngiskiyah arane, tegese dhikir iya ilange liyepe kari lengude.Kang kaping nem iku dhikir Nakisbandiyah arane, tegese iya dhikir ngilangake kahanan kabeh, iya kari mung wujudullah, ing dalem isbat Ian ilange alip, iku dadi lah-hu, Ian ilange lam awal, iku dadi lah-hu, Ian ilange lam akhir, iku dadi hu, lan ilange hu, iku dadi ora ana lapale iya ora ana jamane, ora ana tuduhe, iya ora ana maknane, iya mung kari jumeneng ing dzatullah, iya jumeneng kalawan dhewe” *).
Selanjutnya jika kita membuka Kitab Mantra-Yoga, di sana termuat “Aji kadigdayan Kasenapaten”, wasiat Kangjeng Panembahan Senapati Ingalaga Matararam tentang ilmu kekebalan terhadap segala macam senjata api. Untuk mencapai tataran kebal seperti itu harus disertai laku “nyirik wohing dami kinukus” selama 40 hari 40 malam, dengan mantra:

“Salfa llahu ‘alaihi wassalam bis ayar-ayar, akas mimis kandut, kita tobat rambut, kita pasumbon talingan kita, gisig suh, braja ampuh, sira nembaha marang ingsun, hining na’iyat sagedining, hining ma’iyat sagedining, hining ma’iyat sagedining” *).

Sebagimana telah diuraikan, mantra-mantra yang termuat dalam naskah-naskah kuna di Keraton tersebar-sebar di berbagai bagian isi naskah, dan umumnya tertulis dalam aksara Arab. Penelitian yang tuntas, menurut pendapat saya, perlu dilakukan oleh para ahli, bukan sekadar dengan transliterasi dan translasi ke huruf Latin. Tetapi hendaknya dapat disusun sedemikian, sehingga kita dapat menggali dan memahami maknanya. Siapa tahu kelak, isinya bisa menjadi sumbangan dalam mengukuhkan jatidiri bangsa ke depan.

 SERAT CEBOLEK: SEBUAH ILUSTRASI

KARENA akhir-akhir ini banyak menjadi wacana dalam komunitas Islam, mungkin ada manfaatnya jika saya mengulas barang sekilas Serat Cebolek karya Kiai Mutamakkin (yang tersimpan di perpustakaan KHP Widya Budaya Keraton Yogyakarta dengan judul: “Suluk Cebolek Gedhe”). Konon, serat ini ditulis R. Ng. Yasadipura I ( 1729-1803 ) -yanf berdasarkan penelitian Riklefs, olehnya diragukan sebagai karya Yasadipura .

Serat ini mengisahkan pertentangan antara ajaran Islam “ortodoks” dengan Islam “heterodoks” (“menyimpang”). Islam ortodoks diwakili oleh Ketib Anom, ahli agama dari Kudus, sernentara Islam heterodoks diwakili Kiai Mutamakkin dari desa Cebolek, Tuban. Dikisahkan, bahwa Kiai Mutamakkin telah mengajarkan “ilmu hakikat” kepada khalayak ramai, ajaran yang dianggap sesat oleh para ulama. Ketib Anom melaporkan hal ini kepada pihak Kerajan Kartasura di Solo. Pengadilan kemudian dilakukan atas diri Kiai Mutamakkin.

Kisah dalam Serat ini, tampaknya lebih memihak para ulama yang mewakili ajaran Islam ortodoks. Tetapi sebuah teks dari desa Kajen, Pati,mengisahkan “serat” yang berbeda, di mana Kiai Mutamakkin justru dipandang sebagai pihak yang benar. Kisah Kiai Mutamakkin ini mewakili pola yang hampir “tipikal” dalam sejarah Islam: pertentangan antara “ilmu lahir” dan “ilmu batin”, ilmu hakikat dan ilmu syari’at, Islam ortodoks dan Islam heterodoks, “serat resmi,’” dan “serat rakyat’. Apakah ketegangan- ketegangan dalam tubuh Islam sekarang ini bisa dilihat, antara lain, melalui kisah Kiai Mutamakkin ini?

Oleh Gus Dur aliran Mutamakin ini disebutnya sebagai model keempat, yaitu model Jawa yang menyatakan hubungan Islam dengan kekuasaan, di mana memposisikan Islam bukan sebagai oposisi, tetapi mengembangkan kultur Islam yang berbeda altematif) terhadap pemahaman kekuasaan yang ada.


Sebagai bahan banding, ada baiknya jika kita membuka Serat “Sastra Gendhing” (Kesucian Jiwa) karya Sultan Agung, naskah yang lebih tua dari Serat Cebolek, yang antara lain memuat bait tembang Sinom:

Quote:
“Pramila gendhing yen bubrah, gugur sembahe mring Widdhi, Batal wisesaning shalat, tanpa gawe ulah gendhing, Dene ngran tembang gendhing, tuk ireng swara linuhung, Amuji asmane Dhat, swara saking osik wadhi, Osik muiya entaring cipta-surasa “
.

Sultan Agung menegaskan” bahwa kesalahan orang dalam mempelajari agama Islam kebanyakan terletak pada kecenderungan untuk mudah dimabukkan oleh arus syariat. Diperingatkan olehnya, bahwa pedoman yang harns diingat-ingat ialah:

“Syariat tanpa hakikat adalah kosong. Sebaliknya hakikat tanpa syariat menjadi batallah shalat seseorang”.

Jadi hakikat dan syariat kedua-duanya penting. Meskipun demikian, hakikatlah yang harus diutamakan, sebab memahami hakikat lebih sukar daripada melihat syariat. Jika orang mengutamakan syariat tetapi meninggalkan hakikat, berarti sarna

dengan mengej ar kulit dan melupakan isi. Ibarat orang memakai baju tetapi tak bernyawa. Demikianlah petunjuk Sultan Agung yang membekali kita dalam ibadah.

Dalam terjemahan bebas, ungkapan di atas berarti demikian:

“Jika syariat sembahyang tidak dituntun oleh kesucian jiwa, maka batallah shalat seseorang. Dan tak ada perlunya orang memelihara hidup kebatinan, apabila tidak berisi usaha mengagungkan Dhat Allah”.

Quote:
Petunjuk Sultan Agung itu ada persamaannya dengan kritik Prof Dr. Ahmad Syalabi. Dalam bab yang berjudul .’Mempelajari raga tanpa mempelajari jiwa”, sarjana-ulama Mesir dari Universitas Cairo itu mengecam keras ulama-ulama Mesir abad-20, yang secara dangkal melihat semua segi kehidupan beragama dari segi materiilnya saja .

SEBUAH PERENUNGAN

MANTRA tergolong dalam ritual mistik kejawen, yang merupakan cara berpikir fllosofis manusia Jawa tentang hidup, manusia, dunia dan Tuhan. Sinkretisme, simbolisme dan sufisme dalam budaya spiritual Jawa sering disebut falsafah hidup Jawa, sikap hidup yang bertujuan mencari kesempurnan hidup melalui pangawikan (ngelmu) sangkan-paraning dumadi dan manunggaling kawula-Gusti .

