Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan

UPDATE kasus penipuan turis vietnam membuat HACKER dan warga Singapura bertindak!!

Karena kasus ini tidak dilanjuti oleh pihak berwenang secara serius, maka ada pihak yang turun tangan.
Pihak ini menggunakan nama SMRT Ltd (Feedback) di Facebook, tidak lama setelah kasus ini ramai diberitakan SMRT Ltd (Feedback) langsung bertindak dengan caranya sendiri.
Ia mengekspose data pribadi dari Mobile Air, mulai dari identitas pemilik yang menipu turis vietnam ini, foto pribadi, foto istri, nomor identitas, tempat tinggal, hingga percakapan yang dilakukan mengenai keperluan bisnis dari Mobile Air!
Berikut data yang dishare :


ini foto pribadi dari Jover Chew




Ini istrinya, namanya Winnie Koh




ini alamat tempat tinggalnya




ini tempat tinggalnya yang lain




ini percakapan bisnis dari Jover Chew yang ada indikasi Money Laundry / penipuan mengenai harga barang untuk mengelabui pajak




Imbasnya sampai ada pernyataan dari J2 Mobile yang mengatakan bahwa kasus ini tidak ada urusan dengan mereka. Padahal J2 Mobile dimiliki oleh orang yang sama dengan Mobile Air, yaitu Jover Chew!!




SMRT Ltd (Feedback) mengirimi Pizza ke alamat Jover Chew untuk menunjukkan bahwa kasus ini sudah menjadi perhatian serius mereka!! OMG!




Pada hari ini (05-11-2014) Mobile Air menutup tokonya yang berada di Sim Lim Square




Masyarakat Singapura sendiri ternyata mengecam Mobile Air serta J2 Mobile, ini bisa dilihat dari banyaknya umpatan dan cacian yang dikirimkan di Page Face book dari J2 Mobile

"Fuck you and your fucking tough times. Fucking no ethics assholes. Go and fuck yourselves. No business relationship but registered by Jover Chew. Still trying to lie. Bastards."
"Don't lie la... whole singapore people already put price on your head."
"Everyone should show them middle finger when passing by mobile air shop at Sim Lim square"
"FUGLY ONE AT THAT... CHEEBYE CAN POST PICS HAVING DINNER @ SWISSOTEL, GETTING DIAMOND NECKLACE AND LV FOR GIFTS.... KNNCCB ALL BOUGHT OFF CHEATING PPLS MONEY... JOVER CHEW IF UR A GANGSTER MY DOG IS A GODFATHER BITCH... PUI AH... NBCB!"




Bahkan Banyak MEME sudah beredar untuk mengolok2 Jover Chew





Ada yang posting dijadiin tukang pijet segala.. :v

Ada pihak ninggalin kaos di depan tokonya yg masih tutup (06-11-2014)



UPDATE :

PENGAKUAN DARI MANTAN STAF MOBILE AIR PTE LTD Source
Saya adalah mantan staf yang bekerja di Mobile Air dan saya ingin membocorkan video ini yang diambil beberapa minggu yang lalu. Dari video ini Anda dapat melihat bahwa Mr Jover Chew dan partnernya sedang berusaha untuk menipu turis dari India dengan mengintimidasi dia dengan mengatakan bahwa ia terekam kamera dan mengatakan kepadanya bahwa setelah kartu kreditnya digesek refund / pengembalian dana tidak dapat dilakukan. Ini sebenarnya tidak benar, pengembalian dana penuh dapat diberikan dengan mudah.
Link untuk lihat video : KLIK
Aku merasa benar-benar bersalah bekerja di sana. Harap menjaga identitas saya rahasia. Saya memiliki lebih banyak informasi untuk dibagikan.
Bagi Anda mengatakan bahwa orang-orang yang bekerja di sana gangster, Anda benar-benar tidak salah. Mereka adalah gangster dan beberapa dari mereka memiliki backing itulah sebabnya saya sangat takut untuk membagi video ini. Namun, saya percaya bahwa identitas saya akan dirahasiakan oleh kalian di TRS.
Kalian harus berpikir Sim Lim Square punya begitu banyak toko, mengapa wisatawan tetap bodoh dengan tetap terkena tipu di Mobile Air meskipun CASE telah memasukkan mereka di daftar hitam mereka di lantai pertama dari Sim Lim Square? Sebenarnya para wisatawan tidak bodoh, mereka tahu fakta bahwa ponsel yang dijual di Mobile Air adalah yang termurah. Hal ini sebenarnya di bawah harga pasar dan Mobile Air sebenarnya juga rugi jika mereka menjualnya kepada para wisatawan tanpa menipu mereka.
Sebagian besar wisatawan sebenarnya pembeli cerdas, mereka akan membandingkan semua harga di Sim Lim Square sebelum datang kembali ke Mobile Air untuk membeli produk mereka.
Ketika wisatawan tahu, mereka kemudian akan mengambil kartu kredit dan mereka melakukan pembayaran.
Mobile Air juga akan meminta mereka untuk menandatangani kontrak yang mengatakan bahwa mereka ingin menyertakan garansi 1 tahun.
Mereka sengaja akan menutupi bagian yang mengatakan bahwa garansi terkena biaya tambahan $ 1.000 untuk 1 tahun dengan jari-jari mereka dan sebagian besar wisatawan hanya akan membabi buta menandatanganinya. 
Setelah mereka menandatangani kontrak, mereka segera memotong $ 1.000 + harga ponsel dari kartu kredit mereka dan kemudian mengungkapkan kepada mereka bahwa untuk garansi terkena biaya tambahan $ 1.000.
Sebagian besar wisatawan juga tidak terlalu ngotot, setelah mereka menyadari bahwa mereka telah tertipu, mereka akan menuntut untuk pengembalian dana. Di sinilah taktik gangster mereka datang, mereka akan mulai bersikap seperti seorang gangster dan menjadi agresif terhadap pelanggan.
Mereka bahkan berbohong kepada para wisatawan bahwa mereka akan memanggil polisi jika mereka masih terus meminta pengembalian dana. Mereka juga akan memberitahu mereka bahwa mereka direkam pada kamera dan kemudian menakut-nakuti mereka untuk pergi. Aku akan mengatakan 80% dari para wisatawan hanya akan menganggap mereka sedang apes dan pergi begitu saja.
Saya memiliki lebih banyak informasi untuk berbagi dengan kalian jika kalian semua inginkan. Sebenarnya, banyak toko di Sim Lim Square yang bekerja seperti itu.. Pasti tidak semua, tapi mungkin 20% dari seluruh toko yang ada. Ada juga bisnis yang jujur di situ.