Sri Susuhunan Paku Buwono V memberikan pesan spiritual dalam Serat Centhini, sebagai berikut:

Quote:
“Aywa lunga yen tan wruha, ingkang pinaranan ing purug, lawan sira aywa nadhah, yen tan wruha rasanipun, aywa nganggo-anggo siraku, yen tan wruh ranning busana, weruh atakon tuhu, bisane tetiron nyata”.
Kutipan ini memberikan wawasan batin terhadap sesama, agar berhati- hati dalam menjalankan hidup. Diharap agar tahu betul dari mana dan akan ke mana hidup kita. Dengan kata lain kita harus benar-benar memahami landasan laku mistik kejawen, yaitu ngelmu sangkan-paraning dumadi.

Pesan serupa juga pemah diberikan Sunan Kalijaga yang tersimpul dalam tembang Dhandhanggula seperti di bawah ini II:

“Urip iku ing donyo tan lami, upamane jebeng menyang pasar, tan langgeng neng pasar bae, tan wurung nuli mantuk/ mri wismane sangkane nguni ing mengko aja samar, sangkan-paranipun yen asale sangkan-paran duk ing nguni aja nganti kesasar”.


Pesan tembang di atas menghendaki bahwa hidup di dunia ini tidak lama. Ibarat manusia pergi ke pasar, akan segera pulang ke rumah asalnya. Karena itu jangan sampai ragu-ragu terhadap asal-usulnya, agar jangan sampai salah jalan. Pesan ini menunjukkan, bahwa manusia hidup di dunia sekadar “mampir ngombe”, karena suatu ketika akan kembali ke haribaan Tuhan, sebagaimana halnya tumpuan sangkan-paraning dumadi.

Bukankah kedua pesan dalam naskah kuna ini ada relevansinya dengan intro kalimat di awal tulisan ini:

“Sebaik-baik limo adalah Berdoa kepada Allah SWT .”? Agar dengan demikian, kita dapat menangkap makna terdalam dari ungkapan: “Ana-nira, Ana- Ningsun”, serta menjauhi sikap: “Sapa sira, Sapa lngsun”.

Misteri Kebun Raya Bogor


Kebun Raya Bogor tak hanya dikunjungi pelancong yang ingin melihat koleksi ribuan jenis flora. Namun ada sebagian kecil pengunjung yang punya tujuan lain. Yakni ziarah ke makam Eyang Ratu Galuh. Letaknya di salah satu sudut Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor dibangun atas gagasan seorang Belanda bernama Reindwart pada 18 Mei 1817. la adalah seorang ahli pertamanan dan pengamat anggrek. Mulanya, Reindwart meng¬anggap Bogor sebagai tempat yang tepat untuk mendirikan sebuah taman kota dengan ukuran cukup luas. Alasan Reinwardt memilih kota Bogor untuk hutan kota ini memang tidak salah.

Dengan dikelilingi gunung hijau, udara sejuk dan curah hujan yang cukup tinggi, Bogor memang sangat memungkinkan untuk mempunyai sebuah hutan kota. Kebun Raya Bogor termasuk kawa¬san pembudidayaan aneka jenis flora yang usianya cukup tua di dunia. Di balik keindahannya, tak banyak orang tahu jika di kebun seluas 87 hektar ini ternyata terdapat situs sebuah kerajaan yang sampai saat ini masih sangat misterius.


Memang, kebanyakan orang yang datang ke Kebun Raya Bogor, hanya sekedar untuk rekreasi dan melepas penat dari rutinitas kerja sehari-hari. Akan tetapi, hanya sedikit yang tahu bila di kebun yang angker ini ternyata terdapat makam Ratu Galuh, raja besar yang sangat berpengaruh ketika kerajaan Galuh Pakuan masih berdiri kokoh pada zamannya.

Kejadian aneh

Quote:
Menurut Abdurahman (45), juru kunci makam Ratu Galuh, banyak orang hilir mudik di Kebun Raya, bahkan di sekitar makam Ratu Galuh itu sendiri. Mereka tak menyadari jika tempat yang mereka pijak adalah wilayah keramat dari kerajaan Galuh Pakuan. Mereka hura-hura, pacaran, bahkan buang air kecil di sembarang tempat. Belum lagi perlakuan semberono lainnya.
Abdurahman menceritakan, pernah salah seorang pengujung tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri dan ketika siuman suaranya berubah. Kebun Raya Bogor memang bukan tempat sembarangan. Kawasan itu masih dinaungi karomah Eyang Ratu Galuh. "Ternyata dia kemasukan dedemit penjaga jembatan gantung,” kata Abdurrahman.


Memang banyak pengunjung mengalami kejadian aneh yang sulit diterima oleh akal sehat. Beberapa waktu lalu, dua orang muda-mudi sedang asyik bercumbu di bawah pohon waru besar. Sang pria pamit untuk buang air kecil, namun ketika kembali ia tak menemukan kekasihnya. Bahkan setelah ditunggu berjam-jam sang kekasih itu tak pula kunjung datang. Karena putus asa, lelaki yang bernama Abidin itu langsung pulang.

Esok harinya, dengan keluarganya dan keluarga pacarnya ia kembali mencari-cari ke setiap pelosok kebun tersebut. Hasilnya tetap nihil, bahkan saat itu aparat keamanan Kebun Raya pun ikut membantu mencari gadis yang hilang tadi. Sayang, hingga hari menjelang sore sang gadisNtetap tidak diketahui di mana rimbanya. Lalu seorang aparat keamana berinisiatif minta bantuan juru kunci makam Ratu Galuh. Setelah diselidiki sang juru kunci, gadis yang sebut saja bernama Nita itu, ternyata masih ada di sekitar Kebun Raya.

Dari hasil komunikasi juru kunci dengan makhluk gaib penghuni Kebun Raya diketahui, ternyata Abidin dan Nita, beberapa saat sebelum Nita menghilang keduanya sempat melakukan perbuatan tidak senonoh. Mereka sempat melakukan hubungam layaknya suami isteri. Dengan sangat menyesal, Abidin mengakui segala perbuatannya. Melalui proses yang cukup rumit, akhirnya juru kunci pun mempersilahkan mereka kembali.

Quote:
"Jika penghuni gaib itu, mengampuni perlakuan kalian, Nita akan kembali besok sore. Namun jika tidak Nita akan menjadi budak di alam gaib," tutur Abdurahman.
Kebun Raya Bogor memang menyimpan sejuta misteri, beberapa tempat angker di sana masih dihuni makhluk halus sebagai tempat tinggal mereka.

Syukur, nasib Nita masih beruntung. Setelah empat hari raib ia kembali terlihat di areal Kebun Raya. Namun kondisi Nita saat itu sangat mengkhawatirkan, ia seperti orang kehilangan akal. Tertawa cekikian seperti kuntilanak dan kadang menangis tersedu seperti orang sakit hati. Akhirnya Nita dikembalikan pada keluarganya.

Jangan sembrono


Abdurahman menyarankan agar pengunjung Kebun Raya tidak sembrono dan jangan sekali-kali berlaku tidak senonoh. Kalaupun kelakuan tak senonoh itu tidak diketahui orang lain, namun hal itu tetap diketahui makhluk halus penghuni Kebun Raya ini. "Kebun ini dibangun sebagai tempat rekreasi dan istirahat keluarga. Kalau pun mau pacaran silahkan, tapi jangan kelewatan," tuturnya.

Quote:
Masih menurut penuturan Abdurahman, kerajaan makhluk halus penghuni Kebun Raya Bogor khususnya dan seluruh kota Bogor umumnya sebenarnya terpusat di makam Ratu Galuh. Dalam sejarah tak tertulis Kerajaan Galuh Pakuan, Ratu Galuh dipercaya sebagai permaisuri Eyang Prabu Siliwangi. Sayang, tak secuilpun catatan tersimpan yang dapat membuktikan eksistensi Ratu Galuh sebagai isteri Sang Prabu Siliwangi. Bahkan keberadaan sang prabu sendiri masih menjadi pertanyaan di masyarakat. Namun demikian toh masyarakat Jawa Barat (Sunda-Red.) tetap mengakui eksisteni Prabu Siliwangi sebagai raja dan cikal bakal nenek moyang mereka.

Bahkan, beberapa kalangan spiritualis meyakini, Kebun Raya Bogor semula adalah Taman Sipatahunan, Taman Sari dari kerajaan Galuh Pakuan. Seiring dengan hancurnya kerajaan itu, mereka seakan ingin meninggalkan bukti kepada para penerusnya, bahwa di tanah itu pernah ada suatu kerajaan yang besar dan berjaya. Oleh karena itu jangan heran, jika pada bulan-bulan tertentu banyak para sepuh yang datang ke Kebun Raya Bogor untuk mengambil air Sipatahunan, air kehidupan yang diyakini hanya keluar sekali dalam setahun.

Kisah Mistis Tebing Keraton Ciburial Bandung


Akhir-akhir ini ada satu tempat wisata yang tengah naik daun di Bandung. Yaitu Panorama alam Tebing Keraton di daerah Ciburial, Dago Bandung. Pemandangan alamnya yang eksotis dari sebuah tebing menghadap hamparan awan, hutan pinus, bukit dan gunung. Ternyata dibalik keindahan alam Tebing keraton menyimpan kisah misteri dan kisah mistis yang menarik bagi para pengunjungnya. Sebuah kisah mistis Tebing Keraton Ciburial Bandung. Kisah misteri yang mengiringi pesona alamnya yang menawan.

Jika kita foto dari atas, seakan kita sedang melayang. Indah luar biasa. Karena sebab itu juga bukit ini dikenal dengan bukit Instagram. Namun Di balik keindahan nan elok itu, ada beberapa kisah berbalut mistik. Kisah-kisah yang beredar di masyarakat ini boleh saja dipercaya atau tidak.

Masyarakat setempat biasanya, hidup dengan filosofi dan kebijakan yang juga mesti disikapi dengan bijak oleh pendatang. Masyarakat hidup di tempat yang udaranya menjadi hirupan dan keseharian mereka, tanahnya menghidupi mereka, sehingga mereka lebih memahami kondisi setempat dan warga pendatang harus menghormatinya.

Masyarakat setempat umumnya mengenal bukit dan tebing itu dengan nama Pasir (bukit) Jontor ada juga yang menyebutnya Cadas Jontor. Disebut jontor disebabkan postur batu yang menjorok ke depan, persis seperti bibir habis ditonjok. Tebing ini terletak di Desa Ciburial RW 10 di Kampung Ciharegem.

Menurut Dede Insan salah seorang warga, penamaan bukit Jontor menjadi Tebing Keraton, terkait dengan kejadian kesurupan yang menimpa orang yang datang ke situ. Beberapa kali ada orang yang kesurupan di tempat itu, dan melihat bahwa tempat yang didatanginya adalah keraton kerajaan.
Masih menurut Dede, pada kejadian lain, arwah penunggu tebing, melalui orang yang kesurupan, mengatakan bahwa nama bukit jontor mesti diganti dengan Bukit Keraton, karena tempat ini merupakan keratonnya makhluk halus.


Seorang ibu yang tidak mau disebut namanya, juga mengamini hal tersebut. Sambil menceritakan kisah lain yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. Dia bercerita bahwa ibunya pernah bermimpi tentang keinginan penunggu bukit itu yang meminta sajen sebanyak satu manggar buah kawung.
Maksud dari satu manggar buah kawung itu berkaitan dengan jumlah nyawa manusia yang mesti dijadikan tumbal. Sambil bercerita dengan bergidik, ibu itu menyebutkan beberapa tempat di sekitar Tebing Keraton itu.

Wisata tebing keratonMenurut ibu itu, di bawah tebing keraton ada tempat bernama curug Cikiih Kuda, dan Gadogan Kuda. Menurutnya tempat itu adalah tempat menambat kuda bagi keraton makhluk halus itu.

Menurut Admin Memorabilia adanya kisah-kisah mistik itu, terkait dengan keamanan tempat tersebut. Mesti berhati-hati dan menjaga lingkungan. Karena yang hidup di tempat itu bukan hanya manusia saja, tapi juga ada makhluk lainnya.

Ketika tempat yang dikenal sekarang dengan Tebing Karaton, menjadi ramai, maka pendatang mesti menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Walaupun itu adalah tempat yang dibuka untuk umum, kiranya baiklah untuk menjaga lingkungan dan kebiasaan setempat.

Sebuah tambahan kisah mistis lainnya adalah misteri tapak kaki raksasa desa cilame Bandung Barat. Meskipun beritanya sudah agak lama tapi sangat menarik untuk kita simak.

Misteri Hantu di Dunia yang Suka Memperkosa Wanita Hingga Hamil

Untuk para wanita percaya tidak dengan makhluk halus? Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar cerita bahwa di dunia ini manusia hidup berdampingan dengan makhluk halus. Dan itu semua benar adanya. Namun ada beberapa makhluk halus yang ternyata memiliki hobi nakal dan juga jahat loh.

Seperti yang dilansir, beberapa hantu di dunia ini dipercaya suka memperkosa manusia! Bahkan beberapa dari korbannya juga dipercaya hamil akibat 'ulah' mereka. Waduh, seperti apa sih kisahnya? baca ini gan..

1. Popobawa

Ladies pernah tidak mendengar hantu yang bernama Popobawa? Yah pasalnya hantu dari Tanzania ini sangat terkenal akibat hobinya yang suka berhubungan intim. Popobawa digambarkan sebagai makhluk menyerupai kelelawar yang memiliki alat kelamin sangat besar.

Yang membuat warga Tanzania resah, hantu ini suka memperkosa manusia loh. Yang lebih aneh, Popobawa tak pernah pandang bulu dalam memperkosa dengan kata lain pria atau wanita dapat menjadi korbannya. Namun, Popobawa dipercaya takut dengan seseorang yang gemar membaca ayat suci Alquran dan tak berani mendekati orang yang taat.

2. Taruco
Taruco merupakan hantu dan juga mitos yang berkembang di negara Chile. Trauco digambarkan sebagai makhluk jelek dan berbentuk seperti goblin.

Yang membuat resah warga, hantu ini dipercaya dapat membuat wanita hamil walau hanya dengan tatapannya saja. Bahkan kerap kali wanita lajang di Chile menuduh Trauco atas kehamilan mereka yang misterius.


3. Lilu
Sebuah cerita rakyat yang sangat dipercaya telah berkembang dalam agama Yahudi. Yah kisah tersebut menceritakan tentang hantu bernama Lilu.

Lilu juga dipercaya sebagai setan yang suka melakukan hubungan intim. Alhasil, Lilu kerap dikabarkan sering menjumpai wanita yang sedang sendirian di rumah dan lantas menyetubuhinya. Percaya atau tidak, orang Yahudi terbukti benar-benar takut dengan adanya Lilu.