UPDATE :

Jover Chew sudah beberapa hari tidak pulang dan istrinya melaporkan SMRT Ltd (Feedback) ke kepolisian.. (Tindakan putus asa.. LoL)


MARI SHARE ISSUE INI KE TEMAN DAN KELUARGA KITA AGAR KEJADIAN INI TIDAK MENIMPA MEREKA!! SEBARKAN KEJADIAN INI!!

Ditipu di Singapura, Turis Vietnam Banjir Sumbangan

Pham Van Thoai menangis karena tidak dapat iPhone 6, sementara uangnya tidak dikembalikan.
Pham Van Thoai menangis karena tidak dapat iPhone 6, sementara uangnya tidak dikembalikan.

SINGAPURA, SUMUTPOS.CO – Malang benar nasib Pham Van Thoai, 28. Maksud hati ingin membelikan sang pacar hadiah ulang tahun mewah, tapi dia malah kehilangan uangnya. Peristiwa nahas yang dialami pegawai pabrik asal Vietnam itu terjadi di negara surga belanja, Singapura. Saat ini pemerintah Singapura turun tangan untuk menyelidiki toko yang melakukan penipuan tersebut. Sebab, itu merusak reputasi mereka. Tiongkok bahkan langsung memperingatkan warganya untuk berhati-hati saat berbelanja di Singapura. Kejadian itu berawal saat Pham jalan-jalan di Sim Lim Square, Singapura, bersama kekasihnya Senin (3/11). Dia kemudian memasuki toko Mobile Air milik Jover Chew untuk membeli iPhone 6 sebagai hadiah ulang tahun untuk kekasihnya. Harganya SGD 950 (Rp 8,9 juta).
Setelah membayar, Pham diminta menandatangani surat jaminan berbahasa Inggris. Padahal, kemampuan bahasa Inggrisnya tidak terlalu lancar. Tanpa membaca dengan teliti, Pham langsung tanda tangan. Padahal, di surat tersebut tertulis bahwa Pham harus membayar tambahan SGD 1.500 (Rp 14,1 juta) sebagai jaminan. Jika tidak dibayar, dia tidak boleh membawa iPhone 6 yang sudah dibelinya.
Pham sontak bingung. Sebab, untuk mengumpulkan uang tersebut, dia harus menabung berbulan-bulan. Gajinya per bulan hanya sekitar Rp 1,9 juta. Dia meminta pegawai toko untuk membatalkan pembelian dan mengembalikan uangnya. Pham bahkan sampai menangis dan berlutut. Namun, pegawai Mobile Air hanya menertawakannya. Uang Pham akhirnya memang dikembalikan, namun hanya SGD 400 (Rp 3,8 juta).
Mendengar itu, Pham memohon sambil berlutut untuk mengembalikan saja uangnya, tapi para pegawai Mobile Air malah menertawakannya.
Mendengar itu, Pham memohon sambil berlutut untuk mengembalikan saja uangnya, tapi para pegawai Mobile Air malah menertawakannya.

Untungnya, ada yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya di dunia maya. Bahkan, beberapa netizen mengadakan aksi pengumpulan dana untuk Pham. Hingga kemarin sore, sudah ada 1.400 donor yang sumbangannya mencapai USD 11 ribu (Rp 133,7 juta). Para netizen tersebut juga menghujat berbagai akun milik Jover Chew dan istrinya. Selain itu, netizen menelepon seluruh nomor mereka berkali-kali meminta pertanggungjawaban. Kendati simpati donasi luar biasa, Pham hanya mau menerima uang sumbangan dari donor itu senilai uangnya yang hilang. ‘Saya hanya akan menerima SGD 550 (Rp 5,1 juta) yang didonasikan oleh orang-orang baik ini. Tidak lebih. Saya bersyukur dengan semua kebaikan kalian, tapi saya tidak ingin mengambil lebih banyak dari uang saya yang hilang,’ ujar Pham kepada harian Lianhe Zaobao.