4. Encantando
Nah hantu yang satu ini sangat dikenal di pedalaman Hutan Amazon. Hantu yang dipercaya menyerupai lumba-lumba ini dikabarkan memiliki kemampuan dalam mengubah diri menjadi manusia. Dan tentu saja hal ini dilakukan untuk mendekati korbannya yang lantas memberi kesempatan untuk melakukan hubungan intim.

Yang lebih menakutkan, hantu ini memilih untuk berubah menjadi pria tampan untuk menggaet hati wanita. Dan setelah berhasil menemukan korbannya, hantu bernama Encantado ini lantas menculik dan menghamili korbannya. Hiiii...

5. Manusia Minyak
Di tahun 1960-an sejumlah besar wanita muda Malaysia mengaku telah diperkosa dengan seorang pria. Dan banyak dari mereka yang menggambarkan pria itu sebagai sosok yang kerap telanjang dan hanya berlumurkan minyak pada tubuhnya. Lantas rumor pun segera beredar menjadi sebuah berita yang lantas dipercaya.

Hantu yang bernama Orang Minyak itupun dipercaya akan mendatangi para gadis yang masih perawan. Dan anehnya, bagi mereka yang sudah tak perawan akan dengan mudah dapat melihat wujud asli orang minyak ini.


6. Alp
Hantu yang satu ini merupakan sebuah kisah berkembang yang ada di Jerman. Alp adalah makhluk kecil seperti peri yang gemar menggoda wanita di saat mereka sedang tertidur pulas. Pertama-tama Alp akan mengubah wujud menjadi kabut halus yang menyusup ke dalam rumah para wanita.

Hingga setelah menemukan korbannya, ia akan kembali ke bentuk semula. Alp pun lantas menuju bagian dada para korban dan lantas masuk melalui lubang hidung atau mulut. Ia pun lantas dipercaya dapat mengendalikan mimpi seseorang dari keahliannya tersebut.

7. Lideric
Di daerah Hungaria sebelah utara, dipercaya satu makhluk halus yang diberi nama Liderc. Liderc merupakan makhluk yang lahir dari telur pertama yang dilahirkan oleh ayam berwarna hitam. Dan saat menetas, makhluk ini kerap bersembunyi di dalam saku manusia.

Saat bersembunyi itulah Liderc sekaligus akan mencari korbannya untuk 'dimangsa' Yah, Liderc juga merupakan hantu yang suka berhubungan intim dengan manusia. Bahkan ia akan mengubah dirinya sebagai manusia untuk dapat menyetubuhi sang korban.

Misteri Kisah 3 Kursi Presiden dan Wakil Presiden di DPR MPR

Sekjen MPR, Edi Siregar menceritakan, selama 33 tahun, sejak 1966 hingga tahun 1999, MPR hanya memiliki tiga kursi jati khusus untuk kursi presiden dan wakil presiden. "Kenapa kursi untuk presiden dan wakil presiden hanya ada tiga? Karena sejak Soeharto dilantik pada tahun 1967, presiden tidak pernah ganti, yang ganti hanya wapresnya," ujarnya.



Karena itu, pada setiap pelantikan-pelantikan presiden dan wakil presiden, pihak Setjen MPR hanya menyediakan tiga kursi. Satu kursi untuk presiden, dan dua kursi lainnya untuk wakil presiden yang baru dilantik dan yang baru saja mengakhiri masa jabatannya.

Dua kursi tambahan itu baru digunakan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 1978-1983, yakni Soeharto dan Adam Malik. Pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden periode 1977-1978 yakni Sultan Hamengku Buwono IX.

Pihak Setjen MPR membeli kursi keempat setelah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, tahun 1999.

Jadi, kursi yang akan diduduki adalah kursi yang juga diduduki oleh presiden-presiden terdahulu ketika menghadiri sidang di MPR/DPR.

"Dulu Gus Dur juga pakai kursi itu," ujar Edi.

"Kursi itu akan dipakai Jokowi bukan karena ada yang meminta, tapi MPR yang menyediakannya. Kursi tersebut memang kursi khusus presiden. Biasanya dipakai saat presiden mengikuti sidang APBN, sidang kenegaraan seperti menjelang Hari Kemerdekaan RI dan sidang sidang MPR lainnya," katanya

Rp 1 miliar

Edi mengatakan, Kesetjenan MPR tak memiliki data tentang harga tiga kursi kepresidenan yang dibeli tahun 1966. Namun ia menaksir, harga ketiga kursi tersebut bisa mencapai Rp 1 miliar per buah.

"Mungkin, ketika dibeli tahun 1966, harga ketiga kursi tersebut tergolong murah. Tapi, kalau sekarang bisa Rp 1 miliar. Sebab, kursi-kursi itu bersejarah. Tentu, banyak kolektor barang antik yang tertarik kalau barang bersejarah itu dilelang," ujarnya.

Edi menegaskan, Setjen MPR tidak melakukan pengadaan barang baru untuk mendukung acara pelantikan Jokowi dan JK. Meja dan podium yang akan digunakan oleh Jokowi ketika menandatangani Berita Acara Pelantikan dan saat berpidato, merupakan barang yang sudah lama menjadi inventaris Kesetjenan MPR.

Rencananya, Jokowi akan menyampaikan pidato perdana di hadapan 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, 10 ketua umum parpol peserta Pemilu 2014, sejumlah kepala negara dan duta besar negara sahabat, seusai menandatangani Berita Acara Pelantikan.

Pihak protokoler Jokowi sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Kesetjenenan MPR untuk kelancaran pidato perdana Jokowi selaku presiden di hadapan orang-orang penting tersebut. Satu di antara permintaan yang diajukan adalah alat bantu atau pengial baca atau telepromter.

"Kami tidak punya teleprompter. Tapi, pihak protokoler Jokowi sudah menyampaikan kepada kami, bahwa Jokowi akan menggunakan telepromter," ujarnya.

Menurut Edi, pihak Setjen MPR sudah menyiapkan acara pelantikan presiden selama dua minggu terakhir. Mata acara pada pelantikan presiden mendatang di antaranya adalah menyanyikan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya"; pembukaan sidang paripurna oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan; pembacaan Keputusan KPU tentang Presiden dan Wakil Presiden Terpilih; pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden; penandatangan berita acara pelantikan; pidato sambutan ucapan selamat; pidato presiden terpilih dan diakhiri dengan pembacaan doa dan penutupan sidang paripurna MPR.

Demi kelancaran acara, Kesetjenan MPR akan melaksanakan gladi kotor dan bersih pembacaan sumpah/janji presiden dan wakil presiden pada Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 Oktober 2014. Menurut Edi, pada gladi kotor, pegawai Setjen MPR menjadi pemeran pengganti Jokowi dan Jusuf Kalla, pimpinan sidang MPR dan Ketua Mahkamah Agung. Namun, lima pimpinan MPR dan Jokowi akan hadir untuk mengikuti gladi bersih. Edi menjelaskan, kehadiran Jokowi pada gladi bersih sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan atau 'gagap' pada hari-H pelantikannya.

"Yang perlu untuk beliau itu tentang gerakan-gerakannya nanti apa saja," ujarnya. Ia mengakui, ada sejumlah gerakan rumit dan sepele yang harus dilakukan oleh Jokowi pada saat pelantikannya sebagai presiden. Jika tidak dilakukan secara benar, gerakan sepele itu bisa berakibat buruk. Namun, Edi belum bersedia menjelaskan gerakan apa saja yang akan dilakukan oleh Jokowi saat pelantikan nanti.

Misteri Supir Taksi Mengaku Sundel Bolong Naik Taksinya Selama 2 Bulan


Kejadian mistis kali ini dialami oleh seorang supir taksi kelas “Silver” di daerah pulau Jawa bagian timur, tepatnya di kota Surabaya. Ia menceritakan kisah mistis yang pernah dialaminya ini kepada sepasang penumpangnya.

Kisah menyeramkan yang terjadi dimalam hari nan sunyi di kala itu, diawali ketika ia selesai mencuci taksinya. Setelah taksi ia cuci bersih, kemudian sang supir duduk diatas kap mesin taksinya yang berada dipinggir jalan.

Pada saat itu sang supir duduk menghadap ke arah depan sambil menyenderkan punggungnya pada kaca depan mobil, untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah mencuci mobilnya ditengah malam.

Tiba-tiba dari arah belakang, muncul seorang wanita dari antah berantah, yang seketika membuka pintu belakang taksinya. Ia pun kaget setelah wanita itu membuka pintu belakang taksinya.

Lalu ia menoleh dan menyapa, “Loh, taksi Mbak?”

“Iya, taksi mas”, jawab wanita itu.

“Mau kemana?”, tanya supir taksi lagi.

“Pak, ke Tengger, pak”, jawab wanita itu.

Perlu diketahui bahwa Tengger yang dimaksud bukan daerah pegunungan Tengger di Jawa Timur, melainkan Tengger adalah nama sebuah perumahan di daerah Manukan. Menurut sang supir, jarak dari lokasi tempat wanita itu mulai naik ke daerah Tengger hanya sekitar empat kilometer.

Sang supir pun lalu menyanggupinya, kemudian wanita yang menggunakan baju hitam berlengan panjang dan rambut terurai sepinggang serta berparas cantik itu pun masuk ke dalam taksi.

Mengingat daerah itu jarang dilewati mobil dikala malam, maka saat di dalam taksi, supir itu pun penasaran dan menanyakan, “Loh, mbak tadi ke sini naik apa?”

Wanita misterius yang sedang duduk persis dibelakang supir itupun hanya terdiam alias tak menjawab.

Tak lama kemudian, supir taksi mulai mencium bau parfum yang sangat menyengat, bau bunga jelasnya. Begitu menyengatnya bau parfum yang ia cium, hingga supir taksi itu pun menyanyakan lagi kepada wanita yang selalu diam itu.

“Perfum apa ini?”, tanya sang supir taksi.

Namun untuk kedua kalinya, wanita itupun tak menjawab pertanyaan sang supir taksi. Setelah beberapa waktu berselang, sampailah taksi itu disebuah perumahan di daerah Tengger seperti yang dimaksud.


Saat berada di depan rumahnya, kemudian wanita misterius itu membayar biaya taksinya dan keluar dari mobil.

Sesuai prosedur taksi “Silver”, sang supir tak boleh meninggalkan konsumennya sebelum konsumen yang bersangkutan masuk ke dalam rumah.

Setelah wanita misterius itu masuk ke dalam rumah yang berada di tengah perumahan itu, sang supir pun lalu menancap gas mobilnya lagi dan meninggalkan rumah konsumen yang aneh itu.

Namun apa yang terjadi? Supir taksi itu hanya berputar-putar dijalanan yang berada di dalam perumahan itu. Ia tak dapat menemukan jalan keluar dari perumahan selama berjam-jam lamanya! Supir itu sangat bingung.

“Loh koq jalannya ini-ini saja, dan berputar lagi dan lagi dan lagi”, gumamnya dalam hati. Ia pun mulai curiga,”Wah kayaknya ada yang ndak beres ini”, keluhnya dalam hati.

Lalu ia mulai mencopoti baju dan celananya disebuah jalanan yang gelap hingga telanjang. Kemudian ia memakai kembali semua pakaiannya, namun kini dalam keadaan dibalik, yaitu sisi luar pakaian berada disisi dalam, begitu pula celananya.

Menurutnya, dengan cara itu bisa dianggap manjur agar tak terkena hal mistis yang mempengaruhinya. Tak berapa lama, akhirnya ia berhasil bertemu dengan seorang satpam.

Lalu ia bertanya kepada satpam itu, “Pak ini kalau mau ke arah Surabaya kemana?”

“Oh, ini ke Timur,” jawab satpam itu.

“Loh, ini daerah mana?”, tanya sang supir lagi.

“Ini Bunder, Lamongan,” jawan satpam itu.

“Loh!!!” sang supir taksi Silver itu seketika kaget.

Padahal daerah Tengger Manukan yang dimaksud oleh wanita itu tak jauh dari awal pertama ia mengantarkan wanita misterius itu. Sedangkan Bunder Lamongan jaraknya agak jauh karena harus memutar.

Supir taksi itu pun bergumam lagi dalam hatinya, “Wah berarti wanita tadi pasti orang gak beres itu.”

Namun ia masa bodoh dan terus menyetir taksi Silvernya melaju di jalanan yang sunyi hingga tak lama kemudian bertemu dengan sebuah warung kopi, lalu ia mampir untuk menenangkan dirinya.


Mobil taksi ia rapatkan ke bahu jalan dan parkir, lalu ia menyebrang jalan menuju ke sebuah warung kopi yang berada di seberangnya.

Setelah memesan secangkir kopi dan menyeruputnya untuk menghilangkan rasa penat, bingung dan takutnya, sang penjual kopi tiba-tiba berkata.

“Pak, taksimu iku ono wong”e pak, koq sampeyan tinggal minum kopi?” (Pak, taksimu itu ada orangnya pak, koq anda tinggal minum kopi?).

“Enggak ada koq, tadi saya baru nurunin orang koq”, jawab supir itu.

Persis disebelahnya seorang pembeli lain yang sedang makan nasi goreng juga mengungkapkan hal yang sama,”Iya pak, itu di dalam taksi ada orangnya.”

Supir taksi ini pun langsung ke luar warung dan mengecek kembali taksinya, dan hasilnya memang tak ada orang di dalam taksinya itu. Setelah ngopi, lalu ia pamit dan kembali mengendarai taksinya, meluncur ke arah Surabaya. Kala itu sudah tarkhim alias masa waktu sebelum subuh.

Tak lama kemudian, dari kejauhan ia melihat seorang ustadz dipinggir jalan dan menyetop taksinya. Sang ustadz membuka pintu belakang taksi itu. Belum saja Ustadz masuk ke dalam taksi, tiba-tiba Ustadz itu berucap,”Loh Pak, ada orangnya ini dibelakang, nanti gimana bayarnya kalo gitu?”

Supir itu pun langsung kaget dan menoleh kebangku belakang, dan apa yang dilihat dan dibilang oleh pak Ustadz adalah benar, bahwa ada orang yang tak dikenal sedang duduk dibangku belakang, persis dibelakang supir!.

Setelah berusaha melihat muka penumpang yang dimaksud, supir itu terperanjat, bahwa apa yang ia lihat adalah wanita yang tadi ia antar sebelumnya, sang wanita misterius itu!

Seketika kaki sang supir lemas hingga kopling dan gas yang ia injak tak stabil dan mesin seketika mati, “jlek!” ujarnya.

Supir itu menceritakan bahwa saat itu ia gemetaran sekali, “Saya gemetaran gak karo-karoan pak, sampai terkencing-kencing!”, cerita supir itu kepada kedua penumpangnya itu.

Pak Ustadz pun merasakan ada suasana yang tidak beres, lalu ia bertanya kepada wanita misterius yang sedang duduk dikursi belakang.

“Ngapain koq kamu ikut terus, dari mana aja?”, tanya pak Ustad kepada wanita itu.

Supir taksi itu menggambarkan saat menceritakan kejadian ini, bahwa apa yang kini terjadi dan ia lihat mirip seperti ‘Dunia Lain’, sebuah acara mistis di sebuah televisi swasta.

Kemudian wanita itu menjawab, “Ini orangnya baik koq, ya gak papa toh aku ikut”, jawab wanita berambut panjang itu. Lalu wanita itu disuruh pindah oleh Ustadz, tapi ia tidak mau.

“Tapi ini khan bukan duniamu”, Ustadz itu menerangkan kepada wanita misteris itu.

“Pokoknya aku mau ikut”, jawab wanita itu.

“Pokonya aku ikut, ndak lama paling dua bulan!,” tambah wanita itu.


Terusan cerita ini tak dijelaskan oleh supir, apa yang terjadi setelah kejadian terakhir ini, bagaimana nasib Ustadz yang menyetop taksinya, apa ia tetap ikut taksi itu atau tidak, dan bagaimana maksud wanita itu untuk “ikut” kepada sang supir taksi selama dua bulan.

Dan dalam bentuk apa wanita misterius itu ikut dan kapan wanita itu meninggalkan sang supir taksi yang polos ini.

Menurut pengakuan sang supir taksi, selama wanita misterius itu ikut dengannya, supir taksi itu tak merasakan susahnya untuk menarik penumpang.

Uang hasil ia menawarkan jasa angkutan umum kelas bisnis itu kepada masyarakat kelas menengah, selalu lebih dari setoran semestinya yang telah dipatokkan oleh perusahaan taksi di setiap harinya selama dua bulan.

Ia mengakui, bahwa kejadian itu berlangsung selama dua bulan lamanya. Setelah hari terakhir ditemani yang menurut supir itu adalah wanita sundel bolong, lalu ia mengantarkan wanita misterius itu pulang, lalu wanita itu pun hilang.

Namun sekali lagi tak dijelaskan pula oleh sang supir, bagaimana cara wanita misterius itu pulang dan tak dijelaskan pula kemana pulangnya dan dimana rumahnya.

Setelah selesai mengantarkan wanita itu dan sedang dalam perjalanan pulang, sang supir mengaku mengalami kecelakaan. Ia menabrak seorang yang sedang minum minuman penyegar dipinggir jalan, namun kecelakaan yang ia alami ini tak terjadi korban jiwa.

Dari pengalaman pertamanya pada saat mengantarkan wanita berambut panjang itu ke sebuah perumahan daerah Tengger, sang supir mengakui bahwa uang yang diberikan untuk membayar taksi adalah uang asli, dan muka wanita misterius itu dapat terlihat dengan jelas dan berwajah cantik.

Anda percaya atau tidak oleh cerita sang supir ini, sepenuhnya adalah hak anda. Berikut kisah dan video kesaksian sang supir itu sempat direkam secara sembunyi-sembunyi oleh salah satu penumpangnya dan dapat anda saksikan pada video dibawah ini.

SOPIR TAXI KISAHKAN PENGALAMAN KETEMU SUNDEL...

Misteri Kuntilanak Nonton Konser di Semarang



Sesosok bayangan yang diduga hantu berwujud kuntilanak tidak sengaja terfoto oleh pengunjung saat konser Kadenza band tepat sebelum Tipe-X menghibur warga Semarang Selasa malam 9 September di Panggung utama PRPP Semarang. Sosok berambut panjang terurai itu muncul di antara pengunjung yang memadati arena Jateng Fair. Tidak terlihat jelas wajah sosok yang dibalut kain berwarna putih berambut panjang terurai itu. Pengunjung pun tak menyadari sosok asing yang berada di tengah-tengah mereka. Perhatian mereka tertuju pada aksi band di atas panggung.
Seperti yang dikutip dari metrosemarang.com, si pemotret pun mengaku kaget dengan kemunculan sosok berpakaian serbaputih itu. Awalnya ia menganggap sosok tersebut sebagai seseorang, namun setelah diperhatikan, wujud tersebut lebih menyerupai sesosok hantu kuntilanak. “Sekarang tiap melihat foto yang saya ambil itu, saya malah merasa mrinding,” tandasnya.

6 Kutukan Yang Paling Misterius, Beberapa di Antaranya Masih 'Hidup'

Di dunia ini, masih ada beberapa misteri kutukan yang belum terpecahkan. Di anatranya adalah keenam hal ini dan beberapa di antaranya... masih bisa mengutuk manusia.

1. Kutukan Ötzi



Ötzi adalah manusia es yang ditemukan pada tahun 1991. Ia diduga berasal dari 53 abad lalu dan meninggal serta termumikan secara alamiah. Warnanya kecoklatan dan keemasan.

Namun ada rumor bahwa siapapun yang pernah berkaitan dengannya akan meninggal dunia. Seperti Rainer Henn yang meneliti Ötzi, meninggal karena kecelakaan setahun kemudian. Kurt Fritz yang membawa Ötzi kepada Henn, meninggal karena bencana tanah longsor. helmut Simon yang menemukannya, meninggal tak berapa lama kemudian.

2. Kutukan Mumi



Mumi King Tutankhamun dijaga oleh sebuah batu yang bertuliskan, 'kematian akan datang pada mereka yang mengganggu ketenangan raja.' Tampaknya hal tersebut benar.

Lord Carnavon yang pernah datang ke sana pada tahun 1992 dan membuka petinya, meninggal 4 bulan kemudian karena gigitan nyamuk. George Jay yang pernah mengunjungi makam itu juga meninggal karena demam setelah 6 bulan.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa kematian mereka mungkin terkait racun atau bakteri yang menyebar saat makam mumi tersebut dibuka.

3. Kutukan Hope Diamond


Berlian nan indah dan kebiruan 115 karat ini menurut legenda, telah dicuri oleh Jean Baptiste Tavernbier dari India. Sejak itu, Tavernier mengalami kesialan di mana dirinya diserang anjing hingga meninggal.

Saat itu permata tersebut sudah dijual pada King Louis XIV dan sang istri Marie Antoinette yang kemudian dipenggal pada revolusi Prancis. Lemudian Lord Francis yang mewarisi permata itu menikah dengan seorang wanita Amerika. Pemborosan dan menjual berlian itu membuat mereka jatuh miskin.

Di tahun 1912, seorang wanita membeli permata itu dan putranya meninggal karena kecelakaan mobil, putrinya bunuh diri dan sang suami berselingkuh. Kutukan terakhir mengenai seorang tukang pos, namun ia selamat. Meski begitu istri dan anjing peliharaannya meninggal tak lama kemudian dan rumahnya kebakaran.

4. Kutukan Tippecanoe


Kutukan Tippecanoe adalah sebuah kutukan yang terjadi pada 8 presiden AS sepanjang 218 tahun kepresidenan di sana. Konon mereka yang terpilih di tahun dengan tahun-tahun terkutuk, akan meninggal dengan aneh.

Misalnya meninggal di kantor atau ada juga yang meninggal karena dibunuh. Beberapa presiden yang meninggal ini memiliki kesamaan yaitu dipilih pada tahun yang diakhiri dengan angka nol.

5. Kutukan Kambing Chicago Cubs


Chicago Cubs adalah sebuah tim olahraga di Chicago. Suatu hari pada tahun 1945, seorang pria bernama Bill Sianis, diusir dari sana karena ia membawa piaraan berupa kambing. Sianis yang marah pun mengutuk bahwa grup ini tak akan menang lagi.

Benar saja, sudah lebih dari bertahun-tahun tim ini tak pernah menang. Beberapa mungkin menganggap kutukan ini hanya tahayul, namun banyak di antaranya yang membentuk membebaskan dari kutukan itu. Salah satunya dengan menggunakan kambing. Namun sayang kutukan itu sepertinya tak juga pergi.

5. Kutukan Timur


Timur atau Tamerlane adalah seorang panglima perang dan bangsawan yang taktik militernya bisa membuat 17 juta jiwa orang meninggal dunia. Namun saat ia meninggal dunia dan makamnya dibuka oleh pasukan Stalin, ada sebuah tulisan yang mengingatkan bahwa siapapun yang membuka makamnya akan mendapatkan kesialan yang lebih mengerikan daripada perang.

Benar saja, hanya dalam hitungan jam, pasukan Hitler menyerang Rusia dan menewaskan 26 juta jiwa. Well, ini mungkin merupakan kutukan paling beresiko dan mengerikan karena bisa menewaskan jutaan jiwa manusia.

[MISTERI] Batu Mulia Di Jari Para Presiden dan Pejabat


Batu Permata atau Batu Mulia yang dalam bahas Inggris disebut Gemstone dan di Indonesia lebih awam disebut sebagai Batu Akik, kadang selalu tersemat di jari para pejabat negara, pengusaha besar, artis dunia, aristocrat seperti pangeran, puteri, raja dan ratu bahkan presiden sedunia.

Keberadaan mineral-mineral langka yang hanya sebesar kuku dikalangan petinggi dengan harga selangit itu kadang dapat membuat para pencinta batu mulia dan publik ikut serta mencari dan memburunya.

Batu Mulia dan Batu Akik merupakan salah satu unsur perhiasan yang terkadang menjadi domain dalam setiap jenis dan pernik dari perhiasan yang berupa gelang, cincin, giwang, dan kalung.

Sudah menjadi sesuatu yang biasa bila rakyat biasa, baik petani, pelajar, sampai pejabat di Indonesia ini memakai perhiasan yang mengikutkan unsur Batu Mulia dan Batu Akik.

Batu Mineral Dijari Para Pemimpin


Para Presiden Republik Indonesia dan para pejabat pemerintah lainnya juga gemar menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam agenda kegiatan kesehariannya.

Ada sesuatu yang cukup unik bila kita memiliki waktu luang untuk memikirkan dan membayangkannya.

Seorang Presiden yang pasti diliputi kesibukan yang sangat luar biasa, masih menyempatkan diri untuk menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik yang melingkar dijari kiri atau sebelah kanan sebagai pelengkap penampilan sehari-hari.

Yang menjadi pertanyaan adalah hanya sekedar pelengkap penampilan, atau ada “sesuatu” dibalik batu cincin yang dikenakan oleh Para Presiden kita?

Coba kita tengok penampilan dari Presiden RI pertama, yaitu Soekarno. Menurut infonya beliau memiliki beberapa koleksi Batu Mulia dan Batu Akik, dan mungkin sekarang masih tersimpan rapi di Blitar. Kemudian Presiden RI kedua yaitu Soeharto.

Presiden yang berkuasa 32 th ini rupanya juga mengenakan cincin yang melingkar di jari manisnya, Habibie, sebagai seorang scientist yang juga cendikiawan serta pakar teknologi juga tak luput dari kelengkapan penampilan dengan cincin Batu Mulia yang melingkar apik di jari manis sebelah kanan.


Kita tengok juga penampilan Mantan Presiden Gusdur, Megawati, dan SBY. Semua pemimpin Negara Indonesia ternyata menggunakan Batu Mulia dan Batu Akik dalam penampilan sehari-hari.

Belum lagi para Wakil Presiden seperti Adam Malik, Umar W, Hamzah Haz, serta para calon presiden, seperti Agum Gumelar, dan Wiranto.

Kembali kita bertanya, ada apa dengan Batu Mulia dan Batu Akik yang ternyata tidak hanya memiliki tempat di hati rakyat, tapi juga para pemimpinnya.

Jika diperhatikan fakta dari sejumlah foto, dijari Gus Dur kini ada satu cincin berwarna hijau (mungkin Zamrud) sewarna dengan Organisasi yang mengusung beliau menjadi Presiden yaitu PKB.

Sedangkan Ibu Megawati cenderung menggunakan batu cincin yang berwarna hitam (bisa jadi safir hitam). Dan Presiden SBY memiliki beberapa batu cincin diantaranya seperti Tapak Jalak, Bacan, Sungai Dare dan juga Cat’s Eye.

Namun pemakaian batu-batu mulia oleh para pemimpin tak hanya terpaut pada pengaruh kewibawaan atau kharisma saja, tapi juga bisa sebagai bentuk strata atau tingkat sosial dari individu itu dan juga dapat digunakan sebagai perhiasan.


Mineral Berharga Yang Mahal

Sudah menjadi berita umum, bahwa yang namanya Batu Mulia atau Batu Akik tidak hanya dipergunakan sebagai perhiasan, tapi juga memiliki suatu aura tertentu yang dapat mempengaruhi si pemakai saat berhadapan dengan khalayak ramai. Maka dengan analisis singkat tersebut, cukup beralasan para pemimpin Indonesia juga senang dan berkenan memakai Batu Mulia dan Batu Akik menjadi bagian dari penampilan sehari-hari.


Selain dari khasiat dan mitos yang menyertainya, pastilah para pemimpin tentu saja memiliki strata ekonomi yang berada di level-1, tak heran bila cincin yang dikenakan oleh para pemimpin kita pasti bukan sembarang cincin dan yang jelas harganya sangat mahal.

Bayangkan, sebuah batu permata jenis kelas satu seperti Mirah Delima (ruby) atau Safir (blue saphhire) yang kualitasnya bagus, harganya tidak akan kurang dari US$200 per karat.

Ukuran mata cincin yang dipakai pada umumnya tidak kurang dari 10 karat. Jadi minimal aksesoris tersebut berharga $2000 atau ekuivalen Rp.14.000.000.

Bayangkan, sebuah batu permata jenis kelas satu seperti Mirah Delima (ruby) atau Safir (blue saphhire) yang kualitasnya bagus, harganya tidak akan kurang dari US$200 per karat.

Ukuran mata cincin yang dipakai pada umumnya tidak kurang dari 10 karat. Jadi minimal aksesoris tersebut berharga $2000 atau ekuivalen Rp.14.000.000. Harga itu belum termasuk tatahan berlian, dan logam yang digunakan untuk pengikatnya (biasanya emas putih, atau emas).


Ditambah lagi fakta bahwa, harga suatu batu permata tidak hanya bergantung dari kualitas standard (warna, cacat dan kebeningan atau clarity), tapi juga tergantung pada hal-hal yag sifatnya sangat-sangat subyektif, misalnya: “star” atau sering disebut oleh orang Indonesia sebagai “ster” yaitu pola bergaris pada pemantulan cahaya natural atau alami.

Juga pola “strand” atau garis “urat” atau guratan pada batuan yang terkadang secara alamiah membentuk “gambar” tertentu, kepercayaan pemakai terhadap “khasiat” batu permata tersebut dan seterusnya.

Dipengaruhi Mitos dan Klenik

Negara Indonesia ini cukup unik, dan hal ini tidak lepas dari perjalanan sejarah Indonesia sejak jaman Prasejarah – Jaman Kerajaan – sampai dengan Jaman Reformasi seperti sekarang ini. Sejak jaman dulu yang namanya Indonesia memiliki cerita-cerita panjang tentang hal-hal yang bersifat supranatural, tengoklah Keris Mpu Sendok, Tombak Kiai Plered, dan sebagainya. Rupanya hal-hal supranatural itu tidak bisa lepas dari aktivitas beberapa elemen aktivitas walaupun tidak sepenuhnya hal itu diyakini.


Bisa jadi ini mungkin sisa-sisa kultur dinamisme yang masih eksis dimasyarakat kita. Hebatnya, justru karena unsur-unsur subyektif ini, harga batu permata bisa berlipat-lipat dari harga yang ditaksir secara “standard”. Tidak heran bila ada seseorang yang “gila” terhadap batu permata tertentu, berani membayar milyaran rupiah terhadap batu permata yang disukainya. Walaupun secara “standard harga”, batu permata tersebut mungkin harganya”cuma” puluhan juta misalnya.

Masih ingat anak bernama Ponari yang memiliki “batu bertuah” dan dianggap berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit? Seketika ribuan warga kesana dan berharap penyakitnya dapat sembuh oleh kekuatan magis oleh batu yang dianggap bisa menyembuhkan penyakit itu.

Begitu banyaknya warga yang mengunjungi rumah anak itu setiap harinya, hingga membuatnya malas untuk melakukan ritual “celup batu” yang hanya sepersekian detik ke setiap wadah yang dibawa oleh ribuan simpatisannya setiap hari. Maka ketika anak itu malas melayani, terpaksa ia digendong hanya untuk mencelupkan batu itu.


ahkan jika anak itu “tutup praktek” untuk sementara, warga kecewa dan tetap menunggu anak itu mandi hanya untuk mengambil air di got kotor yang mengalir dari kamar mandinya dan berharap air itu dapat menyembuhkan penyakit yang di dideritanya.

Jelas cara musyrik seperti ini pastinya akan mengundang jin atau syaitan yang justru akan menghuni di batu yang dianggap ajaib dan berkhasiat itu, lalu akan melakukan tipu dayanya dengan berbagai cara agar menyesatkan manusia dan lupa akan keagungan Tuhan.

Jadi wajar saja mendadak berita aneh bagi sebagian masyarakat dunia itupun merebak seantero jagad. Situs-situs di internet, surat kabar hingga televisi dibanyak negara juga ikut memberitakan fenomena kepercayaan dinamisme dan anemisme ini yang ditonton oleh milyaran orang di dunia dan menganggap orang Indonesia masih tolol.

Lain lagi pada saat Presiden Soeharto dulu berkuasa, sudah menjadi rahasia umum, bahwa Soeharto adalah seorang yang percaya terhadap kekekuatan-kekuatan Supranatural. Ini direpresentasikan lewat adanya beberapa penasehat “spiritual” yang kebanyakan adalah “dukun-dukun” kejawen.

MISTERI:Jokowi Presiden, Relawan Buang Kepala Kera ke Laut

Relawan Jokowi-JK Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggelar syukuran atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, dengan cara yang tak biasa. Mereka melarung kepala kera ke tengah laut di bawah jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), Senin (20/10/2014).



Acara tersebut tepatnya digelar di kaki jembatan Suramadu sisi Madura, di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Relawan yang mengatasnamakan Sekretariat Nasional (Seknas) tersebut mengisi tasyakuran dengan doa bersama. Sehabis doa bersama, relawan kemudian melarung kepala kera ke tengah laut. Larung kepala kera itu merupakan simbol membuang kesialan demokrasi.

Ahmad Ali Ridho, koordinator Seknas Jokowi Kabupaten Bangkalan, menuturkan, kepala kera yang dilarung itu merupakan simbol kesialan dalam demokrasi yang butuh dibuang jauh-jauh. Jokowi dan Jusuf Kalla selama memimpin Indonesia ke depan diharapkan terlindungi dari kesialan demokrasi.

"Selama 10 tahun perjalanan demokrasi di Indonesia, kami melihat ada pengganjalan, pembelotan, dan pengkhianatan. Mudah-mudahan Jokowi-JK selamat dari demokrasi semacam itu," ungkapnya.

Ali Ridho lebih lanjut menambahkan, pada awal kepemimpinan sebagai presiden, Jokowi sudah dihadapkan pada persoalan suksesi antara pilkada langsung dan tidak langsung. Jokowi diharapkan bisa menjadi ikon perubahan agar pilkada tetap digelar secara langsung, sesuatu yang diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Tasyakuran dan larung sesaji itu dihadiri beberapa ulama pondok pesantren se-Madura serta perwakilan Seknas Relawan Jokowi. Kegiatan itu digelar setelah mereka bersama-sama menonton prosesi pelantikan Jokowi-JK.

Kisah Cinta Tragis Antara Manusia dan Hantu di Thailand

Sebuah kuil yang terletak di tepi sungai Prakanong, Bangkok, Thailand menyimpan sebuah legenda mistis yang romantis dan berakhir tragis. Legenda tersebut adalah tentang kisah cinta manusia dan hantu.

Legenda tersebut bermula dari kisah seorang wanita yang bernama Nak. Nak adalah istri dari seorang prajurit yang tinggal dibantaran sungai Prakanong. Menurut legenda, Nak ditinggalkan oleh suaminya untuk bertugas pada saat dia sedang hamil, namun malang Nak meninggal pada saat persalinan, Nak dan anaknya yang baru lahirpun tewas.

Karena cinta Nak kepada sang suami teramat sangat besar, arwah Nak dan arwah anak lelakinya tidak mau pergi dari rumahnya, dengan sabar arwah Nak menanti suaminya pulang kerumah.

Sang suami sangat senang saat dia pulang disambut oleh istri dan dapat melihat anaknya, beberapa waktu mereka hidup bersama dengan bahagia tanpa sang suami tahu bahwa yang bersamanya adalah hantu dari istri dan anaknya.

Namun kisah romantis antara suami dengan istri dan anaknya yang merupakan hantu itu tidak terus menerus bahagia, pada akhirnya sang suami mengetahui kebenarannya. Warga desa pun meng iyakan pada saat sang suami menanyakan mengenai Istri dan anaknya.

Arwah Nak pada akhirnya mengamuk karena tidak terima sang suami mengetahui hal yang sebenarnya hingga akhirnya seorang dukun menaklukan arwah Nak.

Sang dukun memasukan tulang dahi Nak dan dimasukan kedalam botol, dan sejak saat itu dibangunlah sebuah kuil dirumah Nak yang diberi nama kuil Wat Mae Nak.
Didalam kuil Wat Mae Nak itu terdapat patung kayu wanita berambut panjang yang merupakan penggambaran dari Nak.